The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 82. Kimiko Yamasaki 16



Karena aku dikenalkan sebagai assisten aku memakai baju formal. Kami bertemu disebuah restoran sushi di daerah Ginza Tokyo. Distrik termahal di Jepang yang harga satu meter persegi tanahnya adalah 10 juta yen. Pusat berbagai brand internasional, café, klub, restoran department store terkenal.



Seorang pria atletis muncul didepanku bernama Philip Leung sama seorang wanita cantik mungil yang kelihatannya ramah. Aku langsung menyukainya dia punya senyum yang cute dan manis. Namanya Franda, dia sangat ramah.  Dia yang pertama mengajakku bicara dan kami entah bagaimana langsung bisa bicara seakan kami adalah teman lama, saat pria bicara kami  juga terlibat  pembicaraan kami sendiri, empat hari ini walaupun aku di Hongkong jadwal Hisao beberapa adalah pekerjaan nampaknya aku menemukan teman diHongkong.


Walaupun aku belum mengatakan siapa sebenarnya aku, aku hanya mengenalkan diri sebagai assisten Hisao.Tapi sepertinya dia bisa menebak aku lebih dari seorang assisten.


“Brother Guilio, lama tak bertemu.” Tiba-tiba aku mendengar nama teman Hisao disebut. Pria tampan yang di foto itu. Kami berdua berbalik dari duduk kami melihatnya yang baru datang.


Pria Italia itu benar-benar mempesona, tinggi, proporsi tubuh yang mempesona, dan warna matanya membuatmu terpukau begitu saja memandangnya.


“Beautiful ladies, senang bertemu kalian.” Franda dan aku terpukau dengan senyumnya. Jantungku berdetak kencang, sesaat kami hanya  memandangnya seperti  gadis bodoh yang terpesona pada ketampanan Casanova yang melegenda. Saat melihat senyumnya aku tak bisa tak tersenyum padanya, aku bahkan lupa sopan-santunku sebagai  assisten.


“Saya Franda,  senang bertemu Anda.” Kata-kata Franda membawaku ke kenyataan dimana aku sekarang berada dan apa posisiku.


“Saya Setsuko, senang bertemu Anda.” Kali ini setidaknya aku masih bisa mengucapkan salam yang pantas, walaupun jantungku yang masih berdebar  keras tak berhasil menghentikan senyum terpesonaku pada Guilio ini. Dia pasti diciptakan dengan formula paling premium, sehingga dengan dia melihatmu saja kau bisa merasakan jantungmu  berdetak  tak terkendali.


“Ohh  rupanya semua laki-laki disini sudah menawan hati kalian. Senang bertemu kalian ladies.” Dia akhirnya meninggalkan  kami untuk bicara sesama laki-laki lagi, tapi kerusakan yang  dibuatnya terlanjur massive, aku  sekarang tak berani  menantang mata Hisao.


“Kau tahu kurasa kita akan mendapat masalah karena tersenyum seperti gadis bodoh yang terpesona  kepada Guilio, tapi  bahkan mukaku panas melihatnya...” Franda  berbisik padaku sambil menutup mukanya sendiri,  nampaknya dia lebih kacau dariku.


“Kau benar, aku juga merasa akan mendapatkan sedikit masalah...” Hisao masih melirik padaku. Aku benar-benar akan mendapat masalah malam ini.


“Kau tahu apa yang harus kulakukan Setsuko.”


“Hmm, bilang saja kau habis makan wasabi. Nona Franda sedikit kecemburuan itu bagus. Artinya  pria itu  merasa memilikimu, tentu saja dengan pria seperti mereka, egonya akan sedikit tersentuh. Kau akan menemukan dia sedikit perhatian nanti.” Aku terkikik melihat Franda masih memegang pipinya  yang merona dan menyembunyikan wajahnya di belakangku.  Sebenarnya kata-kata itu juga berlaku untukku, aku yakin Hisao tersinggung sekarang, tapi tak apa bukan, sedikit rasa cemburu itu perlu, walaupun aku harus membayar harganya.


“Kau jangan membuatku tambah kuatir, setelah ini aku tak mau melihat Guilio  lagi.” Aku tertawa lepas mendengar kata-katanya. Dia belum tahu ada satu lagi pria tampan yang akan bergabung dengan kami besok,  teman-teman Guilio,  para Mafia ini memang mematikan entah bagi para wanita ataupun bagi musuh mereka.