The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 41. Lakers Gameplay



Aku malas bangun akhir pekan ini. Tak ada yang membuatku akan senang hari ini. Sudah jam 10, aku masih ingin bergelung lagi ditempat tidur. Aku mengharapkan seseorang yang tak bisa kuharapkan, rasanya sama sekali tak menyenangkan. Aku patah hati karena temanku menemukan seseorang.


Aku pasti di cap gadis pemalas bangun sesiang ini. Biarkan saja, sebentar lagi juga aku harus keluar dari Garcia Int, aku tak mendapatkan apapun disini. Kapan aku keluar dari sini...


"Nona..." Seseorang mengetuk pintuku. Itu suara Rosa pengurus rumah. "Kau baik-baik saja? Apa kau masih tidur? Apa kau sakit?"


"Aku baik Rosa, nanti aku turun..." Ternyata Nathan menyuruh pengurus rumahnya untuk bertanya. Bossku itu baik juga, dia bahkan meminta Rosa mengecekku. Semalam dia tidak marah aku menjawabnya malas-malasan.


"Baik Nona, Tuan menunggu Nona sarapan."


"Iya aku turun Rosa." Aku membuka pintu sedikit. Dia tersenyum padaku. "Terima kasih."


Aku merapikan diriku dan turun kebawah. Ponsel di tanganku berbunyi aku harus ke kantor polisi sebagai saksi. Semoga mereka punya kabar baik TKP sudah diurus, aku harus meminta orang membersihkan rumah segera dan menganti pintu yang rusak.


"Pagi Sir, rupanya dia sedang duduk di meja makan sambil membaca di tabletnya, nampaknya sudah selesai olehraga, bau sabun mandi tercium olehku.


"Kau baik? Sakit?"


"Tidak aku baik-baik saja." Aku masih terbiasa memanggilnya Sir. Dia meneliti wajahku.


"Kau tak terlihat baik-baik saja dari semalam, ada masalah?" Perhatian sekali. Tapi apa yang bisa dia tolong, menolongku melarikan diri dari perkerjaanku mungkin. Tak mungkin...


"Tidak aku hanya merasa sesuatu terasa mengecewakan. Tak sesuai harapan..." Aku memainkan Bratwurst( jenis sosis jerman) yang lengkap dengan saus karinya. "Ada saus karinya juga. Ini enak..."


"Makankah lebih banyak." Aku cuma mengangguk kecil. "Sesuatu yang tak sesuai harapan, pria mengecewakanmu? Tak sesuai harapan, apa kau bertepuk sebelah tangan." Aku melihatnya meringis kecil. Dia tak mengajakku bicara soal pekerjaan disini sama sekali. Walaupun selama ini aku tak melapor langsung padanya masih ke Tuan Alan.


Aku berhenti makan. Apa itu namanya bertepuk sebelah tangan. Aku tak menyangka aku akan begitu kecewa menemukannya dengan yang lain. Aku mungkin baru sadar aku mengharapkan Tyson lebih...


"Tak ada yang merasa terganggu, sudah kubilang padamu."


"Terima kasih. Kau boss paling baik hati yang pernah kutemui, mengizinkanku tinggal disini."


"Aku tahu sendiri itu tak enak, aku hanya ingin kau bisa merasa kami seperti keluargamu, jika kau perlu bantuan apapun bicara saja." Dia diam sebentar. "Mau menemaniku jalan-jalan nanti?"


"Jalan-jalan?"


"Hmm... bagaimana kalau kita nonton pertandingan Lakers? Kau suka basketball ? Apa kau punya acara nanti sore?" Basketball, itu manarik, tak pernah terpikirkan olehku. Kelihatannya menarik juga. Aku jarang nonton pertandingan olahraga sekarang.


"Kau mengajakku?" Aku memastikan apa dia tidak salah?


"Kenapa, tak boleh mengajakmu ke pertandingan basket? Kau tak suka?"


"Hmm... bukan tak boleh. Tapi aku merasa sudah menumpang di rumah bossku, kemudian diajak jalan-jalan... Mungkin aku harus membayar tiketnya."


"Kau bercanda. Bagaimana boss minta dibayari tiketnya."


\=\=\=\=\=\=\=\=


mak ngabsen doang hari ini lg sibuk 3 hari ini besok ya banyakannya


makasih masih disini