The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 54. Ryohei Matsumoto 9



Hisao kesal. Aku juga merasa tak berdaya.


Apa yang bisa kulakukan sekarang. Hanya kembali mengikuti arus.


"Apa yang dia janjikan padamu?"


"Tidak ada..."


"Kenapa kau menyukai orang seperti itu?"


"Maaf Hisao-san, aku hanya menghargai hubungan dengan pelanggan." Aku menjawabnya saat akhirnya dia bisa bicara lagi setelah menggembalikan ponselku.


Kenapa aku tak boleh menyukai orang yang punya perasaan tulus padaku. Pertanyaan yang aneh. Lagipula mungkin dia hanya terpancing karena Ryohei-san rivalnya. Tahun depan perjanjian kami selesai, dan dia akan menemukan perjodohan baru, gadis yang akan dicintainya. Mana mungkin aku bersaing dengan pacar barunya calon istrinya. Tugasku hanya agar dia tidak membawa Aoki lagi.


Aku harus menahan diri untuk tak menjawabnya sekarang. Jika tidak keadaan tidak akan baik.


"Jangan temui dia lagi. Aku akan menelepon Bibimu."


"Dia hanya pelanggan baik Hisao-san. Apakah aku tak boleh menghormati pelangganku? Kami hanya makan malam. Tidak ada yang dilanggar."


"Satu kata, kau tidak boleh bertemu dengannya lagi. Titik."


Malam itu aku merasa berjalan diatas bara api. Harus bersikap ramah dan tersenyum agar tak menambah runyam masalah. Aku hanya ingin pulang ke Gion kemudian.


Bibi menjadi kuatir tentu saja. Tak disangka dua orang itu bisa bertemu. Bagaimana bisa ada kekacauan seperti ini. Apalagi ternyata mereka saling mengenal dan rival satu sama lain.


"Hisao-san berkata dia menyukaimu?"


"Setsuko-san, jika Yamada-san tahu ini kita akan dapat masalah. Bibi akan menemanimu minta maaf ke Ryohei-san jika dia menemuimu di ochaya. Sementara kau harus minta maaf secara pribadi dengannya."


"Iya aku akan melakukannya Bibi."


Aku menelepon Ryohei-san di jam makan siang kemudian, setelah mengirimkan pesan apa aku bisa bicara padanya.


"Ryohei-san, aku minta maaf."


"Kau tak salah apapun, kenapa kau harus minta maaf."


"Aku tak bisa menemui Ryohei-san di luar ochaya lagi. Aku benar-benar minta maaf sudah mengecewakan Ryohei-san."


"Aku tak menyangka sebenarnya danna-mu adalah Hisao. Aku mungkin harus berkata jika aku mungkin tak mau terlibat perselisihan dengan Yamada. Mereka sulit dihadapi, beberapa orang tahu Yamada punya hubungan erat dengan clan Yakuza, walaupun tak ada yang bisa membuktikannya. Jadi... Setsuko-san, mungkin jika di masa depan kita memang punya jodoh atau keberuntungan yang lain..." Itu memanv


"Ryohei-san, aku telah banyak menerima kebaikanmu selama ini. Aku minta maaf jika menyusahkanmu."


"Tak apa. Sudah kubilang bukan keberuntunganku, kau tak usah bersedih.... Mungkin ada kesempatan di masa depan, kita tak tahu. Atau jika tak ada pun anggaplah kita berdua sama-sama selalu punya waktu yang menyenangkan."


"Ryohei-san, terima kasih..." Aku menangis sekarang karena harus melepas orang yang kusukai.


"Kau tahu, mungkin aku tak bisa menemuimu di ochaya juga. Kau akan dapat masalah jika Hisao-san tahu kau masih rutin bertemu denganku dan dia juga akan mencari masalah denganku..."


"Iya, aku tahu Ryohei-san."


Dan kisah cintaku kedua pun berakhir layu sebelum berkembang. Air mataku jatuh kembali. Menangisi seseorang yang kusukai dan aku tak berdaya tak bisa bersamanya lagi.