The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 2. Insane Google Search



"Bagaimana kau bisa menganti supplier yang lama. Kembalikan resep lama ini. Menu ini adalah resep Ibu, kau seenaknya mengganti bahannya?!" Aku meradang setelah menemukan salah satu bahan resep Ibu dirubah oleh koki utama di restoran.


"Iya, maaf Nona." Aku menguasai detail resep di restoran ini. Dulu jika ada penambahan resep harus melewatiku karena aku adalah koki utamanya. Pendidikanku profesional chef Bachelor of Science degree dari Coquis, salah satu sekolah chef terbaik di Italy.



Saat di Spanyol mengikuti tempat tinggal suamiku aku juga membuka restoran. Restoran itu berjalan baik, keuntungannya bagus, tapi yang mengeluarkan modal mantan suamiku Fernandes. Pembagian harta masih kami rundingkan, setidaknya aku mempunyai 30% dari nilai restorannya. Itu bisa untuk bisa menambah pembayaran hutang Ayah... Setidaknya.


"Sekarang semua perubahan dan penambahan resep harus dengan persetujuanku. Aku tak mau bahan ini dipesan lagi, kembalikan ke yang lama..."


"Baik Nona."


Aku akan memegang kendali restaurant ini lagi. Sepenuhnya dan yang di Barona, aku harus menyusun strategi promosinya. Tapi membayangkan adikku harus tinggal di apartment lintah darat itu membuatku sesak.


"Dia hanya menyediakan apartment untukku dan menyuruhku tinggal disana, memberiku uang saku. Belum ada yang terjadi, ...tak apa kak, dia tidak akan membunuhku. Yang mungkin terjadi hanya... ya kau tahu apa yang akan terjadi. Dia membebaskanku pergi bekerja di restoran, tapi jika dia memintaku makan malam dengannya ..." Dia berhenti membicarakannya.


Aku saat itu merasa ditikam mendengar perkataannya. Dan sekarang aku berada di belakang meja kasir dan mengepalkan tanganku mengingat pembicaraan semalam. Bagaimana ini bisa terjadi pada adikku...


"Aku tak melihat Nona cantik yang biasa berada di belakang kasir." Seorang pria menyapaku, menbuatku mengangkat wajahku.


"Maksudmu Valentina, ... Ahh iya dia berada di cabang kami yang lain kadang? Tidak setiap hari kesini." Mungkin pelanggan kami, aku belum menghafal semua pelanggan kami karena belum lama disini setelah lima tahun di Spanyol.


"Kau agam mirip dengannya, ..."


"Aku kakaknya, panggil saja saya Elisa."


"Baik Nona Elisa. Aku biasa memesan tempat private untuk tamu perusahaan disini. Kantorku tak terlalu jauh dari sini... " Pria tampan berambut gelap, bold, good looking, tampaknya salah satu penggemar Valentina. Valentina sering berada di kasir dan mengobrol dengan pelanggan, dia PR alami yang menarik banyak orang.


"Saya belum lama kembali ke sini. Senang berkenalan dengan Anda Tuan ...." Aku meminta namanya.


"Bova, Fabricio Bova..."



"Tuan Bova,.... Aku sedang melakukan promosi, kau bisa menggunakan voucher diskon ini. Dan memberships, kami sedang mendata pelanggan kami, tapi karena kau sudah datang, kuberikan saja secara pribadi padamu." Aku tersenyum padanya sambil menyerahkan voucher diskon. Pelanggan perusahaan harus dihargai. Mereka membawa banyak uang...


"Tuan Bova, kau duduk dimeja berapa?! Kenapa pelayan tak melayanimu, kau kesini untuk membayar langsung?"


"Ohh tidak, bukan salah pelayanmu...Aku ingin membayar duluan sebelum tamuku meminta billnya juga. Aku di private room 3,..."


"Private room 3, oke baiklah...." Aku mengecek billnya, mencetaknya, dan memberikan padanya. "Tolong dicek kembali." Seperti biasa pelanggan yang berani membayar private room membawa uang banyak. Mereka bahkan tak segan memesan anggur mahal demi menjaga citra di depan tamu.


"Ini,..." Dia memberikan kartunya.


"Aku akan langsung memotongkan diskon untukmu."


"Terima kasih Tuan Bova,... senang bisa melayani Anda. Apa ada yang saya bisa bantu lagi?"


"Hari ini juga aku tak melihat Ayahmu, biasanya dia ada disini. Duduk di meja sudut." Ternyata dia memang pelanggan, dia bahkan mengenal Ayah bukan adikku saja.


"Ohh dia agak kurang sehat, jadi tak ikut kesini hari ini. Terima kasih Anda sudah bertanya Tuan Bova."


