The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
NON POSSO VIVERE SENZA DI TE Part 20. Two Business Partner 4



“Terima kasih untuk kemarin. Setidaknya semalam aku tidak kesal lagi karena kau membalasnya untukku. Bangsat itu mungkin tahu pertanianku sangat  maju belakangan, dia pikir aku bisa jatuh ke perangkapnya untuk  kali yang kedua.” Aku menghabiskan wineku. “Kita tak usah bicarakan bangs*at itu lagi.” Dia melihatku yang meletakkan gelas anggur dan merasa  bosan.


“Bagaimana kalau kita ke Taormina?” Taormina adalah kota pinggir pantai dekat Linguablossa, mungkin sekitar 40 menit, tidak jauh.


“Kenapa kita kesana?”


“Akhir pekan, ganti  suasana, menikmati pemandangan teluk .” Aku diam berpikir. Apa tak apa, bagaimana jika ini... “Ayolah, sedikit liburan tak apa. Giliranku mentraktirmu, aku punya tempat bagus disana...”


“Ahh, restoranmu. “


“Bukan restoran besar sepertimu, aku hanya investornya,  tapi pemandangannya keren.” Dia menarik tanganku keluar ruangan, tampaknya tak menerima penolakan. “Ayolah, kau bilang tak  mau bersedih.”


“Kau tak  perlu kasihan padaku.”


“Kenapa aku harus kasihan padamu? Aku hanya ingin membuatmu bergembira dan sedikit beristirahat, tak baik selalu memaksakan diri bekerja, ini akhir pekan  kenapa tak memberi dirimu sendiri kelonggaran?” Dia berhenti didepanku. Membuat aku bisa mencium parfum samarnya. Dan matanya terlalu dekat, aku tak begitu terlatih menghadapi Don Juan bersuara dalam ini.


“Kau tak punya tanggung jawab membuatku bahagia.” Aku tersenyum kecil pada Don Juan ini.


“Jika wanita sedang badmood mereka akan  mengacaukan segala sesuatunya, termasuk bisnisnya. Aku bertanggung jawab membuat partner bisnisku dalam mood yang bagus, ini bisnis bukan personal. Dan kau harus menerimanya karena ini bisnis.” Aku tertawa. “Dan aku memaksa...”


“Baiklah, aku tak usah berganti pakaian saja, aku hanya mengambil coat dan tas sebentar.” Aku hanya memakai gaun maxi lengan panjang, udara cukup dingin. Hari-hari belakangan aku jarang liburan, jarang keluar dari Linguaglossa, tapi beberapa pekerjaan telah menjadi cukup longgar.


“Aku menunggu di mobil.”


Duduk bersama Don Juan ini rasanya seperti duduk dengan api kecil yang hangat tapi jika hati-hati kau bisa terbakar. Kau hanya harus ingat kau tak bisa terlibat hati dengannya.


“Aku tahu kau menganggapku bastardo absolute seperti Guilio.” Aku meringis lebar mendengar perkataannya.


“Pria dengan karakter Don Juan sepertimu itu sering mematahkan  hati wanita. Aku hanya menjauhkan diri dari potensi patah hati sia-sia, kau sendiri yang bilang jika wanita badmood semua pekerjaannya berantakan. Sedangkan aku hanya mencari pria yang biasa, bukan kisah cinta roller coaster seperti yang aku alami dulu . Aku hanya ingin pria biasa yang setia...” Dia cuma tersenyum.


“Ini hanya jalan-jalan, aku tak akan mematahkan hatimu. Apapun yang terjadi jangan jatuh cinta padaku. Jika ada yang terjadi anggaplah aku hanya semacam teman bisnis ingin menyenangkanmu. Cinta kata yang berat untuk dijalani...” Aku tahu apa yang dia  bicarakan, ini memang penjelasan para Don Juan, kita hanya berteman...


“Kau memang kejam dan efektif. Kau sangat mementingkan bisnismu bukan.”


“Iya untuk saat ini.”


Jalanan ke Taormina masih panjang malam ini.


Jikapun ada yang terjadi kita hanya  teman, jangan jatuh cinta padaku. Dia mengatakannya terang-terangan.


Sedingin itukah  seorang Fabricio Bova, apa yang ada di pikirannya. Lebih baik tak  terjadi apapun, aku takut aku tak sanggup menanggung lukanya jika jatuh cinta pada Don Juan ini.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hai kakak kakak jangan lupa bacanya jangan ditumpuk yaaaa aku crazyup in dehh yang ini 😁😁 vote hadiah jangan lupa