The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
YOUR SUGAR BABY WANNA BE Part 44. Bova Price



POV Author


Tiga hari dari kejadian itu. Eliza masih dalam pengawasan  dokter, dan nampaknya keadaan tenang setelah Lorina Gianni diusir oleh Ibu Fabricio Bova, tidak nampak ada pergerakan apapun selain Gianni berusaha melobi untuk memundurkan jalannya sidang. Taoi pasti  mereka akan melakukan sesuatu  adalah sebuah hal yang pasti. Kali ini mungkin sasarannya bukan Fabricio Bova lagi karena putri keluarga Gianni sudah gagal melaksanakan tugasnya.


Kali ini kepala keluarga Bova, Vittorio  Bova  sedang berada di sebuah lounge di hotel bintang lima di Milan dia sedang menjamu makan siang seorang kolega bisnis.


“Tuan Bova, kejutan menyenangkan melihat Anda disini.” Vittorio Bova  mendongak, di depannya ada seorang pria yang dikenalnya.


“Ohh Tuan Alessio Gianni, kejutan juga menemukan Anda disini.”


“Boleh saya duduk? Saya kebetulan mau bicara dengan  Anda.” Tentu saja Vittorio tahu  Alessio Gianni  mau bicara dengannya. Dua hari lalu assistennya sudah mengajukan permintaan pertemuan, tapi dia meminta assistennya menundanya dengan alasan dia sedang keluar kota, setelah istrinya menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit. Bova  sendiri juga sudah bicara padanya. Alessio ini nampaknya sekarang berjuang sendiri untuk anaknya, karena dia telah membuat Kakaknya marah besar.


“Sihlakan.” Tapi sekarang nampaknya dia tidak bisa menghindari pertemuan ini. Nampaknya Alessio  Gianni, Ayah Adriano Gianni ini menyuruh orang memastikan dimana dia berada.


“Bagaimana kabar Anda Tuan Bova.”


“Baik seperti yang Anda lihat, apa yang bisa saya bantu untuk Anda Tuan Alessio.”


“Mungkin saya harus mulai dengan meminta maaf kepada Anda atas kejadian beberapa hari lalu.”


“Ohhh, apa yang harus saya maafkan  tentang  putri Anda? Saya tidak mengerti .” Vittorio tak bisa melewatkan kesenangan membuat Gianni yang katanya ingin membeli keluarganya ini meminta maaf. Gianni yang terkenal harus menanggalkan harga dirinya untuk menyelamatkan keluarganya, karena uangnya sudah tidak bisa dijadikan jaminan sekarang. Allesio Gianni menghela napas, nampaknya sangat sulit mengatakan hal seperti meminta maaf baginya. Tapimau tak mau dia harus merendahkan dirinya.


“Putri saya mengatakan bahwa dia  bisa membeli keluarga Bova. Saya minta maaf atas perkataannya karena telah menyinggung seluruh keluarga Anda.”


“Siapa keluarga kami dibanding Anda. Mungkin benar Anda bisa membeli keluarga  kami.”


“Tidak-tidak, Putri saya yang bersalah dan saya bersalah karena terlalu memanjakannya. Saya tahu saya harus meminta maaf atas ini, saya akan membawanya ke depan Anda dan seluruh keluarga Anda untuk meminta maaf.”


“Ohhh benarkah.”


“Saya akan membawanya, meminta maaf kepada keponakan Anda, Ibunya juga istri Anda, dan kepada Anda. Apa yang  dia katakan memang salah.” Vittorio Bova hanya tersenyum sinis,  orang-orang ini  meminta maaf karena menginginkan bantuan dan untuk membereskan masalah. Tapi apa dia mengakui kesalahan anaknya? Tidak, Gianni akan tetap membela anaknya, walaupun dia salah. Apa dia menyebutkan minta maaf pada Eliza,tidak , karena tetap saja dia merasa dia bisa melakukan itu.


Gianni hanya melihat orang berdasarkan nilai di saham perusahaan mereka atau kegunaan mereka. Jika kau tidak mempunyai itu jangan  harap bisa dipandangnya. Dengan  cepat Vittorio Bova  mengambil kesimpulan dari pembicaraan ini.


