
Boss agency akan menekanku jika lebih dari setahun aku tak bisa mendapatkan hasil apa-apa. Dia orang yang tak sabar, padahal dengan kondisi orang dalam berlapis lapis ini aku tak bakal punya kesempatan.
Aku menghela napas panjang, aku harus memutar otak bagaimana bisa meraih kepercayaan dalam lingkaran dalam ini. Ini terlalu lama jika dilakukan dengan cara biasa.
"Natalie ayo kita pergi, sedikit bersenang-senang, boss Alan pasti memberikan kita pujian di pertemuan besok." Sherly mencoba mengajakku pergi di akhir pekan ini.
"Baiklah, ayo kita bersenang-senang." Kami menuju sebuah private club dan dj house terbesar di Manhattan. Avant Gardner, clud dengan dj terbaik itu membuat siapa saja bisa bersenang-senang sebentar, melupakan rutinitas, kami mengantri untuk masuk di klub yang selalu ramai itu. Apalagi ini akhir pekan. Tapi semua orang sudah tak sabar sekarang untuk melepas ketegangan dengan pesta dan musik..
Jam 9 malam, kami sudah mengantri di line biasa, sementara di samping kami undangan VIP dengan mobil-mobil dan valley berseragam ungu, para pria dan wanita level atas yang mempergunakan kendaraan untuk pamer menunjukkan status dirinya
Aku menangkap Nathan Garcia di ujung sana, rupanya dia juga mengenal klub ini, walaupun pasti dia ada di VIP room bukan seperti kami dibawah. Hmm boss ternyata juga berada ditempat yang sama.
Tak lama dalam antrian, aku menangkap Amanda Delaney datang dengan mobil sendiri. Aneh kenapa dia tak datang dengan Nathan. Sebelum aku melihat dia datang dengan orang lain, yang datang dengan mobil sportsnya lainnya. Dan kemudian bergandeng tangan seperti pasangan kekasihnya yang lain.
Dasar ******.
Bagaimana jika memberitahunya rahasia bahwa tunangannya adalah ******. Jika tidak seperti ini aku tak akan menembus kemanapun dibawah Alan.
Mari kita menganggap ini kebetulan. Karena hanya itu yang kupunya sekarang, kesempatan satu-satunya, aku bisa berlagak tipsy didepannya, memberitahunya persoalan kekasihnya yang adalah ******, tapi aku harus membook VIP room di depan roomnya juga. Anggap traktiran untuk tim-ku.
Aku kebetulan bisa dengan cepat mengikuti Amanda dan room yang di book oleh prianya itu bersama teman-temannya, sebelum mencari room Nathan. Aku menemukannya dengan cepat, untung dia tidak di ruang tertutup, tapi memang dibatasi oleh pembatas.Dan bingo, mereka terlihat sangat mesra.
Ini sebaiknya berhasil.
"Ini meja kita guys, anggap aku mentraktir kalian oke. Kalian bisa party disini aku yang bayar minumannya,untuk kerja keras kita..." Meja terbuka yang berada di lantai yang sama. VIP room tertutup Nathan ada di sudut lain ruangan hall atas ini. Aku hanya perlu menunggu Nathan keluar sebentar. Semoga keberuntunganku cepat datang dia harus ke toilet, aku bisa berpura-pura bertemu dengannya dan memberitahunya tentang ****** itu.
Dan itu datang, dia berjalan ke toilet, ada pengawal menyertainya, aku sering melihat orang itu. Aku tinggal menunggunya kembali, dan sedikit bermain sandiwara kecil.