
POV Author.
“ Apa kau mengenal Gianni dengan baik?” Nathan sekarang bicara dengan Bova sekarang di kantornya.
“Kami oposisi sebenarnya. Lagipula sebenarnya aku bermasalah dengan adiknya yang ketiga. Kekuatan keluarga Gianni ada di anak pertamanya. Patriach keluarganya Giovani Gianni. Mereka punya jaringan perusahaan di Eropa Timur, itulah yang membuat mereka menjadi keluarga besar di Eropa. Perusahaannya yang lain berawal dari sana.”
“Iya, memang yang menjadi kekuatan utamanya adalah Giovani, investasi mereka juga merambah ke US dalam lima tahun belakangan ini.”
“Kau tahu? Sepertinya kau sangat tertarik dengan Giovanni.”
“Katakanlah aku punya urusan dengannya belakangan.” Tak heran Nathan mengajaknya mengobrol di kantornya secara pribadi.Ada urusan lain nampaknya besar, selain bisnis yang mereka jalankan.
“Ohh...” Nathan punya urusan dengannya. Nathan ini agak unik menurut Bova, dia businessman, tapi kenal jaringan agen pemerintah, cara kerja pemerintah US, tapi menurut Guilio adalah latar belakang keluarganya gangster Spanyol. Dia lebih rumit dari yang terlihat seorang businessman. Jika dia membicarakan Gianni seperti ini Bova merasa, dia punya kepentingan besar dengan keluarga ini.
“Oposisi, apa kau dibantu orang kuat. Kau bisa memaksa Allesio Gianni sedemikian rupa disana. Bahkan mengagalkan dia ke kursi perdana menteri.”
“Aku memang punya koneksi yang kuat.” Bova membuat kesimpulan atas pembicaraan ini. “Apa kau mau meminjam koneksiku untuk berurusan dengan Giovani?”
“Kau pintar menebak? Tapi aku tak bisa memberitahumu latar belakang kepentinganku.”
“Aku tak perduli, tapi orang kuat itu mau membantu dengan manfaat yang cukup. Apalagi untuk bekerjasama menjatuhkan orang sekuat Patriach Gianni. Satu lagi dia tak mau terlibat secara langsung.”
“Tentu saja.” Sebuah pesan muncul di ponselnya. “Kau nampaknya perlu berhati-hati, urusanmu dengan Gianni belum selesai.”
“Apa maksudmu?”
“Begini saja, selama kau disini aku menjamin keselamatanmu. Anggap saja kau berhutang nyawa padaku.” Nathan mengangkat telepon. “Aku minta pengawalan. Full cover, hidden...” Nathan mendengarkan seseorang bicara. “Iya bereskan...” Nathan kembali ke Bova. “Orangku akan memindahkan hotelmu. Kau akan memakai pengawalan sementara disini, aku yang menanggung pengaturannya, dan indentitasmu nanti akan disamarkan.”
“Apa?!”
“Aku menerima informasi, Giovani mungkin mengirim perintah ke seseorang untuk menghabisimu.” Nathan membuka kartunya untuk mendapatkan kerjasama Bova. “Kau tak perlu tahu dan tak perlu bertanya bagaimana aku tahu, tapi aku akan mengirimkan buktinya padamu nanti.” Fabricio Bova sekarang mempunyai banyak tebakan dikepalanya soal Nathan ini.
“Latar belakangmu pasti sangat mengagumkan.” Bova menebak Nathan berhubungan dengan intel pemerintah. Dia tentu saja tak akan mengatakan apapun, tapi kemungkinan besarnya pasti itu.
“Tak ada yang bisa kau lakukan soal latar belakangku. Yang disasar sekarang adalah kau, karena terang-terang kau adalah penyusun plot utama yang mengakibatkan dia gagal jadi perdana menteri dan adiknya harus menyerahkan 20% sahamnya pada kalian. Jadi karena aku punya kepentingan juga, anggap saja aku menyediakan dukungan untukmu untuk menjatuhkannya."
“Apa yang kau ingin aku lakukan sebenarnya.”
"Baiklah, kuanggap kau setuju, dengarkan aku sekarang..."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sayang, aku ada sedikit bahaya di NY. Giovanni Gianni sekarang menyasarku, akan berbahaya untukmu terlihat denganku." Bova menelepon Eliza, menyesal sekali liburan mereka bahkan harus batal.
"Apa?! Jadi bagaimana?! Kau dalam bahaya?!"
"Aku bisa menanganinya. Aku minta maaf harusnya ini jadi liburan kita. Kau sementara sendiri dulu sampai aku bisa menangani ini. Kita kembali ke Milan dengan penerbangan terpisah. Mungkin aku kembali duluan."
"Sayang, apa kau diancam dibunuh gara-gara kasusku?"
"Setiap tindakan ada akibatnya. Aku sudah memikirkan ini sebelumnya, Paman sudah mengancamnya. Tapi Gianni bukan orang yang takut oleh ancaman."
