
menggengam erat tanganku sementara kami berusaha mencapai mobil, dua orang pengawal berpakaian sipil sudah menanti kami di bawah basement di pintu keluar. Sementara kerumunan ramai juga berjalan keluar, kami berusaha maju lebih cepat dengan menyelipkan diri diantara kerumunan yang menyelimuti kami.
“Bagaimana mereka bisa mengikuti kita. Nathan menurutmu target mereka aku atau kau?”
“Aku tak tahu,...” Ada banyak hal mungkin mobilnya sudah ditempeli pelacak, atau mungkin mobil pengawalnya, jika dia yang ditargetkan tapi kalau aku yang ditargetkan , apa benar yang menargetkanku bisa meminta orang melacak seperti itu. Jasa pembuntutan seperti itu pasti dikerjakan dalam tim. Rasanya tak mungkin sekelas perempuan itu bisa menyewa orang dengan level begitu tinggi.
“Mungkin mobilmu ditempeli pelacak?” Dia melihatku, apa aku bicara terlalu banyak, tadi aku harusnya diam saja.
“Mungkin saja, kita akan memeriksa segala kemungkinannya.”
Kami sampai ke lift lalu menyelip masuk disaat terakhir, untuk sampai ke basement bawah. Begitu pintu tertutup rasanya cukup lega. Seperti meninggalkan penguntit dibelakang. Kami tak bicara sampai pintu lift terbuka rasanya seabad sebelum mencapai pintu keluar.
“Sir.” Dua orang pengawal yang ikut, sementara John membuntuti orang yang lain. Mobil kami sudah menunggu dan siap untuk berjalan ketika kami masuk diikuti dengan satu mobil yang membawa dua orang pengawal lainnya.
“Nathan aku tak tahu bisnismu selain Garcia Int, apa kau terlibat sesuatu yang berbahaya.” Dia memakai banyak pengawal, harusnya ada sesuatu.
“Mungkin aku bukan orang yang menyenangkan untuk beberapa orang.”
“Siapa maksudmu beberapa orang?” Dia melihatku, berpikir sebentar. “Lebih baik kau tak tahu.” Jawabannya akhirnya membuatku berhenti menerka-nerka. “Kau terlihat tidak takut? Kau yakin kau adalah seorang auditor? Kenapa aku merasa kau lebih cocok jadi petugas polisi.”
“Aku tidak takut?! Aku meminta perlindungan dan pendapatmu? Kau punya pengawal dan pengawalmu sepertinya sangat terlatih. Apa aku harus lari dan minta perlindungan polisi sekarang? Katakan aku akan pergi.” Aku harus berhati-hati agar dia tidak terlalu curiga. Dia hanya tersenyum kecil mendengar jawabanku.
Kami keluar dari gedung parkir dan mengarah kembali ke Cameo Shore, tiba-tiba suara kaca pecah membuatku terpekik.
Dalam lima menit kemudian kami berganti mobil, mobil dibawa sopir, dan kami meneruskan perjalanan ke Cameo Shore. Dalam sebulan ini sudah dua kali aku mengalami kejadian hampir merengut nyawa. Pekerjaanku kali ini nampaknya penuh dengan resiko. Sekali lagi aku mengalami percobaan pembunuhan yang entah ditujukan ke siapa mungkin nyawa cadanganku akan habis.
“Kau baik-baik saja.” Nathan terlihat sibuk dari tadi dengan ponselnya, kami sudah berada di freeway 405. Aku mengetikkan pesan pada atasanku bahwa kami ditembak oleh sniper.
“Baik-baik saja itu definisinya banyak. Masih bersyukur nyawaku masih utuh apa itu termasuk baik-baik saja.” Aku tertawa miris.
Belum sempat dia mengatakan sesuatu, sebuah senggolan dari samping membuat mobil kami kehilangan kendali, aku berteriak panik untungnya aku tak terlempar karena seat beltku terpasang.
“Sial sebenarnya mereka mau mengejar siapa?!”
“Dua sedan Sir. Kiri dan kanan.” Yang mengejar kami adalah dua buah sedan.
“Tetap menunduk di bawah! Howard, aku kanan kau kiri. ” Aku menunduk dibawah sementara angin masuk kedalam karena mereka membuka kaca suara tembakan terdengar. “Bersiap-siap menembak bannya. Rem sekarang!” Aku menundukkan kepalaku. Sementara suara letusan senjata terdengar disampingku secara beruntun. Aku memejamkan mata melindungi kepalaku.Suara berdecit terdengar kemudian, mereka berhasil? Aku tak tahu apa yang terjadi.
“Berhasil!” Aku mengangkat kepalaku begitu ada suara jendela ditutup. Melihat dua mobil itu terpelintir dan melambat disisi jalan untunglah mereka tidak mengakibatkan kecelakaan.
Bagian ini tidak disiapakan untuk kejadian seperti ini, tidak pernah kami menghadapi tembak menembak di jalan begini. Ini seperti film James Bond, aku tidak sign up untuk tugas James Bond seperti ini. Aku minta naik gaji jika nyawaku masih melekat di badan!
“Kau tahu bukan siapa mereka!? Kenapa kau bersikap tenang sekali?!” Aku menatap Nathan memberitahuku apa yang terjadi.
“Bisnis banyak saingan Natalie.”