
Dia hanya bersama denganku disana dan orang tua kami, apa yang dia cari sebenarnya. Aku tak mengerti, dia belum mendapat pencerahannya nampaknya sehingga dia dengan senang hati berlibur denganku. Aku akan membiarkannya begitu...
"Guilio, kau sudah disini." Mamma muncul di restoran dan sudah berganti pakaian, dia kelihatan gembira, bagaimana tidak gembira, dia sudah menantikan hari ini.
"Zia, aku akan menemani kalian."
"Tentu saja kau juga salah satu pemilik. Kau juga bisa diandalkan jika Lucas sombong itu mengusir kami karena tidak terima dikalahkan."
"Tentu saja Zia, kau bisa mengandalkanku untuk urusan hajar menghajar."
"Aku masih menunggu Antonio dan Roberto sebentar lagi." Mereka adalah dua orang yang bertanggung jawab untuk penilaian, Roberto akan jadi manager lahan baru ini. Setelah ini dia akan mulai mengatur standar perkebunan disana.
Tak lama kami sampai di lahan baru kami dengan dua mobil. Rumah Lucas sudah didepan kami. Ibu yang antusias turun pertama kali.
"Apa Tuan Bova sudah mengatakan kita akan datang jam dua?" Ibu bertanya padaku.
"Iya, surprisenya belum diberitahu Mamma, kau boleh mengetuk pintunya duluan." Mamma tersenyum lebar sekarang.
"Zia, perlu kugandeng..." Sekarang Guilio menawarkan lengannya.
"Tentu saja..." Aku tersenyum melihat Ibu menerimanya. Dia berdiri di samping Guilio di depan pintu sementara aku dan para managerku berdiskusi di belakang. Membiarkan Mamma yang membereskan perkenalan ini.
Bel dibunyikan kemudian. Tak lama kemudian pintu dibuka.
"Nyonya Minetti, apa yang kau lakukan disini?" sekarang nampaknya Lucas tak percaya siapa yang muncul di depan pintunya.
"Kau bercanda, kebunku dibeli oleh Fabricio Bova dari Napoli, aku tak menjualnya pada kalian."
"Ini surat kuasa dari Fabricio Bova, kenapa kau tak baca sendiri ada nama putriku disana. Kami berencana merobohkan rumahmu dan membuat winery. Aku kesini membawa orang memeriksa kebunmu, jika pekerjaanmu jelek harus segera diperbaiki segera oleh pekerja putriku."
Ibu membanggakanku selalu, menyebut pemilik perkebunan Ayah adalah aku, dulu dia merasa bersalah melepaskan kebun dalam kondisi tak terurus sekarang dia selalu mangatakan bahwa aku pemiliknya, aku senang bisa membuatnya bangga.
"Tuan Lucas, jika kau tak percaya teleponlah sendiri Fabricio Bova. Kau akan dapatkan kebenarannya segera." Guilio ikut membela Ibu sekarang.
"Aku akan meneleponnya di depan kalian..." Istrinya sekarang ikut keluar sementara suaminya mengambil ponselnya.
"Kenapa kau disini."
"Mengecek tanahku Valeria... Aku sudah membeli tanahmu dan akan segera membangun winery dan restoran baru disini."
"Kau pasti bercanda. Yang membeli tanah kami pebisnis dari Palermo." Mereka tak akan percaya hingga bicara ke Bova sendiri tentu saja, kekalahan mereka dari Ibu sulit diterima.
"Aku akan menelepon Tuan Bova." Dia sudah mengambil ponselnya dan menelepon dengan loudspeaker.
"Tuan Bova, Ini Lucas dari Linguaglossa, disini ada orang yang mengaku membeli tanahku, aku ingin tanya kenapa mereka bisa membawa surat kuasa bahwa mereka bisa melakukan pemeriksaan atas namamu."
"Ohh, keluarga Minetti. Iya, mereka yang memegang surat kuasaku. Mereka yang akan melakukan penilaian dan tolong izinkan kontraktor mereka melakukan survey mereka nanti."
"Nah, kau sudah dengar? Tuan Bova, ini nyonya Minetti, dia dari tadi tidak percaya pada su" Ibu tersenyum lebar sambil melirik balik ke arahku, dia nampaknya sangat menikmati moment kemenangannya ini.
"Anda menjualnya lagi ke mereka?! Kenapa Anda bodoh sekali..." Dia mulai mengeluarkan kata-kata yang tidak pada tempatnya sekarang karena kesal.