The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 23. You Will Pay 1



 


Berbeda dengan rencana  kami sebelumnya, Tuan Armando membebaskanku untuk mengatakan apapun. Karena ini akan menjadi bukti kriminal dan bisa menyebabkan ditahannya Andriano Gianni. Dan saat ini Valentina sudah meninggalkan  Italia,  dan tak ada sesuatu yang bisa menahanku untuk mengatakan pria sadis ini  bangsat. Pria ini menggunakan kekerasan dan uangnya untuk membuat semuanya bekerja sesuai dengan keinginannya.


“Adikmu membayar bunga  yang kuhentikan, jadi sekarang kau memilih mengambilnya dariku. Padahal aku sangat  suka padanya. Dia  gadis yang patuh.” Dua orang pria ada dibelakangnya.  Itu tukang pukulnya dan pengawalnya.


“Kau pikir aku akan memberi adikku untuk kau pukul begitu.  Kau pikir dia benda  yang bisa kau  gunakan untuk kepuasanmu?!  Laki-laki bang*sat! Lintah darat! Peme*rk*osa, psychop*ath rendah, aku akan membunuhmu sekarang!” Sekarang aku berusaha memukulnya, Tuan Armando mengatakan aku bisa melakukan apapun yang kusuka jadi sekarang aku ingin balas memukulnya dengan tanganku sendiri. Dia menangkap tanganku  sekarang.


“Ohhh jadi kau ingin menukarnya dengan Ayahmu?! Suruh  dia kesini mengantikan adikmu masuk penjara. Atau kau yang ingin mengantikan adikumu melayaniku? Kau boleh juga, walau kau tak secantik adikmu, tapi kau suka melawan. Orang yang melawan lebih menarik sebenarnya, lebih baik daripada memasukkan Ayahmu  ke penjara.”  Aku menarik tanganku.


“Laki-laki  murahan. Kau akan membayarnya.”


“Dengan apa kau akan membuatku membayarnya cantik....” Dia tersenyum sinis kearahku.


Tepat disana Tuan Armando masuk.


“Lebih tepatnya  aku akan membuatmu membayar ini Tuan Adrianno Gianni.” Dan Tuan Armando masuk dengan pengawalnya yang lain. “Kau akan ditangkap  segera karena mengakui kejahatanmu menahan  seorang gadis karena skema loan sharking. Kau sudah mengakuinya sendiri  tadi. Bukti-bukti akan segera ditambahkan segera.” Sekarang Adriano terlihat kaget. Bahwa ada orang lain yang tahu pembicaraan kami. Pengecut ini hanya berani ke wanita dan orang tua yang tak tahu cara melawannya.


“Siapa kau?!”


“Aku pengacara Nona Elizabetta Carnalis. Sekarang lebih baik kau pergi dari sini dan jangan mengganggu klienku.”


“Pengacara? Kau pikir aku tidak berani menghadapi pengacara sepertimu.”


“Tuan Gianni, tak usah berkoar-koar didepanku. Jika  kau ingin menghadapiku sepertinya kau harus punya persiapan lebih. Jika kau  berani mengancam klienku lagi, kau akan tahu bagaimana satu Italia mengutuk kekuasaan Gianni, bukan kau yang merasakan  akibatnya tapi juga kepala keluargamu. Hati-hati dengan langkahmu mulai sekarang, dan selamat, kau sendiri yang datang kesini dan mengatakan semua itu tadi, kau sudah mengakui sendiri kejahatanmu.” Andriano Gianni diam nampaknya dia tahu bahwa  targetnya kali  ini bukan hanya dia tapi nama besar Gianni di Italia.


“Kau pikir kau bisa bermain begitu didepanku. Siapa yang membayarmu hah?!”


 “Aku hanya bertindak demi hukum yang adil  Tuan Gianni, kau pikir  dengan kekayaan  dan pengaruh keluargamu kau bisa meniadakan hukum dan  bertindak semaumu.  Kau akan  banyak belajar setelah ini. Sekarang keluar dari sini! Atau aku akan memanggil polisi langsung ke sini.”


