The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 7. Sadomasochis Psychopath



"Val, aku ingin bertemu denganmu. Aku ke apartmentmu..." Aku langsung menelepon adikku begiti aku keluar dari restoran tempat aku bertemu dengan Bova.


"Kenapa kakak kesini?" Aku ingin melihat keadaannya, perkataan tak jelas Bova membuatku takut memang terjadi sesuatu pada Valentina. Bangs*at itu pasti mengancam Valentina dan membuatnya tak berani bicara apapun.


"Kita harus bertemu, kakak punya cara untuk mengeluarkanmu."


"Mengeluarkanku?! bagaimana dengan Ayah."


"Kakak bisa mengurusnya. Kau di apartment yang kau sebutkan kemarin bukan?"


"Iya aku disana."


"Aku segera kesana." Keluarga Gianni bukan sembarang keluarga. Mereka punya banyak uang, salah satu keluarga terkuat dan disegani di Italia. Jika Bova berani mengatakan dia akan membantuku aku harus mengambil tawarannya. Biar aku yang menghadapi semua ini disini. Apapun resikonya akan kuhadapi, walau aku harus kehilangan restoran, aku yakin aku masih bisa membuka restoran kecil sederhana seperti Mom dulu. Dia memulai dari restoran kecil sampai kami punya gedung seperti sekarang.


Aku naik ke apartmentnya segera untuk menemuinya. Saat pertama dia membuka pintu apartment aku tahu ada yang salah, pipinya lebam. Ini baru seminggu, entah apa yang telah di lewatinya.


"Kenapa pipimu ..." Aku melihat bekas kebiruan itu saat dia mengunjungi Ayah pasti dia menutupinya dengan concealer sehingga Ayah tak melihatnya. Tapi dia sama sekali tak berani bertemu denganku. Aku tak akan membiarkan adikku melewati ini.


"Ini ... Tak apa, ini hanya..." Aku langsung memotongnya saat dia bilang tak apa.


"Dia menyiksamu?! Kenapa kau tidak bicara?!" Aku memegang lengannya, dia terlihat meringis kesakitan. Sekarang aku mengerenyitkan kening. "Apa yang sebenarnya terjadi." Aku melihat ke bagian punggungnya, dia memakai cadigan panjang. Aku memaksa Valentina membukanya.


"Kakak, ..." Bilur-bilur itu bekas cambukan terlihat di tubuhnya. Psychopath sadomasochistic ini benar-benar kelewatan. Bekas cambukan itu terlihat jelas di punggungnya.


"Bangsat itu punya kelainan! Kenapa dia tidak mencari yang sama-sama punya kelainan dengannya." Sadomasochistic gila ini memanfaatkan adikku seperti ini. "Kenapa kau tak cerita!" Aku marah dan sakit! Sakit melihat adikku harus melewati hal begini rupa.


"Kau pulang bersama kakak! Ayo kita pergi! Langkahi mayatku dulu jika dia ingin membawamu!" Aku menyeretnya.


"Kakak, dia sedang di luar negeri dalam seminggu ini dia tak akan kesini lagi. Jika kakak ingin melakukan sesuatu, Ayah harus sehat dulu, dan bawa dia keluar dari Milan, jika tidak sia-sia kita melakukan ini, dia mengancam akan menemukanku jika aku lari dan membuat Ayah langsung dipenjara, kau tahu kepala kepolisian distrik yang sekarang masih keluarganya..." Valentina menghentikanku.


"Tapi..."


"Kau harus memastikan Ayah sembuh dulu kak. Dia akan menemukanku jika aku masih di kota ini. Kakak harus punya rencana..."


"Aku akan membawamu keluar dari kota ini. Kau jangan kuatir...." Aku mengambil kartu nama yang Fabricio Bova berikan padaku. Dan meneleponnya sekarang.


"Halo, siapa ini?"


"Ini Eliza."


"Kau meneleponku cepat sekali? Kau sudah bertemu adikmu..."


"Aku ingin kau membantuku. Aku akan menyetujui apapun syarat yang kau inginkan. Yang penting adikku tidak berada di cengkraman Gianni lagi." Aku akan melakukan apapun agar Valentina tidak bertemu dengan psychopath itu lagi. Jika perlu aku akan mengirimnya keluar Italia.


"Hmm, jadi kau menemukan adikmu disiksa olehnya... Baiklah. Temui aku di kediamanku besok malam..."


"Baiklah, kirimkan saja alamatnya." Dia meminta aku ke kediamannya. Dia bilang tak ada makan siang gratis. Aku mengerti, jika dia bisa membantuku aku tak masalah dengan permintaannya. Dia bilang tak butuh uangku, berarti ...