The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 96. Bye Bye Dad



Ayah berangkat ke Chianti menemui cintanya, aku dan Nathan mengantarnya sore itu. Aku ikut tersenyum melihatnya begitu bahagia di awal bulan Desember ini.


"Berjanjilah kau menyusul secepatnya, Bibimu akan ikut kesana, kita semua berkumpul disana."


"Aku akan menyusul secepatnya yang aku bisa Ayah. Jangan kuatir, bersenang-senanglah. Katakan pada Ibu aku merindukannya. Nanti kita akan video call begitu kau sampai sana oke."


"Baiklah, Ibumu pasti akan segera memintaku menghubungimu. Dia tadinya berharap kau bisa ikut..."


"Aku masih punya pekerjaan sedikit, akan kuselesaikan secepatnya agar bisa bersama kalian." Aku ingin menangis tapi kutahan. Rasanya melepas seseorang yang kau tahu ada di tempat yang sama selama hidupmu terasa menyedihkan. Kupikir aku tak akan merasakan hal tak beralasan seperti ini tapi ternyata disinilah aku menahan air mataku.


"Hei, kau menangis? Ayah masih pulang kembali? Ayah tak akan disana terus, mungkin nanti tapi tidak sekarang..." Dia ternyata tahu mataku berkaca-kaca.


"Tidak ini hanya terharu karena aku tahu Ayah akan bersama Ibu. Bukan seperti pikiranmu... Aku tak sedih. Ayah harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama Ibu."


"Benarkah?"


"Benar... Aku kadang hanya sempat pulang ke rumah Paskah, Thanksgivings dan Natal. Ini tidak seberat itu... Aku akan sibuk di jabatan baruku lagipula." Ayah melihatku dengan sangsi aku mencoba tersenyum.


"Anak bodoh, aku akan kembali ke NY, jangan takut kau akan kehilangan Ayah." Tapi dia yang membuatku menangis sekarang karena kata-katanya.


"Kalian bertangis-tangisan seperti orang yang akan pergi selamanya. Ayahmu hanya ada di Italia, kau bisa mengunjunginya kapan saja." Nathan tertawa melihat kami berpelukan dan aku yang menangis karena Ayahku mungkin akan pindah jauh. Aku dan Ayah tertawa dan melepas pelukan kami.


"Nathan, terima kasih, jika kau bisa datanglah ke Chianti bersama Katya. Disana sangat indah, Katya pasti sangat senang jika kau kesana."


"Tentu Sir, aku mungkin bisa mengunjungi kalian di tahun baru, akan kusempatkan." Aku senang Nathan akan datang. Dia bersedia bertemu keluargaku bukankan itu sangat menandakan dia menganggap keluargaku adalah keluarganya juga.


"Bagus, Katya pasti senang kau bisa datang. Benar bukan sayang..." Aku hanya tersenyum padanya. Jika dia bersedia bertemu keluargaku itu akan bagus sekali tentu saja.


"Baiklah, Ayah pergi dulu, nanti kamu akan langsung meneleponmu begitu Ayah dan Ibu bertemu."


"Bye Dad. Bersenang-senanglah..."


Kami melambai padanya mengantar kepergiannya. Aku menatap Nathan sambil berbalik pergi mengandeng tangannya.


"Benarkah kau akan ke sana."


"Hmm tahun baru oke. Aku akan kesana." Dia melihatku. Aku mengangguk dan membiarkan diriku berjalan sambil merangkulnya menyusuri koridor bandara. Walaupun Ayah mungkin akan pergi aku punya Nathan.


"Bagaimana rasanya tahu kau berdarah Rusia?"


"Entahlah, Ayah dan Ibu menyembunyikannya sangat rapi kurasa. Kaget tentu saja, hanya aku mungkin kadang bertanya kenapa aku kadang menangkap aksen asing dari Ayah, tadinya kupikir karena dia lama di suatu tempat tapi ternyata alasannya lebih dari itu. Dan kau seharusnya memberitahuku..."


"Sayang, kau tahu yang berhak memberitahu hal seperti itu adalah bagian Ayahmu. Aku tak berhak membocorkan rahasia seperti itu. Tapi nampaknya semuanya sekarang berakhir bahagia bukan."