"Kau yakin bisa menghadapinya?" Terang saja dia khawatir, sekarang lawannya adalah patriach keluarga Gianni. Bukan Allesio yang sudah tak berdaya.
"Aku punya dukungan di belakangku untuk menghadapi mereka. Aku akan membereskan ini dulu, jadi mungkin aku tak akan terlihat di dekatmu selama beberapa saat. Tapi pengawalan kuputuskan masih harus kau gunakan. Oke..."
"Kau harus berhati-hati."
"Iya, baiklah. Hati-hatilah..."
Telepon berakhir. Sekarang Bova sekarang ditemani oleh seorang gadis yang merupakan penghubung untuk Nathan.
"Nona Emma, apa yang harus kita lakukan sekarang..."
"Bermain drama dengan baik Sir, anggap saja saya assisten pribadi Anda. Saya akan mengikuti Anda acara Anda saja disini. Sementara Anda jadi umpan dulu sampai orang yang menyasar Anda muncul."
"Kau agen bukan? CIA?" Gadis itu tersenyum kecil. Tentu saja dia tidak menjawab pertanyaan Bova.
"Saya assisten Anda. Nama saya Stella Egitto, bahasa Italia saya lancar... Saya memang pernah di Italia sewaktu kecil mengikuti Ibu tapi di Roma. Begitu saja perkenalanannya Sir." Gadis cantik itu bersikap sopan kepada boss barunya
"Baik-baik, aku mengerti. Kalian tidak akan mengatakan apapun." Stella tersenyum lebar.
"Yang penting misi lancar Sir, jika ada yang bertanya macam-macam, saya akan bilang saya baru bekerja untuk Anda."
"Oke. Aku mengikuti pengaturanmu saja,... Jadwalku kau sudah dapat?"
"Sudah Sir. Selama menjadi umpan Anda akan di temani sipil bersenjata, tapi tenang saja. Dia akan tertangkap sebelum bisa mendekati Anda."
"Bagaimana dia bisa mengikutiku."
"Kemungkinan besar dia sudah mengikuti Anda dari Milan. Dia hanya menunggu Anda berada di NY, dia specialis untuk membuat banyak hal terlihat seperti kecelakaan, menunggu kesempatan yang tepat untuk membuatnya seperti kecelakaan. Gianni tak mau dijadikan tertuduh Tuan, sebenarnya mereka takut keluarga Anda melakukan pembalasan ke mereka." Emma memberikan sebuah file di ponselnya. Berisi data orang yang ditunjuk sebagai eksekutornya.
"Ohhh..."
"Ternyata begitu."
Dalam dua hari berikutnya Bova mengikuti jadwalnya bertemu kolega bisnisnya. Menjadi umpan yang tampaknya tidak tahu apa-apa. Seusai sebuah pertemuan terakhir.
"Kami sudah menangkapnya. Anda mau melihat interogasinya?"
"Dia belum melakukan kejahatan, bagaimana kalian menangkapnya?" Bova ingin tahu cara mereka bekerja.
"Kami bekerja diluar sistem, kami tak perlu aturan khusus untuk menghadapi orang-orang seperti itu, jika dia mau bekerja sama dia akan bebas lebih mudah, jika tidak mau bekerjasama mungkin dia tidak akan pernah bebas..." Gangster tidak akan cocok bekerja dengan aturan pemerimtah tampaknya. Nathan ini mungkin juga bekerja di luar sistem, tapi nampaknya dia punya dukungan mumpuni
"Tidak perlu jika begitu. Aku percaya kalian saja. Aku mau kembali ke hotel saja. Yang penting kalian menjagaku tetap utuh..."
"Tak apa, Tuan Nathan bilang padaku Anda bisa melihat bagaimana kami menginterogasinya jika Anda mau. Jika Anda tidak percaya..." Emma bertanya padanya.
"Ceritakan saja padaku bagaimana dia tertangkap."
"Dia tertangkap sedang memasang hack device ke mobil yang Anda tumpangi tadi di mobil yang kami sengaja tinggalkan. Itu caranya bekerja. Dia bisa membuat mobil Anda seolah-olah kecelakaan. Jika Anda tidak mati, dia akan menyusul Anda ke rumah sakit membuat banyak kecelakaan lainnya." Nona Stella menjelaskan dengan tenang, Bova meringis. Nampaknya yang pembunuh yang ini sangat profesional. Membuatnya seperti kecelakaan agar tak menerima pembalasan keluarga Bova.
Nampaknya sekarang Gianni akan runtuh karena banyak yang membencinya.
"Tak usah, kalian urus saja kalau begitu... Besok pagi-pagi sekali kita akan kembali ke Milan."
"Baik Sir."
Bova akan menjalankan rencana Nathan untuk menghancurkan bisnis Gianni. Ternyata Nathan mempunyai dokumen khusus yang membuktikan penggelapan pajak luar biasa Patriach Gianni dan beberapa kejahatan pencucian uang di luar negeri.
Tapi untuk menariknya ke penjara, dia perlu bantuan Antonio Segni.
\=\=\=\=\=\=\=\=\= bersambung besok yak