
POV Nathan.
Dia tertidur di lenganku di penerbangkan Milan ke Catania itu. Kasihan pasti dia lelah dengan penerbangan panjang itu. Gadis tangguh ini sudah melewati banyak hal.
Dia tidak mengharapkan apapun padaku. Aku tak menyalahkannya tidak mempercayaiku, hubungan kami awalnya memang dimulai dari saling menyelidiki satu sama lain, dia punya banyak hal yang dia belum selesaikan, punya banyak hal yang menganjal dalam hidupnya, aku tak akan memaksanya menjadi apapun disini, aku hanya ingin membuatnya gembira. Gadis lain mungkin langsung berharap banyak, meminta komitmen, tapi dia puas hanya menganggap hubungan kami teman baik, bahkan tak protes saat aku mengatakan agar dia pura-pura menjadi kekasihku.
Mungkin pengalamannya mengajarkan bahwa aku adalah sesuatu yang sulit untuk dicapai, juga dia menganggapku terlalu tinggi seperti Tyson. Aku paham pemikirannya dan akan mendukungnya saja dan membiarkannya menyelesaikan urusannya dulu nanti. Tapi tidak, aku tak akan membiarkan pikirannya menduga aku mempermainkan dan hanya ingin balasan darinya, aku akan memberitahunya di Catania bahwa aku ingin dia menjadi kekasihku yang sebenarnya, bukan hanya pura-pura...
Sekarang melihatnya gembira membuatku tersenyum juga. Aku menyayanginya dan akan membuat gadis yang kusayangi bahagia. Walaupun didepan banyak hal yang ingin dia dapatkan dengan tangannya sendiri, saat ini aku hanya ingin dia menikmati liburannya. Beristirahat sejenak dari semua pekerjaannya dan pikiran rumitnya.
"Kita sudah sampai, bangunlah ..." Aku memberitahunya dengan menepuk kecil pipi halusnya.
"Ehm...sudah sampai?” Dia mengerjab dan terlihat kebingungan melihat sekelilingnya, dia menempuh perjalanan lima jam lebih lama dariku. Aku kasihan padanya, aku akan membuatnya ke New York dulu saat pulang nanti. Tidak dengan penerbangan satu hari full seperti ini melintasi dua benua.
“Dalam sepuluh menit kita akan mendarat. Kau mau makan sedikit dulu?" Aku menawarkannya pastry yang kami dapat di pesawat.
"Ehm aku mau makan pasta saja, makanan pesawat tidak enak, kau bilang pasta mereka enak. Jauhkah tempat mereka?"
"Tidak sampai sejam perjalanan nanti."
"Aku tak sabar sekarang. Aku makan sedikit saja di perjalanan nanti." Senyumnya membuatku ikut tersenyum.
Kami menyewa mobil di bandara, dan Howard satu-satunya yang mengikuti kami sementara yang lainnya cuti yang mengemudi menuju daerah pertanian indah di Linguaglossa, sudah lebih dari tiga kali aku datang kesini sebelumnya. Pemiliknya adalah Monica Minetti teman kecilnya Guilio sekaligus calon istrinya. Bahkan kabarnya mereka sudah memiliki calon bayi, nampaknya mereka sangat berbahagia sekarang.
"Ini benar-benar indah." Dia terpesona dengan pemandangan saat kami mendekati tempat penginapan kami, tak sekalipun merasa lelah nampaknya. Kebun anggur luas memanjakan mata dan di ujung bukit lainnya adalah perkebunan olive. "Ini semua milik mereka?"
"Iya, ini milik Monica, dia yang menjalankan perkebunan ini. Ini warisan Ayahnya Monica, tapi Guilio juga punya saham disini."
