The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 90. Amateurs 2



"Bagiamana bossmu Nathan, dia bukan orang militer dan tidak bertugas di lapangan, tapi intel ekonomi dan politik, bagaimana dia mengatur kalian menurut pendapat kalian?"


"Sir Nathan biasanya tetap membuat kami undercover Sir, jika bisa dia tidak akan menggunakan kami tapi menggunakan tangan orang lain untuk mengerjakan sesuatu, jika tidak terdesak dia tidak akan menyuruh kami bergerak, jikapun dia menyuruh kami muncul, jika bisa tak ada satu orangpun orag luar yang tahu siapa kami kecuali mungkin dia memunculkan kami sebagai anggota pengamanan pribadi dari perusahaannya sendiri. Intinya dia adalah orang licin jenius yang suka mengatur permainan di belakang layar..." Liam menjelaskan kesannya tentang bossnya itu.


"Hmm...itu kekuatan intel ekonomi dan politik, mereka tahu bagaimana tetap menyembunyikan kekuatan mereka tapi mendapatkan hasil yang maksimal. Dia memang orang tepat pada jabatannya."


"Saya setuju Sir." Ternyata di mata para bawahannya pacar anaknya itu mendapat label orang licin. Julukan yang tepat untuk jabatannya.


"Yes Sir Nathan,..." Telepon Liam berbunyi sekarang dari Nathan.


"Kalian berhasil?" Nathan meneleponnya untuk memastikan hasil penyergapan mereka.


"Sudah sir, kami sedang menuju Katonah. Penyergapannya sangat mudah."


"Ohh bagus. Aku akan kesana mungkin jam 1 siang. Sir Daniel tidak terluka bukan?"


"Tidak Sir, Sir Daniel masih sanggup membereskan satu orang sekali pukul. Tak usah diragukan dia masih sanggup membuat masalah besar buat siapapun." Daniel tertawa di samping Liam yang memujinya.


"Bilang pada boss-mu ini hanya amatir. Tak usah mengkhawatirkan cecunguk hijau seperti ini, interogasinya pun kujamin akan mudah." Daniel bicara dan Nathan mendengarnya dengan lega. Nampaknya dia tak usah mengkhawatirkan agen senior itu.


"Baiklah, aku akan kesana setelah menyelesaikan meeting."


"Baik Sir." Liam menutup telepon. " Katanya Boss akan ke safe house setelah dia selesai meeting siang nanti."


Mereka melaju ke Katonah sekarang. Interogasi ini akan jadi hiburan menyenangkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mereka memanggul empat orang itu ke sebuah rumah yang punya halaman luas dengan tanaman rimbun yang menghalangi pemadangan langsung ke rumah, terpisah cukup jauh dengan rumah yang lain.


Rumah dua lantai itu salah satu sisi belakangnya ada ruang khusus yang bisa menampung tahanan sekaligus ruang interogasinya.


"Mereka masih pingsan... kita makan dulu saja. Aku lapar."


"Baik Sir, ..."


Mereka memesan makanan di salah satu restoran lokal, sementara Daniel memanfaatkan waktu bercerita dengan agen-agen muda ini. Ini hiburan tersendiri karena dia sudah tiga tahun ini jarang mengajar,dan dia lรจbih sibuk dengan bisnisnya kecuali dia mungkin datang jika diminta secara khusus untuk konsultasi kasus oleh kantor pusat.


"Baiklah, harusnya mereka sudah bangun. Ayo kita jalankan interogasi ini." Mereka masuk ke ruangan khusus itu. Orang-orang itu ditaruh diruangan kecil masing-masing dua orang dan tangannya diborgol begitu saja ke ranjang besi yang terpaku di lantai.


"Sir saya hanya mengikuti teman saya Jordan untuk membawa mobil, dia hanya membayar saya 1.000 dollar untuk pekerjaan yang dia bilang akan selesai 3 jam. Tolong lepaskan saya Tuan saya tak akan memberitahu siapapun..." Seorang langsung mengiba begitu Liam dan Leo masuk.


Itu akan mempermudah interogasinya.


"Siapa dari kalian bernama Jordan?" Sekarang tak ada yang menjawab. Leo berkacak pinggang sekarang, dia yang biasa menghadapi interogasi.


"Ohh jadi kalian bertiga tim utamanya, tak ada yang mengaku siapa yang bernama Jordan." Tiga orang itu tetap diam sekarang.


"Dimulai dari kau. Siapa yang bernama Jordan?" Leo menunjuk salah seseorang pria berambut gelap disamping orang yang pertama. Dia menolak menjawab.


"Jordan yang berkulit gelap Sir." Orang yang tadi mengaku dia dibayar Jordan menunjuk temannya sekarang. "Tolong bebaskan saya Sir saya akan pergi sejauh-jauhnya." Dia tak memperdulikan rengekan manja itu. Mana mungkin mereka akan melepaskannya.


"Ahhh kau Jordan ternyata." Leo mendepak kepala orang yang berkulit gelap itu.


"Keluarkan mereka bertiga, bawa ke ruang interogasi, ikat saja mereka pada kursi interogasi, kita akan mulai bekerja." Daniel memerintahkan mereka.


Saat itu Nathan ternyata sudah datang melihat interogasi. Melihat cara kerja amatiran orang-orang ini dia punya tebakan dalam pikirannya siapa yang menyuruh mereka, tapi dia membiarkan agen senior itu bersenang-senang dengan mengancam orang. Dia hanya akan melihat.


Mereka mengeluarkan mereka dan mengikat para tahanan itu ke kursi.


"Buka sepatu mereka."


"Sepatu mereka Sir?"


"Iya..."


"Kenapa kalian membuka sepatu. Apa yang kalian akan lakukan?" Satu orang mulai bertanya dengan ketakutan sementara yang lain bekerja.


Pria tua itu kelihatan sangat menakutkan sekarang.


๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“


bersambung besok.....๐Ÿ˜