The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 82.Escaping



Keluar...” Igor menarik Kate keluar membuatnya berdiri sementara sinar  matahari membuat Kate  menyipitkan matanya, dia melihat sekelilingnya  yang dia lihat cuma dataran kecoklatan khas vegetasi daerah Texas.


“Ini perbatasan?”  Kate bertanya  tapi Igor tak bersedia menjawabnya.


“Juan, masukkan dia.” Orang yang bernama Juan itu mengangkat sebuah kotak. Dia adalah penculik kedua yang dipakai jasanya oleh Igor.


Itu  truk  pengangkut ayam dari pertanian terdekat,  didalamnya bisa disisipkan kotak tertutup untuk mengangkut  orang! Astaga! Kate merasa hidupnya sangat menderita sekarang harus bersama dengan ayam itu, baunya tak tertahankan.  Juan memakaikan masker untuk Kate. Sebelum  itu Kate kembali diselotip mulutnya. Benar-benar metode penyelundupan di perbatasan. Dia disemprot dengan pengharum ruangan berbau jeruk! Ini pasti untuk mengelabui anjing pelacak karena anjing tak suka bau jeruk.


Sebelum dia dimasukkan kembali ke kotak kayu berongga itu dengan tangan terikat! Sekarang Kate merasa dirinya adalah benar-benar barang selundupan yang diperlakukan seenaknya. Dan selama beberapa jam kedepan dia harus  mencium bau kotoran ayam. Membayangkannya saja dia sudah mau muntah. Lebih baik  dia ditaruh di dalam truk sayuran saja. Kenapa harus unggas!


“Oke bantu aku mengangkatnya. Dia disusun  di bagian paling dalam, kemudia yang  lain  menutupnya dengan kain tipis dan  menutupnya dengan box-box ayam lagi, Kate benar-benar menangis sekarang, tak menyangka dia akan berakhir di  tumpukan kotak-kotak ini. Tak  ada yang bisa dilakukannya sekarang, hanya menangis, dimana penolongnya, mereka akan mencapai perbatasan sebentar lagi kenapa belum ada orang yang menolongnya. Apa mereka tak bisa menemukannya, sekarang dia benar-benar putus asa,  truk ini tanda mereka sudah akan mendekati perbatasan.


Sementara itu di ruangan kontrol operasi.


“Kita menemukannya...”  Seorang  anggota tim menunjuk ke layar. Sebuah foto udara yang  diambil dari satelit menampakkan apa  yang mereka cari sebuah sedan hitam dan sebuah truck yang berada dijalanan tidak  lazim melenceng dari jalanan utama.


Nathan menghela napas lega, jarak mereka kurang dari satu jam dari perbatasan. Dan akhirnya mereka bisa menemukannya disaat terakhir.


“Dia pasti disekap dibagasi  dan akan dipindahkan sekarang ke truk itu. Berapa lama tim reaksi cepat bisa sampai Charlie?”


“Dalam lima belas menit Sir.” Staffnya menjawab dengan cepat setelah mamasukkan koordinat lokasi truk itu.


“ Kirim mereka sekarang! Sergap mereka disini, sebelum mereka masuk ke jalan utama. Suruh mereka bergegas.” Dia ingin meminimalkan korban daerah yang dipilihnya adalah sebuah jalan yang tidak jauh dari wilayah mereka parkir dan memasukkan Kate ke truk yang lain. Tak ada jalan lain bagi truk itu, mereka pasti  akan melewati jalan ini.


“Aku akan kesana, Liam bisakah aku bergabung dengan group  penyelamat, berikan koordinantnya di ponselku.” Nathan bergegas ke titik penjemputan. Dia ingin menjemput sendiri kekasihnya, memeluknya  dan mengatakan dia sudah aman.


“Oke, bawa Josh bersamamu. Jangan  membahayakan dirimu, jika tidak aku yang akan di salahkan Direktur Nath.”


“Aku tahu.” Nathan mengambil satu mobil Range Rover bersama Josh. Lokasi penyergapan mungkin  setengah jam dari lokasi mereka. Dia ingin melihat gadis itu baik-baik saja setelah berhari-hari mengkhawatirkannya.


Nathan berjarak  sepuluh  menit perjalanan ketika dia melihat dari ponselnya dengan perintah Liam Morgan regu penyergap yang  terdiri  dari dua belas orang dengan  dua van itu memblokir jalan  truk  dan sedan yang dibawa oleh Jose.


“Mereka sudah mencegat,...” Update operasi terpantau di ponselnya, dikirimkan oleh tim pengawalnya yang lain.


“Kate akan baik-baik saja Sir, sebentar lagi kau akan menemuinya,” Josh menenangkannya sudah berhari-hari mereka khawatir atas keselamatan gadis itu, apalagi hari terakhir tiba-tiba mereka kehilangan jejak, untungnya pesan itu bisa sampai tepat pada waktunya.


Di tempat lain, pengemudi truck sudah berjalan dibelakang sedan itu, mereka akan segera masuk ke jalanan utama dan menuju ke pemeriksaan perbatasan.


“Kenapa ada van.” Jose melihat dua van didepan mereka.


“Sial! Tancap gas!” Jose tancap gas, jika tidak orang Rusia itu akan menyarangkan pistol padanya karena dia  sudah mengambil pistol di laci dashboard kendaraan.