"Astaga pertanian ini luas sekali, dan hotelnya pasti punya pemandangan luar biasa. Tempat ini sangat luar biasa." Dia terlihat antusias, dia duduk didepan bersama Howard agar punya pemandangan terbaik, senyumnya mengembang sempurna disini, tampaknya mimpinya memiliki perkebunannya sendiri itu sangat mempengaruhinya sekarang. Matanya berbinar-binar dan dia bahkan membuka jendela mobil kami untuk melihat lebih dekat.
Kami sampai kemudian di penginapan Monica, Monica sendiri menyambut kami.
"Nathan, akhirnya kau datang." Monica yang selalu ramah ke tamu-tamunya mengulurkan tangannya memelukku dengan hangat.
"Kalian yang terakhir, Philip dan Hisao sudah datang kemarin. Mereka entah kemana, aku tak tahu kurasa sudah berada diujung kebun atau di kota. Dan ini adalah Kate bukan, kekasihmu... senang bertemu denganmu. Guilio akan datang sebentar lagi ..."
"Senang bertemu denganmu juga...Aku mengucapkan selamat dulu untuk kalian dan bayimu." Gantian Kate yang memeluknya sekarang.
"Ahh jadi rupanya kalian sudah tahu." Monica tertawa bahagia sekarang, calon pengantin dan Ibu bagi Guilio ini terlihat menikmati detik-detik pernikahannya.
“Ahhh, kau, ... pemuda tampan. Nathan, akhirnya kau kembali kesini.” Sekarang Ibu Monica yang ternyata masih ingat denganku.
"Kalian sudah makan siang?"
"Belum katanya restoranmu paling terkenal disini, aku melaparkan diriku." Kate yang langsung menjawabnya, Monica langsung tertawa.
"Benar sekali Ibuku ini koki utamanya jika kau belum tahu. Ayo-ayo kita makan, kalian pas sekali datang pas makan siang. Biarkan staff yang mengurus koper kalian. Mattia, tolong koper mereka ke kamar VIP 10,..." Monica menyuruh yang lain membereskan bawaan kami sementara dia membawa kami ke restorannya.
Tak lama Guilio datang rupanya bertepatan dengan Philip dan Hisao kembali dari kota, mereka juga datang dengan istri-istri mereka.
Sementara para wanita berceloteh dengan riang, berkenalan satu sama lain, kami semua bergabung satu meja.
"Akhirnya kau membawa seseorang kesini, Kate ini yang kau bilang agen yang mengikutimu? Akhirnya kenapa bisa jatuh ke pelukanmu? Kau tak takut dia membunuhmu?" Guilio bertanya dengan heboh sehingga semua orang tertawa. Tentu saja kami memisahkan diri dari group wanita.
"Kau tak pernah membawa wanita jika kau tak serius dengannya, kau membawanya sejauh ini berarti kau serius dengan ini?" Hisao sekarang yang bertanya.
"Iya, aku masih berusaha. Dia cukup sulit, banyak hal yang belum memungkinkan kami untuk terang-terangan bersama sekarang, tapi ya aku serius dengannya. Jika tidak aku tak mungkin mengenalkannya pada kalian."
"Dia agen? Benarkah? FBI, CIA, atau mungkin Interpol. Kita semua bisa jadi target penyelidikan setelah ini setelah kau membawa agen pemerintah kesini." Philip langsung bertanya dengan penasaran.
"Dia FBI, white collar crime, dia dikirim oleh lawan politik partai lawan di NY yang sedang berusaha mencari tanda jasa, kalian tahu sekarang sedang pemilihan walikota NY, nah dia dikirim oleh aliansi itu, tapi jadi bumeerang sekarang, karena kekasihku itu ternyata mengetahui rahasia kotor lawan, jadi sekarang di NY kami sedang membuat headlines berdasarkan itu. Dia sekarang menjadi timku, dan kontribusinya kali ini akan membuatnya masuk ke lingkaran yang diperhitungkan di NY." Aku menjelaskan apa posisi Kate sekarang kepada mereka sehingga mereka tak perlu takut walaupun dia adalah agen pemerintah.
