The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 65. Just Hold My Hand 9



"Bukankah kau menyukainya. Kau menyuruhku mengatakan apapun yang kau mau...." Aku melihatnya, malam ini kami tiba-tiba begitu dekat. Rasanya mimpi karena berbulan-bulan yang lalu aku tidak menyukainya sama sekali.


"Iya aku menyukainya, teruslah seperti ini. Mengatakan apapun yang kau mau. Apapun yang kau rasakan jujurlah padaku. Karena aku mau kau bahagia disampingku."


"Aku sekarang merasa memang kau manis seperti kata Mio. Kau punya sisi lain ternyata, kupikir kau sangat kaku."


"Kau akan tahu aku memang manis. Hanya yang dekat denganku tahu aku manis." Aku tertawa, iya seperti Aiko yang dibelikan champagne tower besar itu, kurang manis apa lagi.


Entah kenapa sekarang aku terlalu lancar bicara, karena kami berdua sudah melewati bagian pengakuannya dan mulai bisa berterus terang?


"Aku tak bisa merayumu."


"Aku tahu, ... tapi kau bisa mengatakan apapun padaku. Jadilah dirimu sendiri, oke Setsuko-chan. Kau tahu, kau memang sangat terlatih bicara seperti orang tua di Kyoto. Sejak high school aku sudah dikirim sekolah asrama di USA, saat kembali ke Kyoto, tiba-tiba aku tidak terbiasa lagi dengan pembicaraan sebaliknya untuk mengatakan sebenarnya. Aku benar-benar kadang merasa harus berhati-hati setiap bicara dengan generasi yang lebih tua, untungnya aku tak harus mengurus bisbis di Kyoto. Jika tidak aku tiap hari akan terperangkap pembicaraan yang harus kupikirkan ulang artinya kurasa." Memang benar orang bilang orang Kyoto adalah double face, didepan mereka biasa selalu tersenyum ramah tapi dibelakangmu dia mungkin saja akan mengatakan hal lain.


"Itu hanya bagian kesopanan saja. Klienku kebanyakan adalah orang tua, jadi aku terbiasa begitu. Aku tahu dimatamu aku adalah gadis yang terlalu sopan. Tapi aku dididik begitu oleh Bibi selama bertahun-tahun."


"Sudahlah. Aku sedang bahagia. Lupakan saja pertengkaran kita. Sekaraang kau kekasihku."


Aku tersenyum tapi sebagian hatiku khawatir jika hubungan kami membuat Yamada-san tersinggung.


Entahlah, mungkin selama aku tak dibawa ke depan keluarganya tak ada masalah.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kyoto ini punya sedikit anomali dari kota-kota di Jepang lainnya. Jadi orang Kyoto sering di benci karena mereka beranggapan diri mereka adalah paling berbudaya dan superior dari bagian lain Jepang.


Selain juga penduduk Kyoto adalah orang-orang yang sangat menghormati tradisi, terutama orang-orang yang lebih senior.



Tidak mengherankan karena Kyoto adalah ibukota kekaisaran Jepang selama ratusan sebelumnya sebelum berganti ke Tokyo


Contoh misal.


🍁 Anakmu sangat aktif, dia sangat suka bergerak.


Arti sebenarnya adalah kebalikannya. Anakmu nakal sekali! Suruh dia diam.


🍁 Ahh rupanya ini sudah jam 5. Hari ini tidak begitu panas ternyata.


Jam artinya, aku sudah selesai bicara padamu. Cepatlah pergi.


🍁 Rumahmu sangat rapi, aku sangat menyukai tatanannya.


Itu bisa berarti rumahmu sangat berantakan! Tergantung kondisi pembicaraan.


Jadi orang Kyoto sering menyembunyikan arti pembicaraan dan pendengarnya harus pandai-pandai membawa diri dan menerka maksud si pembicara apakah positif atau negatif.



Kenapa seperti ini?


Karena dulu banyak keluarga penting di Kyoto, orang-orang dalam kedudukan tinggi yang tidak boleh merasa tersinggung, samurai-samurai yang cepat marah di Ibukota kerajaan.


Jadi penduduk kota Kyoto lambat laun mengembangkan cara mereka sendiri untuk bicara agar bisa menghindari kecelakaan sosial yang tidak perlu yang berakibat sabetan samurai mereka yang tersinggung.


‐---------🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa gift vote dan komennya yaaaaa


Makasihhh semuanya.