Tapi ternyata di belakang van itu ada dua mobil lagi dan tiga unit mobil polisi memblokir jalan mereka, mereka terpaksa berhenti. Sementara van yang pertama ke bagian belakang kendaraan dan mengurung truk. Pria Rusia itu melihat dua  van itu mendekati mereka tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, van itu memblokir jalan antara truk dan mobil mereka. Dan sekelompok prajurit taktis keluar memblokir jalan mereka. Jose awas dengan betapa  bahayanya  dengan kondisi ini, mereka sudah ditemukan dan yang dia lakukan adalah melompat keluar mobil menghindar dari jangkauan pria Rusia itu. Dia berlari ke arah para tentara untuk mendapat perlindungan.


“Angkat tanganmu! Jatuhkan diri ke tanah!” Jose menjatuhkan dirinya ke tanah. Tinggal pria Rusia itu yang menarik senjatanya sekarang, sadar dia sudah gagal dan akan berakhir menjadi tawanan sama seperti temannya.


Dia menarik senjatanya, tapi gerakan itu ditangkap oleh penembak jitu yang sudah membidiknya menjadi target dan  sebuah peluru berdesing merobohkannya  di titik vital. Pria Rusia itu roboh dan selesai, semua drama dalam dua hari ini menjadi akhirnya berakhir. Sementara Jose menundukkan diri ke tanah, dia pasti dimasukkan ke penjara untuk sementara, tapi asal keluarganya mendapatkan uang itu dia tenang sekarang.


“Dia ditahan truk itu, diantara tumpukan kotak-kotak pembawa unggas itu. Aku yang memberi pesan kepada petugas  restoran itu Sir.” Pasukan taktis itu memberi tahu temannya untuk mulai membongkar truk  sementara pengemudi truk juga mengakui bahwa Kate ditahan di tumpukan kotak-kotak pengangkut unggas  itu.


Kate  merasakan dan mendengat kendaraaan berhenti dan nampaknya ada  suara tembakan, dia mencoba berteriak namun yang keluar hanya suara  gumaman tak jelas.  Sebelum akhirnya  dia melihat sinar  matahari menerpa kain terpal yang  digunakan menutupnya dan akhirnya pasukan berpakaian operasi taktis, dia menangis lega sekarang.


 


“Mam, Anda selamat.” Itu kata-kata yang sangat melegakan yang dia  dengar sepanjang hidupnya. Bertepatan  mereka bisa mengeluarkan kotak Kate dan membukanya.  Nathan sampai dan berlari ke arah truk, melihat  kekasihnya akhirnya dikeluarkan dari kotak itu, rambutnya kusut, acak-acakkan wajah dan bajunya kotor.


“Kau  selamat...” Kate tak menyangka Nathan disini. Tapi  tak mengherankan karena dia selamat karena Nathan mengadakan sayembara itu.


“Nathan...” Dia memeluk Nathan dan menangis tersedu-sedu. “Aku bau kotoran ayam.Mereka menaruhku di bagasi berhari-hari....” Nathan  ingin tertawa karena perkataan itu, karena lega dia bisa memeluk kekasihnya lagi, mengelus rambutnya yang kusut masai itu ditangannya, merapikannya dan melap air matanya.


“Tidak, kau wangi jeruk sekarang, jeruk lemon. Jangan menangis semuanya sudah aman, aku mendapatkanmu.”


“Aku mau  pulang. Mandi....” Berhari-hari di bagasi tubuhnya remuk, dia merasa menyatu dengan debu sekarang.


“Iya, aku akan membawamu pulang. Kita ke hotel, kau bisa mandi air hangat, makan yang baik dan istirahat, setelah itu besok kita akan kembali ke New York segera.” Josh segera mengatur  menemukan  untuk mereka sebuah hotel yang baik di Cotulla, kota terdekat di perbatasan.


“Bagaimana kalian menemukanku? Kami berubah arah  di saat terakhir?” Kate bertanya bagaimana akhirnya perubahan jalur itu bisa  di ketahui.


“Orang Mexican penculikmu meninggalkan pesan disebuah restoran drive trhu di interstate 35.”


“Ohh, aku  harus berterima kasih padanya dia bersedia membahayakan nyawanya. Orang Rusia itu mengawasi  kami seperti CCTV hidup.” Dia tahu nama orangitu, orang Rusia itu memanggilnya Jose.


“Jose terima kasih. Kau yang memberikan pesan itu.”


“Sama-sama Nona, hanya kau harus menempati janjimu soal hadiah itu. Itu untuk anak dan istriku selama aku dipenjara,  aku menerima pekerjaan ini untuk mereka. Tolong maafkan  aku ikut menculikmu.”


“Kau  akan mendapatkannya. Aku akan minta keringanan hukumanmu, nanti akan  ada yang membantumu. Terima kasih sekali lagi...” Nathan yang sekarang menjawabnya, jika tidak karena pesan itu mereka tidak akan mendapatkan lokasi Kate.


“Ayo, kita ke hotel, kau bisa istirahat. Kau lapar?’


“Aku tak mau makan burger lagi, dia cuma memberikanku burger selama tiga hari ini.” Nathan tertawa.


“Baiklah, kita akan menemukan sesuatu yang lain.”


Akhirnya operasi penyelamatan berakhir dengan sukses. Semua orang pulang kembali ke rumah.


\=========================


Dahhhhh drama penculikan berakhir,  semuanya tidur nyenyak.


Selamat bermalam  minggu semua