
Aku merasa aneh dengan Nathan, kenapa dia menolakku? Benarkah karena dia tidak ingin mencampurkan pertemananan dan permintaan bantuan, tidak ingin merasa aku membayarnya.
Well, sebenarnya itu manis aku tersanjung. Tapi entahlah, aku tidak bisa mempercayainya sepenuhnya. Benarkah aku dianggapnya sebagai teman...
"Pagi, kau baik?" Nathan menyapaku, dia tiba didepanku saat aku sedang melamun dengan gelas kopiku di ruang makan. Dia turun dengan pakaian joggingnya bersama pria-pria lainnya. Deborah tersenyum melihat masing-masing dari mereka mengambil sarapannya sebelum jogging.
"Baik, thanks..." Aku tersenyum pada mereka. Seperti melihat para prajurit dengan latihan pagi mereka.
"Mau ikut jogging?" John mengajakku.
"Ehhm tidak, aku sedang tak bisa banyak bergerak dulu."
"Ohh ya benar. Aku lupa. Kalau begitu kami pergi lari dulu."
"Aku pergi." Nathan pamit padaku. Dan mereka berempat pergi begitu saja. Punggung mereka dengan cepat hilang dari pandangan kami setelahnya.
"Seperti memberi makan anak-anakku." Aku tertawa pada Deborah yang bekerja di depanku membuat makanan.
"Tuan Nathan mempehatikan Nona nampaknya." Ganti Deborah bicara padaku.
"Benarkah?"
"Kau tak melihat pandangannya? Dia memperhatikanmu."
"Apa Nathan tak pernah membawa wanita ke sini."
"Pernah, Nona Amanda. Itu satu-satunya gadis yang dibawanya kesini. Tapi kudengar mereka putus bukan."
"Hmm... iya." Aku yang menyebabkan putusnya mereka.
"Aku akan berjalan sebentar di lingkungan ini Deborah."
Aku hanya ingin berjalan santai saja di udara yang sejuk ini. Aku turun ke depan setelah mengganti baju dan sepatu.
Jalanan masih sepi, masih pagi. Ada beberapa orang yang ikut keluar jogging bersamaku. Aku melihat ada minibus pekerja proyek di sisi jalan. Dan sisi lainnya kutemukan minibus yang mengangkut laundry, pagi sekali mereka bekerja. Aku melewatinya tapi seperti tak ada orang disana, langsung aku curiga. Ini kendaraan pengintaian.
Mereka benar-benar mengintai. Jadi yang dikatakan Nathan soal pengintaian itu benar. Mereka melihat ada kendaraan mencurigakan tapi belum memastikan.
Kenapa tak ada seorangpun yang memberitahuku mereka mengintai. Apa mereka mencurigaiku sekarang?
Aku melanjutkan perjalanan dan mengetikkan pesan ke bossku.
'Sir, apa kau melakukan pengintaian di sekitar Chicago, di dekat rumah Garcia? Kenapa kau tak memberitahuku.' Lama tak ada jawaban. Aku menunggu dengan kesal.
'Sebenarnya aku sudah tak menangani kasusmu lagi. Kau akan dihubungi kepala unit barumu nanti. Sementara tetaplah disana.'
Dia menjanjikanku promosi ke kepala unit. Tapi dia tidak incharge di unitku. Kenapa aku merasa dijanjikan sebuah omong kosong?! Fu*ck you Reed! Kau menaruhku disini sebagai mata-mata tapi kau tak bertanggung jawab bahkan untuk memberitahuku siapa kepala unit baruku.
Aku berjalan dengan marah. Kalian akan menyesal mempermainkanku seperti ini. Aku berjanji kepada kalian.
Nathan bertemu denganku diperjalanan pulang mereka, sementara aku baru dari taman untuk menenangkan diri, mereka berlari dengan cepat dan berhenti di sampingku. Aku tak memperdulikannya karena masih badmood.
"Ada apa denganmu?"
"Ada minibus proyek dan laundry di lingkungan sana." Aku berbisik kecil sambil melihat kolam di taman itu.
"Sudah kubilang memang ada, kau benar-benar tak tahu?" Aku tak menanggapinya. "Mungkin kau dicurigai. Sementara setelah ini kukirim kau ke LA dulu."
