
Aku akhirnya mendapatkan kabar siapa orang yang kukirim dari pertemuan kemarin setelah seminggu kemudian.
Philip Leung, ada hubungan dengan keluarga Triad Leung Hongkong
Hisao Yamada, ada hubungannya dengan jaringan Yakuza Jepang.
Guilio Berutti, ada hubungannya dengan jaringan mafioso Italian.
Pertemuan apa ini? Pertemanan macam apa ini? Perkumpulan gangster dari seluruh dunia? Kenapa bisa kepala gangster-gangster ini berkumpul di sini. Jadi semacam organisasi kejahatan seluruh dunia berkumpul di LA.
Dan Diego Hernandez tercatat adalah seorang akuntan di sebuah firma hukum LA. Tapi dia mengatur bisnis investasi di Omong kosong...
"Diego Hernandez bukan hanya seorang akuntan tentu saja, kami sedang mengawasinya. Dia bermukim di LA, dan juga punya apartment di NY. Yang lain akan mengawasinya, sejauh ini kerjamu bagus, kita akan mendapatkan clue lainnya segera."
"Dan kenapa banyak sekali kepala gangster di pertemuan kemarin?"
"Ini juga sedang diselidiki, tetaplah mengawasi dari tempatmu sekarang."
"Sir, apa kita tak punya petunjuk lain? Misal bisnis apa yang sebenarnya dijalankan mereka sehingga mereka punya hubungan ke organisasi kriminal antar benua." Aku bertanya kepada kepala unitku, dia yang tahu alasan dibalik misi ini.
"Belum ada, jika tim analisis sudah mendapatkan jawabannya kami akan menghubungimu, sementara tetaplah berada disana." Dia mengulangi perintahnya lagi.
Aku kadang merasa aku yang dipasang sebagai teropong paling depan, tapi aku sama sekali tak tahu permainan apa yang terjadi di belakang. Mereka yang diatasku bisa melihat gambaran besarnya dan aku hanya melihat potongan-potongan gambarnya di depan sini.
Jadi begitulah, aku tetap disuruh berada disini dan mengawasi. Rasanya seperti pion yang disusupkan ke garis belakang musuh.
Lupakan saja, semangkin aku pikirkan semangkin aku tak tahu jawabannya.
Aku mengamati social media Elizabeth Al setelah pertemuan malam itu, benar saja, cibiran-cibiran mulai datang ke kolom komentarnya. Setelah beberapa saat nampaknya dia tak bisa bertahan lagi, dia menutup permanent akun media sosialnya, nampaknya dia harus pindah ke kota baru dimana tak ada orang yang mengenalnya.
Itu akan mempersulitnya beberapa saat. Aku senang bisa menutup jalan ketenarannya sekarang. Dia tak pantas hidup mewah diatas uang curian Ayahnya.
Sudah malam aku tertidur ketika sebuah suara kecil membuatku terperanjat, aku langsung duduk tegak, ponselku yang diinstal dengan panic button membuat suara beep-beep dan getar berisik. Jam 2? Andrenalin yang terpompa membuatku langsung segar.
Aku menginstall kamera keamanan di tempat stategis di rumah ini, dengan ponselku aku melihat seorang masuk dari bagian belakang dapur dan menuju tingkat dua.
Dua orang setelah satu orang lagi lewat di latar kamera keamananku.
Aku menekan silent panic button yang terhubung langsung dengan polisi, aku berpikir apa aku akan melakukan konfrontasi atau tidak, di sana tak ada benda yang sangat berharga untukku. Rumah ini sering ditinggalkan, makanya aku memasang silent alarm.
Sebuah telepon dari polisi masuk ke ponselku.
"Kami menerima tanda silent alarm dari kediaman Anda Mam?"
"Benar, aku melihat dua orang masuk dari bagian belakang rumah. Bisa kalian kirim bantuan segera."
"Anda berada dirumah sekarang?"
"Iya. Alamatku 148 Marguerite Avenue."
"Segera Mam, jangan panik, amankan kamar Anda segera, pasang kunci tambahan Anda." Aku selalu memasang kunci pengaman tambahan. Suara tunggu terdengar ketika dia berganti line menghubungi unit patroli.
Dari laptopku yang standby aku mengakses kamera rumah, dua orang di ruang tengah! Mereka membuka kamar tidur di lantai bawah yang kosong. Tunggu dulu kenapa mereka langsung mencari kamar tidur jika mereka mau mencuri, mobilku ada di bagian depan rumah. Mereka tak mungkin pencuri rumah kosong berarti mereka adalah hitman?!