“Saya tak bangga dengan kelakuan putri saya yang menyinggung Anda dan keluarga. Tapi mungkin karena beberapa saat Putri saya sebenarnya sudah lama memperhatikan keponakan Anda. Mereka berjumpa beberapa  kali walaupun hanya perkenalan biasa dan nampaknya putri   saya  terpikat dengan keponakan Anda. Dia jarang mengatakan dia menyukai seseorang, tapi dia  benar-benar menyukai keponakan Anda. Konteks perkataannya sebenarnya juga ditujukan untuk  perempuan itu,bukan keluarga Anda. Dia tidak  bermaksud membeli siapapun.” Sekarang ternyata  Alessio Gianni tetap berusaha  menarik keponakannya.


“Saya tidak terlibat dengan siapa yang dipilih  keponakan saya Tuan Gianni. Anda hanya harus tahu itu.”


“Mungkin Anda bisa memberi saran untuknya Tuan Bova. Banyak orang yang bertanya soal putri cantik saya tapi saya pun tak mengatur dengan siapa putri saya ingin menjalin hubungan. Jika keluarga  kita bisa saling terikat  dengan perkawinan keluarga, banyak hal yang bisa kita bagi bersama. Banyak keuntungan bagi kedua belah pihak. Ini tanda saya menghargai  Anda sebagai catatan, bukan  berusaha menyuap Anda atau membeli  Anda, Anda jangan salah paham maksud  saya.” Nampaknya Gianni ini seperti yang dibicarakan keponakannya akan berusaha keras menarik dukungan kepada mereka. Kuncinya adalah mereka. Mungkin karena Gianni begitu mendewakan uang, mereka perlu dihabiskan uangnya.


“Saya kira permintaan Anda itu  sangat tidak mungkin. Putri Anda telah menyinggung adik saya, Ibu Bova,  sekaligus istri  saya. Lebih baik Anda menyerah saja. Bova juga sudah mempunyai kekasih.”


“Mungkin mereka bisa bertemu dan saling mengenal dulu. Seperti yang saya bilang, saya  dan keluarga saya tidak punya konteks membeli keluarga Anda. Jika membeli maka saya tidak akan mau bertemu Anda. Apa Anda mungkin punya kesulitan sekarang yang  bisa saya bantu, sebagai tanda permintaan maaf  saya. Jika bisa anggaplah saya ingin mengundang keluarga Anda untuk minta maaf secara pribadi.” Gianni ini nampaknya memang sangat berusaha, baiklah dia manfaatkan saja untuk memaksanya mundur di sebuah proyek besar. Biar dia  tahu bagaimana dia akan dipermainkan oleh  uang yang selalu di agungkannya itu.


“Anda ingin mengundang makan makam keluarga saya?”


“Iya, Anda, keluarga Anda,  keponakan Anda Fabricio Bova dan Ibunya. Mungkin saya bisa  membantu saja dengan hal yang Anda inginkan. Sebutkan saja, mungkin saya bisa memenuhinya. Ini adalah tanda niat baik saya untuk meminta maaf.”


“Anda hanya ingin minta maaf?”


“Iya, saya ingin memperbaiki apa yang telah dilakukan  oleh putri saya.”


“Saya dan partner saya mempunyai kepentingan di proyek pembangunan gedung pemerintah di Palermo,  saya  harap Anda tidak mencoba berkompetisi dengan saya.” Vittorio Bova  menyebutkan syarat persetujuan undangan makan malam itu.


Allesio Gianni terperanjat, apa yang diminta Vittorio  Bova sangat mahal. Makan malam yang sangat mahal. Dia termakan omongannya sendiri sekarang. Vittorio Bova memanfaatkan  dengan baik kesempatan ini.


“Saya...” Allesio Gianni tidak bisa bicara sekarang. Vittorio Bova tersenyum, dia tertawa dalam hati sudah membuat Allesio Gianni tak bisa bicara karena terbata karena tak bisa membeli permintaan maafnya. Dia pikir membeli keluarga Bova itu murah, sekarang dia  akan melihat apakah  millionare ini berani membeli ‘hanya’ permintaan maafnya.


“Tuan Gianni, saya harus kembali ke kantor. Selamat siang.” Sekarang dia akan pergi dari sini, meninggalkan pecundang yang hanya berani mengandalkan harta ini. Biar dia belajar apa yang bisa didapatnya dengan membanggakan hartanya itu.


Dan dia meninggalkan Allesio Gianni terdiam di mejanya, dengan senyum penuh kebanggaan. Bahkan membeli permintaan maafnya saja Allesio Gianni tak berani.


Lihatlah apa hartamu bisa menyelamatkan keluargamu.


\=========***============