
Aku melihatnya bicara dengan seseorang. Seorang pria tua, nampaknya itu bukan Diego, lebih baik aku kembali ke Louis.
"Kemana, kau lama sekali?" Dia menyapaku saat aku kembali ke sampingnya.
"Aku tadi bertemu beberapa kenalan, dan tertahan untuk mengobrol sebentar." Aku kembali ke samping Louis. Ada beberapa orang mengobrol di meja kami.
"Ahh ya ini Diego Hernandez, Asthon ..." Louis mengenalkan beberapa orang tapi aku bertanya apa dia yang dimaksud dengam Diego.
"Ohh Diego yang boss Nathan sebutkan sebelumnya, ..."
"Ahh iya dia incharge di perusahaan lain." Pria seumur Alan itu tersenyum padaku. Aku mempunyai perasaan dia tersenyum padaku tapi mengawasiku sekaligus, rasanya seperti dinilai dari berbagai sudut, dia punya aura menakutkan.
"Nathan mengatakan ada seorang gadis cantik baru bergabung di lingkaran lapis kedua Alan, tak disangka Anda cantik sekaligus mematikan. Kau yang katanya bisa menghajar Enrique Gonzales?"
"Saya tak tahu saya bisa begitu terkenal karena menghajar pencuri itu. Dia hanya pemalas yang terlalu banyak vodka, tentu saja aku bisa menghajarnya." Aku tertawa lepas untuk mengatasi kegugupanku berhadapan dengan anggota lingkar senior ini.
"Pintar, cantik, berkelahi melawan pria pun bisa menang... Anda adalah wanita yang sangat sulit ditemukan." Dia memujiku. Tidak juga banyak agen yang pandai berkelahi, walaupun ya jarang yang blonde sepertiku.
"Dia berbohong, dia memang mau menghajar Gonzales itu." Louis tidak mendukungku sama sekali. Aku cuma bisa tertawa sekarang.
"Alan bercerita padaku dia mendapatkan bantuan yang dia butuhkan di wilayah Barat, aku senang dengan regenerasi ini. Kami yang hampir pensiun ini perlu banyak bantuan orang muda." Walau dia masih tahap menilai dia nampaknya belum mencurigaiku sekarang.
"Anda kelihatannya masih muda, bisa bekerja sampai 30 tahun lagi, nampaknya pensiun belum berlaku setidaknya 20 tahun lagi." Aku meladeninya bicara, tapi aku ingin segera mengirim fotonya ke tim pencari data. Aku akan mencari kesempatan nanti memberi tanda.
Sementara ruangan menjadi tenang karena ada pidato dari Komisaris Utama Garcia Int dan memberiku kesempatan diam-diam mengambil foto untuk menandai target karena kami semua sedang duduk.
Aku melihat ke arah lain, tanpa kusangka aku melihat seseorang yang kukenal disana. Seorang dari kasus sebelumnya, putri Roger Ailes yang terlibat kasus penipuan scam 7 tahun lalu, dimana aku masih seorang agen junior, dia menempel di lengan Nathan. Ayahnya dipenjara karena kasus penipuan tapi uangnya dilarikan ke overseas. Dan Ayahku termasuk korban investasinya itu.
Dan sekarang rupanya dia jadi salah satu investor yang terdaftar di wilayah Barat. Aku dengan cepat membenci latar belakangnya. Bukan target utama tapi aku pernah menyelidiki ke perusahaan mereka di Las Vegas, sudah tujuh tahun lalu. Roger Ailes, dia tidak pernah mengenalku.
"Kenapa kau mengenal wanita itu?"
"Hmm... hanya keluarga penipu rendahan. Anak Roger Ailes, 11 tahun lalu melarikan hasil uangnya ke overseas, dipenjara 30 tahun, aku menemukan dia punya putri seumurku, dan sejak itu mengikutinya di sosial media, selama beberapa saat keluarga mereka low profile, 10 tahun berlalu, sekarang dia bertingkah seperti celebrity. Ayahku pernah termasuk korban penipuan investasinya. Sekarang anaknya memakai uangnya untuk menjadi salah satu investor besar disini, sementara Ayahku menjadi depresi sesaat karena kehilangan banyak uangnya, dia berencana menjamin kuliahku dengan uang itu dan akibatnya aku harus mencoba mencari beasiswa untuk meringankan bebannya dan hidup enak dari uang orang lain. Rendahan... Mungkin dia sedang mengincar Nathan untuk dijadikan mangsa." Aku mengecamnya terang-terangan sekarang.