The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 78. Arthur Kulkov



Siapa yang melihatku sekarang?


Aku dan Sean melihat ke sekeliling kami. Bisa siapa saja diantara puluhan orang yang ada di ruangan ini. Entah dia perempuan atau laki-laki. Walaupun orang yang mengantarkan ini berkata dia perempuan, tapi mungkin yang mengawasi kami lebih dari satu.


Mungkin dia masih ada disini atau mungkin dia telah pergi dari tiga pintu lift di ujung sana setelah mengkonfirmasi siapa yang menerima amplopnya.


"Anda telah dilacak. Mungkin dia akan membuat Anda menjadi umpan untuk mendapatkan Sir Nathan. Karena sir Nathan jelas sulit dicari hanya berdasarkan data yang tertera di indentitas umumnya. Yang jelas tujuannya sebenarnya bukan Anda." Perkataan Sean menyebalkan, padahal kupikir tidak ada masalah lagi sekarang aku harus berhadapan dengan pemburu yang masih mengejarku.


"Dia ingin membalas Nathan secara personal? Apa mereka tidak takut?" Atau mereka tidak tahu Nathan adalah semacam asset yang punya dukungan, mereka menyangka


"Tidak ada yang tahu apa pekerjaan dan siapa Tuan Nathan tentu saja. Saat mereka menyerang Anda kemarin, orang-orang kemarin sebenarnya hanya dua yang terkait dengan KGB yang mengincar Olev, Anda dan Tuan Nathan terkena akibatnya. Kedua Agen itu hanya tahu Tuan Nathan Direktur dari sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan Olev. Satu agen ini keluarganya punya clash besar dengan Tuan Olev. Jadi sebenarnya dua agen KGB itu sebenarnya membuat nama Olev buruk dengan membuat rekan bisnisnya terbunuh. Tuan Nathan sangat marah dijadikan target seperti ini dan berniat membalas dendam ke keluarga itu di Rusia."


Orang-orang yang sangat jahat, mengorbankan orang lain untuk menjatuhkan saingan bisnisnya.


"Ada dua orang yang masih hidup saat itu. Dan ada yang menarik, orang pertama yang kita tangkap itu adalah orang dengan posisi cukup tinggi dalam keluarganya, dan dia adalah masih kebangsaan Rusia. Walaupun mereka hilang tapi jejak orang terakhir yang mereka bereskan mungkin diketahui..."


"Ohhh maksudmu dua agen KGB itu masih hidup...kalian tidak membunuhnya..."


"Ehmm... sebenarnya tidak, tapi dia masih ditahan secara rahasia. Aku akan bicara dulu dengan Sir Nathan bagaimana kita menghadapi ini. Kita lihat apa yang dia inginkan."


Aku menghela napas, terlibat dengan Nathan nampaknya harus bersiap terlibat dengan resiko seperti ini.


Tak ada yang terjadi seminggu kemudian. Pengamananku diperketat, Sean membuat aku harus tinggal bersama pengawal di rumahku. Menerima pengawalan pulang dan pergi. Sejak berada di sekitar Nathan kurasa aku mulai terbiasa dengan semua ini. Pengawalan demi pengawalan...


"Orang yang dibelakang ini tak akan mencelakaimu, dia hanya ingin memberi pesan dia ada. Dan dia ingin mengetahui nasib orangnya itu." Nathan meneleponku kemudian.


"Jadi apa yang harus kulakukan?"


"Kurasa dia akan mengirim seseorang nanti menemuimu. Sebenarnya kami memang menahan mereka untuk tujuan khusus, kami mengecek latar belakang mereka, ada satu orang yang menarik aku akan memanfaatkan ini dan membuat mereka menyesal mengusikku. Kurasa dia akan mencarimu dan bicara nanti, karena dia hanya bisa mencapaimu saat ini." Nathan meneleponku kemudian.


"Ohhh jadi aku hanya harus menunggu."


"Iya... Sementara tetap berhati-hati jangan keluar tanpa pengawalan."


