
"Iya aku juga sadar, aku takut malah kau menerima pekerjaan disana." Dia diam sebentar. Seperti mau bicara sesuatu. "Sebenarnya aku tak tahu ini benar atau tidak, ada seseorang yang mengatakan padaku, katanya kepala divisi akan berpindah. Dan aku menjadi calonnya... Jika ini benar aku akan mengandalkanmu di barisan Kepala Unit."
"Benarkah Sir, Anda jadi kepala divisi? Selamat jika begitu." Jadi yang dilakukan Nathan dan alliansinya adalah langsung menganti kepala Divisi.
"Sejak muncul kasus Callaway minggu yang lalu keadaan agak tak menentu disini... Entah bagaimana dan keberuntungan apa yang membuatku bisa membuatku masuk ke pimpinan divisi. Dengan citra yang sudah hancur seperti itu satu kantor ini juga sudah tahu Ayahnya akan kalah. Dan semua orang yang dia lecehkan mulai mencibirnya di belakang. Kau harusnya melihat semua orang membelakanginya dan mengabaikannya sekarang. Tapi ada yang aneh soal ini, ..." Dia berhenti dan melihatku. Aku jadi balik melihatnya juga.
"Apa yang aneh Sir..."
"Orang yang bicara padaku, tidak bicara main-main soal pengantian Kepala Divisi. Tapi dia juga bertanya tentangmu secara khusus, aku cerita rekam jejak semua pekerjaanmu dibawahku. Dan dia secara personal langsung mengatakan bahwa kau layak untuk menjadi kepala unit kerja seperti Callaway. Kau membuatku bertanya sekarang, bagaimana kau bisa di perhatikan oleh orang dengan level tinggi seperti itu?" Aku meringis lebar. Ini adalah pembayaran jasaku karena aku memenangkan lawan Callaway dengan tanganku, mencari wanita itu dan menjadikannya senjata pamungkas.
"Ehmm... Saya mungkin hanya beruntung berkenalan dengan seseorang Sir..." Aku tersenyum pada Mr. Reed yang memicingkan matanya dengan penasaran padaku.
"Kau penuh dengan teka-teki. Kau rupanya tahu juga soal ini? Bahwa kau akan dipromosikan? Jaringanmu ternyata jauh lebih hebat dari Callaway? Kau mengejutkanku.... Apa kau juga yang mempengaruhi sehingga terjadi pergantian kepala divisi? Aku tak pernah berharap jadi kepala divisi selama ini, aku tak punya back up kenalan kuat. Tapi entah kenapa malah aku yang sekarang di dorong ke atas."
"Sir Reed, saya sebenarnya mengagumi pekerjaan Anda. Anda tempat dimana saya banyak belajar, Anda membuat saya bisa menyelesaikan banyak hal, walaupun awalnya saya marah soal Callaway yang menjadi kepala unit saya, soal ini biarlah kita simpan pada tempatnya... "
"Soal Callaway aku tak bisa menahan kepala Divisi, dia yang merekomendasikannya sendiri, dan kau diambil begitu saja dari timku, begitu juga operasimu diserahkan ke tangannya. Bukan aku tak mendukungmu ... Itu diputuskan dalam satu jam meeting kau tahu aku tak punya kekuasaan melawan kepala divisi, kekuasaan Callaway kemarin diatas angin tapi sekarang nampaknya keadaan dengan cepat berbalik arah sekarang."
"Saya tahu, saya tak menyalahkan Anda." Aku memahami tak mungkin dia melawan order kepala divisi yang mendukung Callaway.
Dia diam sekarang. Menatapku dengan tangan terlipat di dadanya.
"Aku tak tahu apa yang kau lakukan, siapa dan apa hubunganmu dengan jaringan atas ini. Tapi nampaknya sekarang aku yang harus mengucapkan terima kasih padamu." Aku tersenyum kecil, nampaknya sekarang aku yang akan mendapat bantuan besar dari kepala divisi baru.
"Saya hanya mungkin bertemu dengan orang yang tepat dan bisa sedikit bercerita. Saya yang mengharapkan banyak bimbingan dari Sir Reed di masa depan. Tapi soal ini Sir Reed mohon disimpan di antara kita saja, ada banyak telinga dan mata disini, saya tak minta diistimewakan, saya bekerja di bawah bimbingan Anda, saya tak minta Anda mengistimewakan apapun, jika saya melakukan kesalahan saya tetap harus ditegur. Kita harus menjaga situasi tetap kondusif, saya tak mau jadi Callaway kedua, jika saya dihargai sebagai kepala tim karena prestasi saya akan bangga, tapi tidak jika tanpa prestasi apapun..." Dia tersenyum padaku.
"Tentu pembicaraan ini hanya akan sampai disini saja, terlalu banyak menunjukkan kesombongan itu tak baik. Salah-salah jatuh dengan cepat akhirnya seperti Callaway. Sangat disayangkan... Tapi aku percaya padamu, jika kau diterjunkan sendiri pun kau bisa bekerja dengan baik, kadang aku terlalu mengandalkanmu, mungkin kau menganggapnya aku meninggalkanmu diluar, tapi berkali-kali kau ditinggalkan diluar kau bisa menyelesaikannya sendiri. Aku rasa aku dulu terlalu percaya padamu." Perkataannya membuatku tersenyum dan melupakan kekesalanku padanya.