"Aku membacanya sekilas kemarin di New York Times? Anak gelap yang dibuang bukan? Seperti kisah skandal drama opera sabun."
"Bagaimana dia bisa tahu?" Aku menceritakan kisah siapa temannya yang adalah anak calon walikota dan bagaimana kami mempunyai berita skandal ini akhirnya . Mereka semua mengangguk mengerti.
"Dia berambisi besar menumbangkan dominasi Callaway di kantornya, gadis yang sangat berani."
"Hmm.... semua wanita kita itu punya ambisi mereka masing-masing. Kita tidak pernah tertarik dengan barbie girl penyuka mobil mahal." Semua orang tertawa.
"Kecuali Guilio yang tidak pilih-pilih." Hisao menuding Guilio. Semua dari kami tertawa lagi sekarang, meninggalkan Guilio yang tak bisa bicara karena kami semua menertawakan kelakukan masa lalunya yang terlibat dengan banyak wanita.
"Hei kalian aku sudah mendapatkan pencerahan. Aku akhirnya berakhir dengan wanita baik dan kupercaya." Guilio yang suka bicara dan paling ramai ini membela dirinya sekarang dan tak terima tudingan kami.
Aku sebenarnya adalah agen CIA, tentu saja teman-temanku tidak tahu aku adalah agen CIA, kami tak membuka siapa diri kami ke pada siapapun untuk keamanan mereka sendiri. Berkat hubunganku dengan gangster-gangster ini aku bisa mengatur banyak hal soal operasi CIA di luar negeri, menyelesaikan banyak masalah penyusupan, menyamarkannya menjadi perjalanan bisnis ke perusahaanku, meminta bantuan dengan jalur tak resmi ke orang lokal, karena orang-orang ini adalah orang yang mempunyai 1001 macam cara untuk mengatur semuanya menjadi baik melalui jaringan mereka.
Dan perusahaan investasi tersembunyiku adalah perusahaan gelap yang mengatur pelarian uang, pembentukan perusahaan cangkang palsu dengan imbalan 3% dari seluruh dana yang akan digelapkan dan diinvetasikan, penggelapan harta dan penghindaran pajak dari para millionaire, pejabat , reinvestasi, permainan pasar modal, banyak rahasia yang ada di perusahaanku. Itu tak terdaftar atas namaku tentu saja.
Itu terdaftar sebagai kantor hukum biasa di US, perusahaan sebenarnya ada di negara-negara tax heaven. Dan yang mengetahuinya memegang rahasia kami dengan erat karena mereka juga tak mau rahasianya mereka terbuka. Itulah bagaimana aku menjadi asset penting di belakang layar, aku sangat menghindari muncul dan menjadi sorotan di acara manapun. Tapi mungkin ada yang akhirnya penasaran padaku, karena aku punya akses ke pengawal-pengawal khusus itu.
Tapi diluar firma hukum itu, semua bisnis yang terdaftar atas namaku adalah legal.
"Kami doakan kau menyusul secepatnya, dan masalah gadismu itu cepat beres, ganti kau yang mengundang kami ke pernikahanmu, supaya semua dari kita punya anak-anak segera menyusul Giulio dan Philips.”
Semua dari kami adalah teman bisnis, sahabat antar negara,saling kenal dan membantu satu sama lain. Mereka juga mengenalkan orang-orang yang menjadi klienku. Jaringan kami adalah jaringan antar negara. Penghindaran pajak, perusahaan cangkang, semua millionare melakukannya. Seperti kata Guilio, we are Italian, we don’t pay tax. We’re Catholic. Semua orang menertawakan idiom soal penghindaran pajak besar-besaran di Itali itu.
Aku melihatnya Nathalie alias Kate yang tertawa diluar sana bersama teman-temannya. Semoga semua di NY nanti akan cepat selesai dan dia menyelesaikan semuanya. Semoga semua urusannya cepat selesai, aku akan menunggunya.