“Kau akan tahu akibatnya melawanku.” Bukan Gianni namanya kalau dia tidak mengancam balik.


“Ohh kita lihat yang dapat akibatnya siapa.” Tapi Tuan Armando juga bukan orang yang bisa diancam cecungguk macam dia.


Adriano Gianni   keluar setelah selesai mengancam. Nampaknya dia juga tak  berani bertindak sembarangan karena tahu aku didampingi oleh kekuatan hukum sekarang. Aku melihat orang  itu dengan kebencian memuncak. Tak sabar melihatnya di penjara segera.


“Besok Nona ikut aku untuk pelaporan kriminalnya.  Penangkapan kriminal ini akan jadi headline yang menarik di media massa. Kita akan langsung menghancurkannya...”


“Apa akan ada tukang pukul Gianni nanti  datang  kesini.”


“Ohh begitu kasus ini masuk ke media dia tak akan berani di sorot macam-macam, semangkin disorot berarti ada akan dalam spotlight terang dan tenang saja banyak musuh Gianni yang akan sukarela membantu kita nanti.”


“Musuh Gianni membantu kita?”


“Benar sekali Nona, politik itu baik di depan, belum tentu di belakang. Semangkin tinggi dan kuat posisi seseorang, semangkin banyak orang dibawah yang akan mencoba mengoyahkan  pokoknya.  Anda tenang saja, jika dia berani membawa orang kesini, ada tinggal merekamnya dan dengan itu kita akan  pastikan dia membayar plus Anda tahu semua orang akan tahu restoran ini. Tapi konsen Tuan Bova  adalah keamanan Anda, jadi aku akan meninggalkan tiga pengawal ini bekerja padamu. Mengikutimu kemanapun, perintah mereka sudah jelas. Artinya kau harus menyediakan akomodasi untuk mereka juga dirumahmu juga. Ini Ugo, Gian, dan Carlos. Mereka akan memastikan keselamatanmu. Mengawalmu. Satu akan menjadi sopirmu, dan dua lainnya akan mengikutimu dengan mobil mereka sendiri.”


Ahh jadi  tiga orang bertubuh tegap ini yang dibawa Tuan Armando ini akan jadi pengawalku.


“Kau punya kamar dirumahmu Nona, kata tuan Bova rumahmu cukup besar.”


“Aku punya. Satu orang satu kamar?”


“Ohh  tidak Nona, yang penting kami bisa beristirahat saja. Tugas kami memastikan keselamatanmu, bukan menyusahkanmu.  Tenang saja, satu kamar dengan kasur tambahan yang penting kami bisa  berbaring  pun tak apa.”


“Aku rasa aku punya dua kamar yang bisa kalian gunakan.” Baru ini seumur hidup aku mempunyai pengawal. Rasanya sekarang seperti orang penting.


“Terimakasih Nona, itu sangat cukup.”


“Ohh baik Nona, maafkan kami.  Biasanya klien ingin kesan garang dan sangar dari kami. Benar juga akan menggangu jika ada yang sangar di restoran. “ Jika ada tukang pukul berkeliaran di restoranku aku tak yakin tamu-tamuku akan merasa nyaman.


“Kalau begitu aku dan staffku pergi dulu Nona, besok siang sesudah jam makan  siang aku akan menunggumu di kantor polisi. Aku akan mempersiapkan semua  buktinya. Dan kita  akan membuat Andriano Gianni itu ditangkap. Sebenarnya dia melakukan kekerasan bukan kepada kalian saja, banyak pebisnis  yang sudah merasakan mereka diancam begitu rupa dan berakhir sepertimu. Hampir kehilangan semuanya.”


“Baiklah.”


Dan baiklah, ternyata menghadapi orang yang punya kekuatan tak semenakutkan bayanganku.


\=\=\=\=\=****\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku di kantor polisi sampai sore, melalui semua proses pelaporan dibantu Tuan Armando dan malamnya  aku harus langsung bertemu dengan salah seorang pemilik penginapan didekat hotelku untuk membicarakan kerjasama. Diantara itu Bova meneleponku.