"Saya hanya ingin kesempatan melakukan yang terbaik. Seperti yang saya katakan saya ingin berkontribusi lebih banyak Sir."
Dia mengangguk, akhirnya aku bisa menghela napas lega. Mungkin pergantian kepala Divisi akan butuh waktu, tapi jalan Sebentar lagi aku akan kembali ke NY. Kota ini selalu jadi kesayanganku walaupun aku mengembara ke banyak tempat.
Aku bertemu dengan Tyson setelah aku keluar dari ruangan Tuan Reed.
"Kate... kau dari ruangan Sir Reed, kau rupanya sedang berada di NY?" Ya tentu saja aku harus melapor padanya dahulu, aku sekarang masih di timnya. Wajahnya terlihat sedikit lelah, mungkin lelah memikirkan nasibnya setelah kekalahan Ayahnya. Yang dia tak tahu adalah dia adalah penyebab kekalahan itu.
"Tadi katanya kau belum datang, aku mampir ke unit lamaku menyapa mereka. Dan bertemu dengan Mr. Reed, mengobrol sebentar dengannya." Nampaknya dia belum tahu Mr. Reed akan menjadi kepala divisi.
"Kenapa kau ada di NY? Ayo ke ruanganku. Kita bicara" Dia mengajakku masuk ke ruangannya, nada bicaranya masih mempertahankan kesombongannya.
"Iya ada undangan dari teman untuk pesta pernikahan."
"Kau tak pernah bilang punya teman di Italy." Aku tersenyum kecil. Ohh kau tak tahu level temanku sekarang.
"Tugas lapangan ini punya keuntungan banyak Tyson, aku bekerja di perusahaan besar, apalagi jabatanku adalah wakil auditor wilayah Barat. Kau harusnya lihat berapa banyak teman-temanku." Aku bisa menyombong sekarang, ternyata aku menyenangi tugas lapanganku sekarang.
"Hmm...bagus untukmu. Jangan lupa kau harus melaporkan sesuatu mengenai targetmu."
"Aku menyerah membahayakan nyawaku di tangan KGB, bukankah kau seharusnya minta tolong ke CIA karena mereka hubungannya ke Mafia Russia. Aku hanya ditugaskan menyelidiki apa Garcia Int punya transaksi illegal dalam peredaran keuangan perusahaan mereka, tak ada, kurasa kasus ini selesai."
"Kau tetap disana, awasi terus." Aku diam saja. Nampaknya tak ada yang bisa diharapkan dari pimpinan timku ini, aku harus menunggu bantuan dari Tuan Reed saja.
"Bukankah akan lebih berguna untukku jika bisa membantu di kasus lain Tyson." Aku bicara sedikit, aku mungkin masih berharap dia punya sisa dari pertemanan kami di masa lalu dan mendengarkanku.
"Aku pimpinan unitmu, kau tak usah berusaha menasehatiku. Aku akan mengatur yang baik untuk tugasmu." Aku diam sekarang, tak akan berusaha meminta lagi, rupanya sia-sia saja meminta.
"Baiklah, aku akan terus mengawasi. Kalau begitu aku kembali saja..." Biarkan saja dia masih merasa diatasku. Aku kadang tak percaya dia bisa memperlakukanku seperti ini, apa pertemanan kami bertahun-tahun ini seperti tak berarti sama sekali dengannya.
"Dimana kau tinggal sekarang?"
"Di hotel tentu saja, aku dalam perjalanan dinas." Aku sekarang tak mengerti kenapa dia bertanya.
"Mau makan malam denganku." Sekarang aku mengerti arah pembicaraannya. Dia sedang bertengkar dengan pacarnya. Mungkin sekarang gantian pacarnya yang melemparkannya ke tong sampah karena Ayahnya kalah. Dasar tak tahu malu, kau pikir aku tak ada harganya bisa kau manfaatkan seperti itu.
"Ohh maaf, aku sedang bersama seseorang sekarang tak bisa makan malam denganmu." Aku tersenyum lebar, senang bisa berbalik mengatakan hal yang sama padanya dan membalik badanku dengan kejam menuju pintu.
"Rupanya kau membalasku?" Aku berbalik pagi padanya. Rupanya dia merasakan serangan balik dalam kata-kataku itu.
"Membalasmu... Ohhh Tyson sayang, bagaimana aku membalasmu, siapa aku, jangan terlalu perasa. Kau seperti wanita saja." Aku tertawa kecil padanya dan berbalik menuju pintu dibelakangku. Puas dengan kenyataan bahkan aku bisa membalikkan kata-katanya padaku beberapa bulan yang lalu.
"Kau jangan membelakangiku seperti itu Kate, aku pimpinan unit disini, tanda rekomendasiku kau tak mungkin kemanapun." Aku menghela napas.
"Baiklah Sir Callaway, aku akan memperhatikan kata-katamu." Aku akan memberinya kehormatannya sekarang. Kasihan dia tak punya prestasi apapun selain kepala unit yang didapat dengan bantuan nama besar Ayahnya.
Aku keluar dengan muak dari ruangannya kemudian. Sekali lagi aku datang kesini, posisi kami akan setara. Dan aku tak akan pernah lagi merendahkan diriku padanya.