The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 71. Kimiko Yamasaki 5



"Hisao-san jaga sikapmu." Aku pura-pura mendorongnya. Sekarang raut wajah Kimiko berubah. Setelah ini dia tidak akan berani macam-macam lagi kurasa. "Maaf Kimiko-san, Hisao memang agak berlebihan. Aku minta maaf dia tidak sopan." Aku sekarang juga pura-pura berusaha melepas rangkulan tangannya.


"Hanii...kau jangan pura-pura sopan, dikamarku kau tak ada sopan-sopannya. Aku suka kau..." Hisao menggodaku untuk hal yang tidak kulakukan, dia memang berniat mengerjaiku.


"Hisao-san!" Hisao tertawa lepas sekarang. Dia benar-benar sengaja mempermalukan Kimiko sekarang. Sementara aku juga malu atas perkataannya yang tak ada yang benar itu. Kimiko sekarang mukanya datar.


"Kalau begitu aku kembali dulu. Ohh ya aku juga ingin menyampaikan undangan ke Hisao-san, Ayahku akan mengadakan gathering untuk rekanan perusahaan. Perusahaan Ayahku dan Ayahmu di Kyoto banyak terlibat kerjasama. Entah Hisao-san atau Yamada-san yang datang kami menunggu. Jika Ayah dan Ibu Hisao-san sedang ke Tokyo, Ayah dan Ibuku juga akan rencananya akan mengundang mereka. Kudengar dalam bulan depan mereka akan berkunjung."


Tapi ternyata dia tidak menyerah. Dia malah memilih mengabaikan kemesraan kami dan menganggapku bukan siapa-siapa. Sikapnya benar-benar tenang.


Dia lawan yang tangguh. Hisao diam sebentar mendengar kata-katanya. Dia juga sadar rupanya gadis ini tak mudah menyerah.


"Aku mungkin tidak bisa datang, sebenarnya aku tak terlibat di perusahaan yang Ayahku pegang sekarang. Kebanyakan yang membantu Ayah adalah adik laki-lakiku. Akan kusampaikan undanganmu ke adikku."


"Ternyata begitu. Saya tak masalah siapapun yang datang sebenarnya, semua dianggap sebagai satu keluarga Yamada. Saya selama ini mengenal Hisao-san, dan karena rumah kita berdekatan saya lebih kenal ke Hisao-san. Kantor pusat Ayah memang di Kyoto, saya ditugaskan mengatur di Tokyo fan acara kali ini di Tokyo. Jadi tak apa saya mengundang Hisao-san jika berkenan." Dia tak mau mengalah. Hisao menatapnya tak berkedip sekarang, dia juga sadar gadis itu tetap pada tujuannya. Dia menganggapku hanya hiasan dimatanya.


"Ahh saya telah menggangu Hisao-san san Setsuko-san, kalau begitu saja kembali saja. Setsuko-san semoga kau menikmati kuenya. Lain kali jika aku membuat sesuatu aku akan membiarkanmu mencicipinya."


Dia bicara sangat tenang. Gadis ini punya motivasi lain. Selain dia tertarik pada Hisao-san kurasa dia punya tujuan bisnis juga. Dia tak mau mengalah pada Hisao.


"Terima kasih Kimiko-san." Aku membungkuk padanya. Sementara dia masih membalas senyumku.


"Saya pergi. Maaf mengganggu." Gadis itu pergi. Hisao menatap kepergiannya.


"Mungkin keluarganya pernah bicara soal kalian secara diam-diam."


"Aku sudah cukup bergaul dengan orang yang punya banyak maksud tersembunyi. Klan keluarga ini hanya ingin memperluas pengaruhnya dengan menikahkan anak-anaknya ke orang tertentu. Dia hanya melihatku sebagai mangsa yang perlu didapatkan. Jika dia tidak menyerah aku akan mempermalukannya..."


"Kau akan mempermalukannya? Bagaimana?"


"Aku akan menolaknya terang-terangan didepan umum. Tergantung apa yang sudah dilakukannya. Tenang saja, aku akan mengurus ini."


"Dia sudah mengetahui siapa aku. Apa aku akan terancam." Aku takut juga dengan mereka yang punya kekuatan ini. Mereka bisa melakukan apapun dengan uang mereka.


"Kurasa dia tidak akan begitu berani melakukan tindakan kriminal terbuka. Tapi aku akan melihat apa yang sedang direncanakannya. Aku akan mengurus ini..."


Sekarang aku khawatir.


Entahlah dia bukan Aoki dia wanita dengan status tinggi dan kepentingan keluarga. Apakah aku bisa bersaing dengan kepentingan begitu besar.


🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa bagi hadiah, vote dan komennya ya


Makasih banyak