“Kau baik-baik saja.” Senang ada yang bertanya apa kau baik-baik saja. Rasanya punya teman lagi  setelah sekian lama punya perasaan aku akan menghadapi ini sendirian. Belakangan kupikir akan ada lingkaran teman-teman dan keluarga  yang loyal nanti. Aku akan menemukan mereka, mengelilingi hidupku dengan orang-orang baik dengan berbuat baik, tak perlu takut  tak punya pendamping hidup. Itu bukan kiamat.


“Hmm, baik. Sampai sore di kantor polisi, sebentar lagi aku akan bertemu klien. Tapi Valentina sudah sampai di NY, membereskan tempat  tinggal sementaranya. Aku  jadi tenang.”


“Jangan terlalu lelah, jaga kesehatanmu.” Apakah Fabricio Bova ini memang begini manis pada temannya. Kadang aku bertanya, tapi anggap saja  begitu, bagaimanapun dia menjaga investasinya agar bisa menjatuhkan lawannya. Dan akhir Minggu aku harus jadi teman baiknya di ulang tahun Ibunya.


“Ohh ya tiketmu ke Palermo, sudah dipesan. Kita bertemu Jumat sore jam enam di bandara okay.”


“Baiklah. Aku tinggal di hotel bukan?”


“Rumah Ibu ada guest housenya, rumah utamapun banyak kamar, kurasa dia tidak akan mengizinkan kau tinggal di hotel.”


“Baiklah, asal aku tak tinggal bersamamu sekamar dan seranjang, itu akan baik-baik saja.” Dia tertawa disana.


“Jika kau seranjangpun denganku, kujamin kau tak akan menyesal Vanilla.” Dia mulai lagi menggodaku dan memanggilku Vanilla.


“Kujamin kau yang akan menyesal Don Juan.”Aku mengancamnya balik. Aku tak mau menambah keruwetan hidupku dengan pria anti komitmen ini. Aku terlibat dengannya karena  Gianni, jika dia mau berteman, maka hanya teman yang akan terjadi.


“Ohh ayolah, kemarin kau tak mau melepasku pergi.”


“Kau pasti mengarang itu. Aku tak percaya padamu.”


“Biasanya orang mabuk itu bicara  paling jujur, aku percaya kemarin kau jujur.  Aku jadi merindukan pelukanmu sekarang, jika kau menginginkan aku kau bisa langsung bilang padaku. Temanmu yang baik hati ini tidak akan protes apapun.” Dia masih berusaha menggodaku, tapi aku tahu dia tak serius dengan godaannya. Jika dia serius dia akan langsung datang membawa bunga, memperlakukan  semanis-manisnya sehingga aku meleleh. Tapi ini dia tak berusaha apapun, hanya bicara untuk membuatku tertawa. Kurasa dia hanya sedang menghiburku.


“Bicaralah semau-mu. Aku tak perduli. Kau sudah selesai, tamuku kurasa akan datang  sebentar lagi, segeralah cari sugar baby baru, berikan dia parfum Vanilla agar dia bisa menjadi Vanillamu.”


“Kau akan menyesal nanti.” Dia masih berusaha menggodaku.


“Aku tidak akan menyesal  Don Juan. Kututup teleponnya sekarang.”


“Jika ada kesulitan telepon oke.” Dia menutup teleponnya dengan manis. Aku kadang merasa tersanjung oleh perlakukuan Don  Juan ini.


“Iya, terima kasih tampan. Kau terbaik di alam semesta...” Dia tertawa  dengan pujian yang berlebihan itu.


“Bye,...”


“Bye...”


Dan pertemuanku berjalan lancar kemudian. Jam makan malam ramai, dan aku mulai berpikir. Jika dengan kasus ini aku mampu meningkatkan namaku, mungkin aku akan bersedia menerima investor, dan nampaknya Bova banyak punya kenalan yang tak keberatan untuk melakukan investasi. Itu akan berarti kerja keras, tapi aku suka kesibukan, membantuku melalui banyak hal  dan akhirnya aku ingin membuktikan kepada Javier aku juga tak perlu  dia lagi.


Aku ingin bisa melupakannya secepatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=****\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=