
“Baik, kau tahu menyapa orang tua ternyata, belakangan kukira kau sudah sangat besar kepala.” Gianni tak punya masalah meremehkan orang, terutama generasi muda seperti Bova, yang sudah terang-terangan mengancamnya.
“Saya tidak berani Tuan Gianni. Siapa yang bisa menghentikan Tuan Gianni.” Dan Bova tidak keberatan bicara manis untuk kemudian nanti membantingnya ke bawah.
“Kau Guilio Berutti, warga terpandang di Catania, bagaimana kabar Ayahmu.” Dia beralih ke Guilio dan mengabaikan Bova.
“Ayahku baik Tuan Gianni. Tapi belakangan tampaknya kau sangat terkenal di seluruh Italia. Setiap hari banyak berita tentang keluargamu beredar di mana-mana. Kau pasti agak sedikit sibuk belakangan Sir.” Tapi anak muda yang ini berniat menyindirnya juga,dua generasi ini nampaknya berkomplot melawannya. Tapi bagaimanapun menurut pendapatnya Diego pasti akan membelanya. Dia sudah lama bekerja sama dengan saudara sepupunya Pasquale. Yang Giovanni tidak tahu bahwa sebenarnya ada rivalitas antara Pasquale dan Diego, Diego tak sepenuhnya tunduk pada pimpinan Pasquale.
“Ahh, pohon tinggi memang sering terkena angin kencang, kami sudah terbiasa. Badai akan berlalu dan beberapa orang nanti akan membayar.”
“Senior berpengalaman seperti Anda memang punya keteguhan hati.” Diego memujinya, sementara Fabricio Bova tersenyum sinis, keteguhan hati , aku akan melihat sampai dimana keteguhanmu.
“Bagaimana jika kau datang ke Milan, banyak hal yang bisa kita bicarakan.” Giovani Gianni mulai menancapkan kukunya pada Diego.
“Tentu Tuan Gianni, sekalian aku juga berkunjung ke brother Bova dan mengunjungi brother Berutti, saya pasti akan mengunjungi Anda juga.” Sekarang Gianni merasa disisihkan secara langsung karena namanya disebutkan setelah Bova dan Berutti.
“Saya dan brother Pasquale sudah seperti saudara, saya dan Anda juga bisa berlaku sama.” Dia mencoba menekankan hubungannya yang erat dengan Pasquale sebelumnya, dia berharap mendapatkan pengakuan yang sama dari Diego.
“Tentu saja, saya menganggap Anda sudah banyak memberikan pekerjaan kepada kami, dimasa depan kita bisa bekerja sama lagi Tuan Gianni.” Diego menolak memanggilnya brother, sekarang dia tahu dia sudah kalah.
“Musim panas nanti ajaklah keluarga ke Catania atau Palermo, kami menunggu Brother. Kudengar istri Tuan Guilio punya hotel dan restoran terkenal di Catania.”
“Bicara soal terkenal, aku tak seterkenal restoran kekasih Fabricio di Milan.” Mereka tertawa bertiga, meninggalkan Gianni mendongkol dalam hatinya, orang tua itu diam, dia tahu hubungannya dengan Diego akan hanya akan jadi hubungan bisnis, dan jasa tanpa kedekatan apapun seperti yang diharapkannya dengan Pasquale.
“Aku akan meninggalkan kalian, aku akan bicara dengan Putrinya.”
“Terima kasih atas kedatanganmu Tuan Gianni. Di masa depan jika butuh bantuan sihlakan hubungi saya, selain dengan bisnis kita yang sudah terjalin. Saya akan mengunjungi Anda nanti.”
Dia melihat tiga sekawan itu berbincang akrab, menyisihkan dirinya. Fabricio Bova ini seperti racun yang mengelilingi harinya.
“Kalian berdua pasti banyak punya kesulitan dengan Gianni.” Diego tentu saja tidak akan royal pada Gianni tua itu, orang tua itu dekat dengan Pasquale dulunya, dulu dia pernah mencoba mendekatinya, menawarkan kesetiaannya. Tapi tidak diperdulikan oleh Gianni. Sekarang waktu telah berganti, ganti dia merebut posisi dibantu oleh orang Bova dan berkat bantuan Bova sekarang dia bisa mewariskan posisi ini kepada anak-anaknya. Orang tua itu tak akan menjadi favoritnya. Dia hanya akan menerima pekerjaan dan pembayarannya, tapi dia tidak akan menerima pekerjaan mengintimidasi Bova.
“Anak dan Ayah sama-sama merasa menjadi penguasa dunia, semua orang harus dibawah kakinya, sebenarnya bukan Ayah dan Anak, satu keluarga yang memakai nama Giani.” Bova menambahkan.
“Kau benar jika ada keluarga paling memuakkan yang kau tahu, itu adalah Gianni.” Guilio sama bencinya kepada mereka.
Acara pemakaman itu selesai, semua orang kembali ke mobilnya masing-masing.
