The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 38. About Me 6



Aku hanya melihatnya sambil tersenyum.


Kenapa dia disini? Apa orang seperti dia perduli perasaan orang. Atau dia hanya mencari kesempatan bicara padaku. Aku hanya pendamping kenapa dia perduli sekali. Atau sekarang dia mencoba sesuatu sekarang dari sekedar bicara?


"Aku sedang tidak mencoba kesabaranmu. Kau yang hanya terlalu perasa Hisao-san. Kau aneh..." Aku tertawa kecil, melihatnya, memilih mengabaikannya kemudian. Kurasa dia hanya merasa penasaran kenapa aku tak mempan dan terpesona dengan sogokan uangnya. Bukan sekali aku melihat pria seperti dia.


Sederhana sebenarnya karena aku tidak menyukai orang berdasarkan nilai rekeningnya. Tidak setiap orang mendewakan uang bukan, aku sudah mempunyai lebih dari cukup untuk diriku sendiri untuk sekarang.


Jika aku menyukai seorang pria, itu murni karena aku menyukai bagaimana orang itu menghargai hubungannya denganku, dalam soal Tuan Tan dia adalah seorang yang bisa membuatku melangkah lebih tegak, bagaimana ketenangannya, kharisma yang dimilikinya, bukan soal uang.


Tapi yang satu ini berpikir setiap gadis akan terpesona dengan berapa 'champagne tower' yang mampu dia beli. Itu pikiranku terhadap pria ini sekarang. Apa pikiranku salah?


"Lalu kenapa kau tersinggung tadi. Apa memberimu libur saja masalah, tolong jelaskan apa yang membuatmu memasang topengmu itu lagi?"


"Jika aku mengatakan kau tak perlu membayarku, maka itu tak perlu kau lakukan. Apa itu masalah? Apa masalah bagimu jika aku tak menerima uangmu, bukankah kau bilang teman, aku tak mau menerima uang temanku karena sesuatu kebaikan yang kulakukan untuknya apa itu masalah?"


"Baik, aku cuma heran kenapa kau marah ketika aku memberimu hadiah, jika kau tidak ingin menerimanya oke, terserah padamu. Itu saja..." Dan dia tidak akan pernah mengerti.


Itulah kenapa aku harus menempatkannya sebagai klien. Aku melihatnya, sebuah pertanyaan melintas di kepalaku.


"Hisao-san, umurmu 34, kau mungkin akan menjadi pimpinan keluarga, kenapa kau tidak menikahi seorang gadis dari keluarga terhormat untuk melindungi reputasimu, sampai kakekmu harus membayar pendamping?"


Dia diam dengan pertanyaanku.


"Lalu... " Ini menarik. Aku ingin mendengar cerita selanjutnya.


"Lalu, dia datang bicara padaku dengan berurai air mata bilang dia punya orang lain yang dicintai, menolak perjodohan keluarganya dan memilih menikah dengan pria yang dicintainya. Dan batal... sederhana." Wow?! Dia bicara sepertinya biasa saja, tapi akhirnya aku mengerti kenapa dia mengatakan bahwa dia tidak menyukai orang yang 'double face' didepannya.


"Ohh, benar-benar dijodohkan?"


"Hmm..."


"Kau mencintainya."


"Kupikir juga dia mencintaiku, nyatanya dia hanya bermain drama dengan baik demi keluarganya selama bertahun-tahun."


Kurasa tidak sesederhana itu dia terluka. Dia hanya menyembunyikan sakit hatinya terhadap wanita itu. Mungkin sebenarnya hubungan mereka tidak sebentar. Mungkin kakeknya sampai turun tangan juga karena dia merasa bertanggung jawab Hisao berada di Roppongi. Gadis itu pasti gadis yang cantik ... dan mampu meruntuhkan hati nya yang sombong ini.


Tuan muda Hisao, sekarang aku tahu siapa kau sebanarnya. Kau tidak buruk juga awalnya.


Dia menatapku.


"Aku paling tidak suka orang yang kuanggap dekat bermain drama, kau harus ingat itu. Jika kau tidak suka katakan terus terang alasannya. Jika aku menganggap aku tak bisa mempercayaimu lagi. Aku akan berhenti berusaha mempercayaimu... dan juga ikut berpura-pura."