
POV Author
Tiga hari dari kejadian itu. Eliza masih dalam pengawasan dokter, dan nampaknya keadaan tenang setelah Lorina Gianni diusir oleh Ibu Fabricio Bova, tidak nampak ada pergerakan apapun selain Gianni berusaha melobi untuk memundurkan jalannya sidang. Taoi pasti mereka akan melakukan sesuatu adalah sebuah hal yang pasti. Kali ini mungkin sasarannya bukan Fabricio Bova lagi karena putri keluarga Gianni sudah gagal melaksanakan tugasnya.
Kali ini kepala keluarga Bova, Vittorio Bova sedang berada di sebuah lounge di hotel bintang lima di Milan dia sedang menjamu makan siang seorang kolega bisnis.
“Tuan Bova, kejutan menyenangkan melihat Anda disini.” Vittorio Bova mendongak, di depannya ada seorang pria yang dikenalnya.
“Ohh Tuan Alessio Gianni, kejutan juga menemukan Anda disini.”
“Boleh saya duduk? Saya kebetulan mau bicara dengan Anda.” Tentu saja Vittorio tahu Alessio Gianni mau bicara dengannya. Dua hari lalu assistennya sudah mengajukan permintaan pertemuan, tapi dia meminta assistennya menundanya dengan alasan dia sedang keluar kota, setelah istrinya menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit. Bova sendiri juga sudah bicara padanya. Alessio ini nampaknya sekarang berjuang sendiri untuk anaknya, karena dia telah membuat Kakaknya marah besar.
“Sihlakan.” Tapi sekarang nampaknya dia tidak bisa menghindari pertemuan ini. Nampaknya Alessio Gianni, Ayah Adriano Gianni ini menyuruh orang memastikan dimana dia berada.
“Bagaimana kabar Anda Tuan Bova.”
“Baik seperti yang Anda lihat, apa yang bisa saya bantu untuk Anda Tuan Alessio.”
“Mungkin saya harus mulai dengan meminta maaf kepada Anda atas kejadian beberapa hari lalu.”
“Ohhh, apa yang harus saya maafkan tentang putri Anda? Saya tidak mengerti .” Vittorio tak bisa melewatkan kesenangan membuat Gianni yang katanya ingin membeli keluarganya ini meminta maaf. Gianni yang terkenal harus menanggalkan harga dirinya untuk menyelamatkan keluarganya, karena uangnya sudah tidak bisa dijadikan jaminan sekarang. Allesio Gianni menghela napas, nampaknya sangat sulit mengatakan hal seperti meminta maaf baginya. Tapimau tak mau dia harus merendahkan dirinya.
“Putri saya mengatakan bahwa dia bisa membeli keluarga Bova. Saya minta maaf atas perkataannya karena telah menyinggung seluruh keluarga Anda.”
“Siapa keluarga kami dibanding Anda. Mungkin benar Anda bisa membeli keluarga kami.”
“Tidak-tidak, Putri saya yang bersalah dan saya bersalah karena terlalu memanjakannya. Saya tahu saya harus meminta maaf atas ini, saya akan membawanya ke depan Anda dan seluruh keluarga Anda untuk meminta maaf.”
“Ohhh benarkah.”
“Saya akan membawanya, meminta maaf kepada keponakan Anda, Ibunya juga istri Anda, dan kepada Anda. Apa yang dia katakan memang salah.” Vittorio Bova hanya tersenyum sinis, orang-orang ini meminta maaf karena menginginkan bantuan dan untuk membereskan masalah. Tapi apa dia mengakui kesalahan anaknya? Tidak, Gianni akan tetap membela anaknya, walaupun dia salah. Apa dia menyebutkan minta maaf pada Eliza,tidak , karena tetap saja dia merasa dia bisa melakukan itu.
Gianni hanya melihat orang berdasarkan nilai di saham perusahaan mereka atau kegunaan mereka. Jika kau tidak mempunyai itu jangan harap bisa dipandangnya. Dengan cepat Vittorio Bova mengambil kesimpulan dari pembicaraan ini.