"Nona, ada Alexander Dunov ingin menemuimu?" Kurasa sekarang benar-benar Alexander Dunov yang muncul. "Seperti apa rupanya..."


"Hmm... Kaukasian kurasa, rambut pendek, usia mungkin awal 50 tahunan." Nampaknya ini nama yang benar. Entah nama sebenarnya atau bukan.


"Bisakah kau siapkan ruang meeting kosong dan bawa dia kesana ... Suruh dia menungguku sebentar."


"Baik Nona,..."


Aku sekarang menghubungi Sean untuk menemaniku. Nathan bahkan tidak ada di US sekarang baru akan kembali 3 hari lagi dan yang kulakukan adalah menbawa Sean bersamaku dan menyambungkan Nathan ke conference video call tersembunyi.


Baiklah receptionist itu benar mengambarnya, dia akhir 40 mungkin,Kaukasian, pantas untuk disebut Russian, tebakanku bisa salah karena orang yang punya jambang selalu terlihat lebih tua. Aku setuju dengan itu. Wajah berkharisma itu sama seperti kau melihat Nathan yang diam memperhatikan meeting. Tapi sekarang orang ini adalah musuh.


"Nona Nathalie, senang bertemu Anda. Saya Arthur Kulkov."


"Oh ternyata bukan Alexander Dunov, Tuan Arthur apa yang bisa saya bantu untuk Anda yang mengirimkan saya selembar kertas dengan tulisan 'I see you now'?" Dia tersenyum kecil dan membuatku menebak-nebak arti senyumnya.


"Itu hanya untuk mengkonfirmasi bahwa Anda orangnya. Jika itu membuat Anda takut saya minta maaf..." Arthur ini tidak memulai pembicaraan dengan provokasi. Tentu saja dia tahu diri, salah satu anggota keluarga pentingnya di tahan Nathan.


"Baiklah, saya mendengarkan apa yang ada inginkan sekarang Tuan Arthur..." Aku menjawabnya sementara Sean duduk disampingku. Dan Nathan melihat semua pembicaraan itu dan bisa bicara langsung dengan earphone tersembunyi yang menghubungkan kami.


"Saya kehilangan seseorang, sebenarnya sepupu saya. Dia penting bagi keluarga saya tentunya. Tapi lebih penting lagi bagi Ayahnya dan Ibunya, ini sepupu saya Dimitroff Boyko, ..." Arthur meletakkan sebuah foto di meja. "Ini adalah Ayahnya, seorang petinggi partai, seorang pengusaha, namanya Yoraslav Boyko, Ibunya adalah Bibi dari sisi Ayah saya namanya Natasya Kulkov, saya menunjukkan ini hanya agar Anda yakin saya datang kesini untuk bicara, bukan untuk melakukan memprovokasi..." Dia menunjukkan foto lainnya yang adalah kedua orang tua bersama anaknya. Dia diam saat aku melihat kedua foto itu bersama Sean.


"Dia mengatakan kebenaran." Sean berbisik padaku.


"Baiklah lanjutkan Tuan Kulkov. Anda ternyata orang penting, jadi katakan kepentingan Anda..."


"Saya tahu dia anak nakal, mungkin dia terlibat dengan orang yang salah atau menyinggung orang yang salah... Tapi yang saya ingin tahu apa dia masih hidup atau sudah tewas... Saya harus meluangkan waktu mencari keberadaannya, yang saya sadar kemungkinan besar Anda tahu dimana dia. Saya langsung dengan Anda karena saya tidak mungkin memakai jalur diplomatic biasa, saya ingin duduk bicara, berunding dengan baik, menegosiasikan persyaratan yang kalian inginkan jika bisa agar semuanya berjalan baik, dan jika mungkin anak itu kembali ke orang tuanya..."


"Tanya ke dia, kenapa dia harus mengawasimu jika dia ingin jalan diplomasi." Aku melipat tanganku ke depan dada.