"Ahh begitu rupanya. Kalau begitu semoga dia cepat sehat, saya harus kembali ke tamu, mungkin lain kesempatan kita bisa mengobrol."


"Tentu, terima kasih sekali lagi." Dia bersikap manis dan pamit. Orang yang terbiasa mengobrol dengan tamu kurasa.


Dia pamit kemudian, tak ada yang istimewa tentang pertemuan itu aku hanya berusaha bersikap ramah. Aku yang masih dipusingkan banyak hal memutuskan beristirahat di kantor kecil kami di belakang kemudian karena jam makan siang juga sudah lewat dan jam makan malam masih jauh


Di desktop komputerku muncul sebuah berita gosip. Salah satu artis dikatakan menjadi sugar baby seorang millionaire dengan faselitas luar biasa. Membuatku menghela napas. Mobilnya bisa membayar setidaknya seperdelapan hutang ayahku. Mungkin aku jadi sugar baby saja sebagai pekerjaan tambahan.


"Google bagaimana mendaftar menjadi sugar baby?" Aku bertanya pada Google. Dan aku melakukan itu untuk menghibur diriku, random act. Tapi mesin pencari itu melakukan tugasnya terlalu baik.


"Ini yang kami temukan bagaimana mendaftar menjadi sugar baby."


"Ini mesin pencari yang gila?!" Aku tak menyangka ada hasilnya. Aku membaca hasil pencariannya paling atas. Sebuah situs bernama bemysugarbaby.com, pengenalan yang mengejutkan.


Yang ingin menjadi sugar baby bebas mengajukan penawaran harga mereka foto mereka dan pekerjaan mereka sekarang dan klien yang sudah terdaftar dan membayar di site itu bisa menghubungi semacam agensi mereka. Seperti agensi model yang mengenakan fee atas jasa mereka.


"Web ini keterlaluan!" Seperti web yang sengaja menyediakan jasa cheating untuk orang menikah, ini sama gilanya. Calon wanitanya bebas mendaftar tapi kau harus menyediakan foto yang benar-benar fotomu dan menjamin semua info yang kau berikan pada mereka benar dan ada verifikasinya, ini benar-benar web gila!


Catatan, mereka tidak menerima pekerja **** komersial! Sugar Baby adalah mahasiswa dan profesional dengan label tag mahal dan eksklusif! Syaratnya jadi offensive sekarang! Plus ada pinalti jika kau tidak mematuhi perjanjian sugarbaby yang sudah ditetapkan. Tapi baiklah membership untuk web ini bagi pria juga tidak murah.


"Baiklah ini web gila..." Tapi aku berpikir lagi ditengah masalahku, sebenarnya ini situs yang terus terang, mereka hanya mempertemukan klien serius. Yang satu butuh uang dan gaya hidup, yang satu butuh wanita berkelas tanpa perlu berkomitmen apapun padanya.


Dan ini fair, harus disetujui kedua belah pihak, artinya jika wanitanya menolakmu juga kau tak bisa memaksa, harus menghormati satu sama lain.


Pernikahan terlalu rumit, cinta terlalu rumit, hanya teman dengan keuntungan yang bisa dibicarakan. Tak ada paksaan jika kau merasa cocok dengan yang memintamu setelah bertemu beberapa kali dan melakukannya kesepakatan sihlakan, tapi jika kau tidak mau tak ada yang bisa memaksamu untuk masuk ke perjanjian. Intinya ini harus dilakukan suka suka.


Demi adikku! Aku menekan join! Aku gila? Aku kehabisan jalan dan aku mengusahakan apapun untuk membebaskan adikku, dia menanggung beban Ayah, aku anak tertua, kakaknya merasa didorong sampai titik kritis karena rasa bersalah.


"Apa aku akan menyesali ini?" Aku bertanya kepada diriku sendiri. "Tidak, aku akan lebih menyesal lagi jika membiarkan adikku di cengkraman laki-laki lintah itu. Dia bersedia melakukan ini untukku dan Ayah. Dan aku bersedia melakukan ini untuknya.


Aku membulatkan tekat, mengisi formnya mengupload fotoku dan menekan setuju untuk verifikasinya. Apa aku gila? Perlu kegilaan untuk menyelamatkan adikku secepatnya. Ini masih bisa kuterima.


Aneh, setelah itu aku merasa lebih tenang. Karena aku melakukan sesuatu juga di luar batasku. Dan setelahnya aku lebih bisa berpikir untuk melakukan sesuatu yang lain.


Restoran ini harapanku. Aku harus membuat pemasukan meningkat secepatnya.