The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 86. Kimiko Yamasaki 19



"Setsuko-san, kau ternyata sesuai dengan tarifmu, cantik dan muda." Dua minggu dari kepulanganku dari Hongkong. Entah bagaimana, kelompok pria yang membayar kami hari ini tampaknya sangat menyebalkan dan tidak sopan.


Sekarang dia berani merangkulku dengan tangan erat melingkar di pinggangku.


"Maaf Takio-san, saya mengisi sake dulu." Aku dengan segera melepaskan diri dan menjauh dari orang yang terlalu berani ini.


"Hei...hei...kesinilah. Jangan pergi Nona cantik. Nanti saja kesinilah cangkirku masih penuh, kurasa lebih baik ditemani gadis cantik daripada sake. Benar bukan teman-teman." Sekarang tangan yang orang lain kembali menahanku. Mereka selesai makan dan minuman mulai beredar, dari tadi mereka sudah berkata hal vu*lgar. Sekarang mulai memegang tanganku. Oke kata-kata seperti itu biasa saja, tapi dari tadi yang kena hanya aku saja, seperti itu sengaja ditujukan untukku.


"Benar Kakak, gadis paling cantik untuk kakak. Foto Kak." Teman-teman di depannya mulai membuka kamera, dua orang mengapitku sedemikian rupa sambil memaksaku minum. Dan tanpa diduga mereka mencium pipiku!


"Hentikan!" Mio langsung berteriak. Dan aku sontak memaksa melepaskan diri dan berdiri. "Tuan-tuan kalian terlalu mabuk nampaknya! Teko sake sudah kosong...Setsuko ambilkan sake lagi!"


"Nona kenapa kau marah-marah?" Pria itu tertawa. Tapi aku kesal sekali sekarang. Kuran*g a*jar! Akan kubalas kalian!


"Fotonya bagus?" Laki-laki itu langsung bertanya kepada gerombolan yang dibawanya.


"Bagus kakak!"


"Pergi sekarang." Mio berbisik. Dan mengantikan tempatku. Semarah-marahnya kami, kami hanya bisa memban*ned mereka agar tak datang lagi tapi sekarang mereka tamu.


"Aku tak marah, aku hanya ingat sakemu habis Akio-san."


Aku tak mengenal satu pelanggan pun. Ini rumah minum yang berbeda dari Ichiriki dan aku jarang melayani disini. Tapi mereka membayar untuk pesta ini 6 jam dan beberapa geisha yang lain juga ikut, nyonya rumah khusus memintaku datang karena permintaan mereka dan aku langsung merasa terjebak dengan kelompok ini.


Mereka sama sekali tidak sopan. Penampilannya tato dilengan itu, mereka bukanlah orang baik-baik tapi gan*gster berand*alan. Kenapa mereka bisa memesan kehadiranku. Ini pasti salah satu rencana keluarga Yamasaki mengerjaiku.


"Maaf Akio-san, saya mengambil sake!" Dua orang di sampingku benar-benar berani. Dia berani mencium pipiku sekarang sementara yang didepan lainnya sibuk memotret.


Aku saja yang dikerjai, awalnya mereka sopan sekarang mereka sangat kurang ajar, empat orang yang lain hanya dirangkul dan mereka minum banyak sekali setelah makan malam itu.


"Setsuko-san, ambillah cepat minuman lagi." Mio yang kebetulan ada disitu menyelamatkanku. Aku tak akan kembali lagi ke ruangan ini!


"Ehh mau kemana kau Nona." Satu orang menarikku tetap duduk sekarang, tapi aku melepaskan diriku dari mereka secepatnya dan bergerak pergi dengan marah! Baru kali ini aku menemui pelanggan yang sangat tak sopan. Berandalan ini pasti sengaja dikirim mengganguku.


"Takeru-san, kurasa ada kelompok berandalan yang sengaja dikirim untuk mengangguku. Mereka mencoba menciu*mku dan memotretku didalam."


"Benarkah Nona? Tunjukkan padaku yang mana mereka. Aku akan memanggil temanku segera, berapa orang jumlah mereka?"


"Ada enam orang, mereka bahkan memotret dan merekamku mencoba memeluk dan menciumku dalam keadaan mab*uk. Aku tak ingin mereka menyebarkan foto dan rekamannya."


"Nona, dalam 20 menit saya akan meminta orang-orang datang." Ini hampir tengah malam, entah bagaimana Takeru mengurus mengumpulkan orang dalam 20 menit aku tak tahu. Tapi 20 menit kemudian dia bilang dia sudah di depan ochaya.


Nyonya ochaya meminta maaf padaku, dia mengerti kegusaranku. Tamunya kali ini sangat tak sopan dan tak mengerti adat.


"Setsuko-san, saya tak akan lagi menerima mereka. Saya tak bisa mengusir tamu, saya benar-benar minta maaf ke Anda." Tamu ochaya tidak diperkenankan bersikap vul*gar ke kami sampai sembarangan menyentuh kami. Aku yakin aku dijebak sekarang.


Aku bergegas menemui Takeru yang sudah memgumpulkan orang-orangnya.


"Tuan ingin mereka mengaku siapa yang menyuruh mereka, setelah Anda menunjukkan orang-orangnya, bawahan saya akan mengantar Anda pulang dan saya akan mengurus sisanya."


"Aku melihat salah seorang dari mereka punya tato Takeru-san, nampaknya mereka berbahaya." Aku tak ingin Ayah seseorang pulang meregang nyawa. Cukup dengan traumaku yang harus menemui Ayahku di rumah duka.


"Nona tenang saja. Saya bisa menangani ini." Aku bersama Takeru agak jauh dari ochaya sekarang mengawasi bagian depan ochaya.


"Kau langsung pulang, Takeru akan mengurus orang-orang itu." Hisao sudah terdengar marah dari suaranya. Dengan begini sudah dipastikan keluarga Kimiko menolak bekerja sama dengan kami. Aku akan langsung pulang setelah aku mengkonfirmasi orang-orang itu.


"Iya aku tahu." Tak lama kemudian gerombolan itu keluar, aku menunjuknya kepada Takeru dan membiarkan dia mengurus sisanya.


Mereka pasti tak menyangka aku punya pengawal disampingku, ternyata apa yang dikhawatirkan Hisao benar. Videoku dan fotoku sudah dikirim ke seseorang. Mereka memastikan itu siapa, tentu saja orang Yamasaki!


Tapi karena mereka merekam videoku, sebagai gantinya Takeru ganti mengirimiku video dia mematahkan gigi dan hidung kedua orang yang terlalu kurang ajar itu!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=🍁🍁🍁🍁