
Yang aku tahu dia berkata akan memerlukan bantuanku di makan siang dan makan malam di hari yang sama.
Tapi kenapa jadwalku terbooking di 3 hari penuh. Apa dia tidak sadar dia harus membayarku 3 hari penuh juga. Aku baru membaca jadwalku yang telah diupdate oleh assisten okiya.
"Mayumi, bukannya acaranya Sabtu siang, kenapa aku dibook sampai Senin." Dan berakhir aku menelepon Mayumi karena penasaran setelahnya.
"Saya tidak tahu Setsuko-san, saya dipesan membook jadwal Anda sampai Senin. Mungkin ada acara lain yang memerlukan kehadiran Anda. Semacam acara tidak resmi."
Mayumi tidak tahu, aku juga malas menelepon Hisao. Biarlah, asal dia tahu bahwa aku tidak bisa di sentuh-sentuh seenaknya, mungkin dia mencoba membawaku ke acara non-formalnya.
Aku tiba di sana Sabtu jam sembilan setelah naik kereta dua setengah jam dari Kyoto, dengan masih mengantuk sehingga di sepanjang perjalanan yang aku lakukan adalah tidur, karena jadwalku baru selesai jam dua malam sebelumnya. Hari ini akan panjang karena aku juga akan bekerja sampai malam. Entah ada acara apa pada hari Minggunya. Tapi aku baru dijadwalkan kembali Senin sore ke Kyoto.
Sopir sudah menjemputku di stasiun dan menuju ke rumahnya. Sabtu bukanlah waktu bekerja, ini kunjungan rumah dan makan siang non formal.
Aku sampai ke rumahnya kemudian di Minato-ku. Rumah dengan gaya modern itu asri.
"Selamat siang Setsuko San, saya Kento Kanagawa, saya pengurus utama. Saya akan membantu menunjukkan kamar Anda." Dia membungkuk padaku memperkenalkan dirinya dan kemudian membantuku dengan seorang wanita membawakan tas dan koperku ke lantai dua.
"Tuan Hisao bilang kau bisa mengambil waktumu untuk istirahat dan bersiap, dia akan menunggumu jam 11.30 di ruang tengah nanti." Ahh syukurlah. Aku punya waktu lebih menghilangkan mata pandaku.
"Nona sudah makan, di ruang makan ada makanan tersedia. Tapi jika Nona mau makan di kamar Nanao akan mengambilkannya untuk Nona."
"Ahh bisa nanti jam sepuluh, bisa bawakan aku sedikit l onigiri? Aku minta tidak diganggu sebentar."
Aku bisa memanfaatkan waktuku untuk bersiap-siap. Mandi dan memakai sesuatu untuk memperbaiki mata pandaku. Jam 11 aku sudah siap menemui Hisao.
"Hisao-san, senang bertemu denganmu lagi."
"Setsuko-san, kau sudah siap? Makan siangnya akan casual saja, kebanyakan teman-teman selevelku." Wajahnya kelihatan cerah hari ini.
"Iya, Mayumi-san sudah memberitahu saya."
"Bagaimana perjalananmu?" Tampaknya dia sedang baik hati dan tidak berusaha membuatku marah hari ini. Sikapnya tidak angkuh lagi. Biasanya dia terlihat sebagai orang penting yang suka menunjukkan dia berkuasa.
"Baik, saya tadi tiba jam sembilan."
"Semalam masih bekerja."
"Jadwal saya seperti biasanya." Dia mengangguk. Kenapa dia jadi baik hati sekarang.
"Hmm, Setsuko-san.. hari ini bagaimana jika kita menjadi teman saja. Aku tak mau dianggap terlalu angkuh didepan teman-teman seumurku, kau jangan mengaku menjadi pendampingku. Anggap saja kita menjadi teman dekat tapi tentu saja kita tidak pacaran. Bisa aku memina begitu ?"
"Ohh baiklah. Saya tidak punya masalah." Dan dia meminta dengan sopan menjelaskan maksudnya dengan baik sekarang. Biasanya dia akan memberikan perintah seperti bossman kaku.