"Hmm... Menyedihkan mendengar mereka terpisah bertahun-tahun, mungkin saatnya mereka sekarang bahagia." Semuanya berakhir bahagia. "Dia akan berada jauh sekali di Italia, 10 jam perjalanan. Rasanya seperti kau punya seseorang yang kau bisa gapai tapi sekarang dia pindah lebih jauh, kurasa itu hanya perasaanku, aku pasti egois. Padahal sebelumnya kami mungkin hanya bertemu setahun dua kali. Tapi aku masih punya Bibi setidaknya..." Aku tertawa kecil.


"Ada aku selalu disampingmu." Aku tersenyum mendengar perkataannya.


"Kau akan ada selalu disampingku. Kau sudah melakukannya, terima kasih." Aku berjalan bersamanya menyusuri koridor bandara. Merasa bisa merelakan setelah menghela napas panjang.


"Nathan Garcia nama lahirku, aku agen pemerintah dengan latar belakang kompleks yang dijadikan sebagai penjahat. Itu kebenarannya tak ada yang terlalu rumit. Ibuku yang kau temui di Chicago adalah benar Ibuku. Kau tahu siapa aku, tapi aku tak bisa menceritakan padamu detail pekerjaanku. Untuk keamananmu sendiri."


"Baiklah kau Nathan Garcia, aku hanya tak ingin suatu hari kau mengatakan padaku namamu sebenarnya adalah Igor, ..." Nathan tertawa, bagaimana muka sepertiku bernama Igor.


"Bagaimana mungkin Pamanku Alessandro dan namaku Igor, Igor akan kepanasan dan menjadi kepiting rebus di Mexico. Mereka berkulit terang sepertimu, apa kulitku terang seperti Igor?"


"Tidak kau Latino gangster yang sexy..." Dia tertawa.


"I love you..."


"I love you mi naranja (jerukku)."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


POV Author


"Bova, kau membuatku dalam masalah, kau ingin aku menyembunyikannya wanitanya, kau gila?! Kau tahu siapa suaminya!? Dia akan membunuhmu jika menemukan kau yang menculik istrinya..." Nathan sekarang menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Bova, salah satu temannya di Italia itu memintanya untuk mengeluarkan seorang wanita dari Italia dan menjadikannya permanent resident di USA.


"Kau bilang kau ahlinya, suruh orangmu mengurusnya, lalu pastikan dia tidak dapat ditemukan, aku pernah menolongmu sekarang aku minta kau mengurus itu untukku."


"Dia akan membunuhmu, sementara kau menculik istrinya, kau tahu siapa bangsat tua itu? Dia bisa membuat keluargamu rata dengan tanah"


"Itu bukan istrinya, dia memperlakukannya sebagai simpanan untuk membayar hutang. Aku tahu aku tak bisa terlibat, dan tak ada seorangpun berani terlibat di Italia. Aku tahu dengan siapa aku memulai perang Nathan, lakukan saja permintaanku, kau punya hutang padaku. Jika dia mengetahuinya aku yang akan mengurusnya, tidak akan membawa namamu... Kau bilang kau bisa mencarikannya pekerjaan di LA? Kau harus pastikan itu."



"Katakan padaku kenapa kau berani mengambil resiko ini. Apa itu sepadan?"


"Aku juga punya hutang yang harus kubayar... itu saja, aku hanya bisa minta tolong padamu karena aku tahu kau bisa membawanya ke seberang lautan sana. Dan aku merasa aku harus membayarnya."


"Astaga kau membuatku timku terlibat penculikan, aku akan memasukkannya ke Mexico dulu baru ke LA, Pamanku punya caranya dia yang bisa mengaturnya..."


"Aku tak perduli bagaimana kau mengaturnya yang penting kau pastikan kau urus dia bisa jadi permanent resident di sana dan tak dikenali lagi. Dan tak kembali lagi tanpa membawa indentitas baru."


"Baiklah, pastikan gadis itu datang membawa paspornya di pesta tahun baru, arahkan dia pada orangku."


Nathan menutup teleponnya, dia harus mengatur penculikan seseorang dari Italia. Kenapa Bova berani membayar sebesar ini untuk seorang gadis yang dia sendiri tidak bisa menyentuhnya.


Sementara Bibi Kate, Anastasia sudah menutup kesepakatan dengan keluarga Kulkov dan menyelesaikan pertukaran tahanan. Berarti masalah Kulkov dan Callaway bisa dikatakan selesai.


"Sir, Ibumu datang..."


"Ibu?"


🍎🍎🍎------ bersambung besok ya, mak ngabsen doang 1 part hari ini lg riweh


and Yes, ada Bova untuk extended season nanti 😁