"Fine." Aku makan gaji buta saja, mungkin benar kata Nathan, lebih baik aku jadi kepala auditor saja di Garcia. Aku bisa mengantikan Alan. Lebih berharga daripada diremehkan terus menerus seperti ini.
Aku kembali ke LA, tiga hari kemudian setelah kasusku di Chicago selesai.
Nathan tak ikut bersamaku, aku tentu saja tak tahu dia kemana. Pertaruhan yang kubuat membuatku tak tenang dan tak yakin apa yang akan terjadi.
Apa aku benar mengambil langkah ini, apa aku akan berakhir menjadi auditor di Garcia Int, atau bagaimana jika tiba-tiba Nathan mengkhianatiku dan membatalkan perjanjian kami. Tapi apa lagi yang bisa kulakukan jika posisiku sudah terjepit.
Tak melakukan apapun? Hanya membuatku merasa seperti pion yang dibuang ke tempat sampah.
Sebuah pesan masuk ke ponselku. Dari Tyson, kenapa dia memgirim pesan lagi.
'Sekarang kau dibawah unitku. Laporanmu kirim padaku mulai hari ini. Dapatkan sesuatu untukku, aku melihat laporanmu, kau tidak menunjukkan perkembangan, dapatkan sesuatu selain Diego, dia tidak punya peran apapun, dia cuma pengacara Garcia, kami sudah menyelidukinya...'
Apa?! Ternyata Tyson Callaway yang sekarang menjadi kepala unitku. Sekarang dia bisa memerintahku?! Sombong sekali. Tyson bisa memerintahku?! Luar biasa. Dia kepala unit yang mengirimkan pengintaian tanpa berkata apapun padaku. Demi Tuhan, kami teman dekat sebelumnya! Bagaimana dia langsung memerintahkanku begitu.
Padahal 2x aku satu tim dengannya yang dia lakukan adalah analisa data. Aku juga bisa analisa data. Pria-pria diatas sana mempermainkan dan menertawakanku sekarang. Mereka menaruhku bertaruh nyawa disini dan mereka yang menerima hasilnya sebagai pimpinan unit.
'Bisakah kau beritahu apa yang kucari. Aku tak menemukan apapun, kemarin aku ikut ke Chicago hanya menemukan dia bisa membereskan agen KGB dengan mudah, dia tidak membiarkanku mendekati bisnisnya yang lain. Sebenarnya ada bisnis apa dia? Kalian bahkan tak bilang menemukan apapun di orangnya yang aku temui di LA? Dan lain kali jika kau mengirim pengintaian setidaknya bilang padaku!' Aku membalasnya dengan sebal.
'Aku sekarang pimpinanmu bukan temanmu lagi Natalie. Aku tak tahu, kami disini menanti perkembangan darimu, tak ada apa-apa di analisa datanya, coba sadap ponselnya, bukankah kau ahli melakukannya. Ikuti dia jika dia keluar. Kau belum pernah mengikuti dia bukan? Atau kau bisa merayunya sedikit untuk mendapatkan celah, kurasa selama ini kau sangat pandai menyelesaikan hal-hal seperti itu.'
Aku pandai untuk hal-hal seperti itu? Maksudmu aku pandai merayu?! Sadap ponselnya, ikuti dia? Fu*ck you Tyson! Kau hanya tahu memerintah! Kau pikir gampang mengikuti orang yang punya enam pengawal, kenapa menyuruh aku, suruh tim-mu turun, kau pikir gampang mencuri ponsel orang! Kau tinggal memerintah saja. Dasar bangsat! Aku yang kerja kau yang dapat promosi.
Aku membanting ponselku sendiri kemeja, sebelum harus mengambilnya kembali menghapus data percakapannya kemudian.
'Kalau begitu aku akan mengirim satu lagi agen untuk membantu disekelilingmu, ini pekerjaan pertamaku sebagai kepala unit. Aku akan berusaha membantumu."
Dia mengirim pengawas, bukan pembantu untukku, ini orang yang dia percayai. Tak disangsikan lagi.
'Dia wanita, masukkan dia ke timmu di kantor, dia bisa membantumu, bisakah kau minta assiten ke personaliamu dia akan melamar...'
Aku tidak menyukai pengawas seperti ini, rasanya seperti tidak dipercayai. Tapi mungkin aku bisa memanfaatkannya juga untuk membuat kesan palsu.
Tyson sialan! Kau akan membayar atas kesombonganmu.