“Aku yang kenal duluan dengan Diego Condello Tuan Gianni yang terhormat, kau perlu aku merendah didepanmu, memberi karpet merah padamu Tuan Gianni?” Fabricio tertawa menanggapi orang tua gila hormat itu.
“Kalian semua memang nomor satu jika berpura-pura.”
“Anda sepertinya terlalu banyak stress, sampai anak Anda ditangkap karena anak dibawah umur saja kau menyalahkan Pamanku. Jaga kesehatanmu Tuan Gianni. Kau mungkin perlu istirahat saja, habiskan pensiunmu dengan tenang. Apa Anda takut jika dikirimi pembunuh, seperti Anda mengirimiku pembunuh?” Fabricio Bova tersenyum menang didepan seniornya itu.
“Kau memang sombong.”
“Akui saja hidupmu memang sedang sulit, nampaknya nilai saham Anda juga sedang turun, pasar menekan Anda habis-habisan, Segni senang mempersulit Anda, anak Anda ditangkap dengan memalukan, generasi kedua yang payah, dan dengan kematian Pasquale Condelo Anda tidak punya pendukung loyal yang menggerjakan pekerjaan kotor Anda lagi. Tidak tahu apa lagi yang terjadi besok. Nampaknya uang Anda yang banyak itu banyak berkurang nilainya sekarang.” Bova sedang menjatuhkan mental Gianni.
“Masih banyak yang akan mendukungku.”
“Benarkah? Jika Anda tahu berapa banyak orang yang ingin menjatuhkan keluarga Anda, mungkin Anda tidak akan bisa makan dan tidur. ” Fabricio Bova tertawa dan berbalik pergi meninggalkan begitu saja. Dan mendengar generasi muda menertawakannya menjadi siksaan sendiri bagi Gianni. Dia yang merasa sudah senior itu, tak bisa menerima merasa dipermainkan oleh generasi kedua.
Kemarahan itu berkumpul didadanya, membuatnya kesulitan tidur. Mempengaruhi kesehatannya secara signifikan selama beberapa hari berikutnya.
Fabricio Bova diatas angin, mereka bersaing di bisnis hiburan, sekarang membantu Guilio merebut beberapa klien distributor wine yang menjadi bisnis utama anak Giovani yang kedua, disamping mereka bersaing di bisnis hiburan dan hotel, sementara anak pamannya memenangkan beberapa tender kontruksi besar. Guilio sengaja melepas dengan harga yang lebih murah dan meminta beberapa eksportir menandatangani kontrak jangka panjang, dan memberikan diskon pengiriman dengan Nathan untuk mengatrol perusahaan pengiriman antar benuanya yang baru, menyerang beberapa mereka.
Dalam beberapa minggu setelahnya beberapa keluarga mengerahkan upaya mereka untuk menyerang Gianni sebelum sebuah boom besar dijatuhkan. Dokumen penggelapan pajak diturunkan. Pukulan besar dilancarkan dan Gianni menjadi berita sekali lagi.
Hari itu Giovani Gianni masuk rumah sakit karena serangan jantung pertamanya saat mengetahui upaya mendakwanya dan memenjarakannya itu, akumulasi tekanan berbulan-bulan itu memukulnya. Sahamnya turun ke titik terendah karena tekanan spekulan yang diatur Nathan dan orang-orang tidak percaya lagi kepada anaknya Gianni yang ada masih ada di pemegang saham mayoritas.
Pukulan terakhir dilancarkan, sebulan kemudian sementara Gianni masih mengkhawatirkan tentang dakwaannya. Beberapa anaknya diturunkan dari jabatan CEO di beberapa perusahaan utama mereka, Antonio Segni musuh bebuyutannya entah bagaimana diangkat sebagai Komisaris Utama oleh pemegang saham terbanyak sebuah perusahaan investasi yang di pegang Nathan.
Dengan tekanan begitu besar, generasi kedua yang tak bisa diharapkan, sementara adiknya juga tak berani bertindak lagi, temannya meninggalkannya, pendukung loyal disingkirkan.
“Gianni terkena stroke ke dua kemarin dan sekarang kabarnya lumpuh.” Sebuah pemberitahuan dari Pamannya.
“Benarkah? Berarti orang yang ingin membunuhku itu akhirnya terbunuh sendiri.”
“Hmm... Dia merasakan ditingkalkan banyak orang sekarang, menuai apa yang dia perbuat terhadap orang lain saat dia diatas, saat dia jatuh dia tak punya teman yang mau menolongnya, menjadi sombong itu ada harganya.”
“Paman benar, semua orang jadi berbalik melawannya dan ingin membuat mereka jatuh lebih dalam lagi.”Ganni tidak bisa mendengar kabar buruk lagi, dia terkena stroke ke dua dan berakhir lumpuh di kursi roda.
Gianni selesai, KO. Banyak musuhnya bersorak dengan gembira.