“Saya tak bangga dengan kelakuan putri saya yang menyinggung Anda dan keluarga. Tapi mungkin karena beberapa saat Putri saya sebenarnya sudah lama memperhatikan keponakan Anda. Mereka berjumpa beberapa kali walaupun hanya perkenalan biasa dan nampaknya putri saya terpikat dengan keponakan Anda. Dia jarang mengatakan dia menyukai seseorang, tapi dia benar-benar menyukai keponakan Anda. Konteks perkataannya sebenarnya juga ditujukan untuk perempuan itu,bukan keluarga Anda. Dia tidak bermaksud membeli siapapun.” Sekarang ternyata Alessio Gianni tetap berusaha menarik keponakannya.
“Saya tidak terlibat dengan siapa yang dipilih keponakan saya Tuan Gianni. Anda hanya harus tahu itu.”
“Mungkin Anda bisa memberi saran untuknya Tuan Bova. Banyak orang yang bertanya soal putri cantik saya tapi saya pun tak mengatur dengan siapa putri saya ingin menjalin hubungan. Jika keluarga kita bisa saling terikat dengan perkawinan keluarga, banyak hal yang bisa kita bagi bersama. Banyak keuntungan bagi kedua belah pihak. Ini tanda saya menghargai Anda sebagai catatan, bukan berusaha menyuap Anda atau membeli Anda, Anda jangan salah paham maksud saya.” Nampaknya Gianni ini seperti yang dibicarakan keponakannya akan berusaha keras menarik dukungan kepada mereka. Kuncinya adalah mereka. Mungkin karena Gianni begitu mendewakan uang, mereka perlu dihabiskan uangnya.
“Saya kira permintaan Anda itu sangat tidak mungkin. Putri Anda telah menyinggung adik saya, Ibu Bova, sekaligus istri saya. Lebih baik Anda menyerah saja. Bova juga sudah mempunyai kekasih.”
“Mungkin mereka bisa bertemu dan saling mengenal dulu. Seperti yang saya bilang, saya dan keluarga saya tidak punya konteks membeli keluarga Anda. Jika membeli maka saya tidak akan mau bertemu Anda. Apa Anda mungkin punya kesulitan sekarang yang bisa saya bantu, sebagai tanda permintaan maaf saya. Jika bisa anggaplah saya ingin mengundang keluarga Anda untuk minta maaf secara pribadi.” Gianni ini nampaknya memang sangat berusaha, baiklah dia manfaatkan saja untuk memaksanya mundur di sebuah proyek besar. Biar dia tahu bagaimana dia akan dipermainkan oleh uang yang selalu di agungkannya itu.
“Anda ingin mengundang makan makam keluarga saya?”
“Iya, Anda, keluarga Anda, keponakan Anda Fabricio Bova dan Ibunya. Mungkin saya bisa membantu saja dengan hal yang Anda inginkan. Sebutkan saja, mungkin saya bisa memenuhinya. Ini adalah tanda niat baik saya untuk meminta maaf.”
“Anda hanya ingin minta maaf?”
“Iya, saya ingin memperbaiki apa yang telah dilakukan oleh putri saya.”
“Saya dan partner saya mempunyai kepentingan di proyek pembangunan gedung pemerintah di Palermo, saya harap Anda tidak mencoba berkompetisi dengan saya.” Vittorio Bova menyebutkan syarat persetujuan undangan makan malam itu.
Allesio Gianni terperanjat, apa yang diminta Vittorio Bova sangat mahal. Makan malam yang sangat mahal. Dia termakan omongannya sendiri sekarang. Vittorio Bova memanfaatkan dengan baik kesempatan ini.
“Saya...” Allesio Gianni tidak bisa bicara sekarang. Vittorio Bova tersenyum, dia tertawa dalam hati sudah membuat Allesio Gianni tak bisa bicara karena terbata karena tak bisa membeli permintaan maafnya. Dia pikir membeli keluarga Bova itu murah, sekarang dia akan melihat apakah millionare ini berani membeli ‘hanya’ permintaan maafnya.
“Tuan Gianni, saya harus kembali ke kantor. Selamat siang.” Sekarang dia akan pergi dari sini, meninggalkan pecundang yang hanya berani mengandalkan harta ini. Biar dia belajar apa yang bisa didapatnya dengan membanggakan hartanya itu.
Dan dia meninggalkan Allesio Gianni terdiam di mejanya, dengan senyum penuh kebanggaan. Bahkan membeli permintaan maafnya saja Allesio Gianni tak berani.
Lihatlah apa hartamu bisa menyelamatkan keluargamu.
\=========***============