The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 42. Good Friend Already 2



"Tidak ada tamu disini Nanao?" Aku sekarang tertarik untuk mengorek sedikit.


"Tamu?" Nanao binggung dengan pertanyaanku.


"Pacar Tuan?" Aku berbisik padanya.


"Ohhh... Ehmm... aku tak pernah melihatnya Nona. Sama sekali Tuan tak pernah membawa wanita kesini. Kecuali dulu, tunangan Tuan yang putus itu, Nona Misako, dia biasanya kesini."


Ehm jadi dia memang membawa seseorang yang sudah disetujui dan diketahui keluarga ke rumahnya.


"Setsuko-san tak mau jadi pacar Tuan?" Perkataan Nanao membuatku tersedak.


"Nanao, aku hanya pendampingnya, ini pekerjaan Nanao, aku dibayar untuk menjadi pendamping. Aku tak bisa mencampur pekerjaan dan perasaan..."


"Entahlah, kupikir Tuan sangat baik dengan Nona." Dia tersenyum.


"Jodoh Tuanmu itu nanti adalah orang semacam tunangannya yang dulu, keluarga tertentu yang punya nama terhormat Nanao, bukan aku..." Jika Tuan Yamada mengetahui aku memanfaatkan kebaikannya untuk mengaet cucunya. Bukan hanya aku yang mendapat nama buruk, okiya Bibi juga akan mendapat masalah di Gion.


"Begitukah Nona?"


"Iya jangan sampai ada pacarnya baru nanti yang tahu aku kadang tinggal disini oke. Anggap saja aku pegawai yang harus bersiap disini. Jika ada barangku tertinggal saat kau membersihkan kamar kau harus menyimpannya agar tidak timbul kesalahpahaman."


"Ohh begitu Setsuko-san, baik-baik, saya akan ingat itu."


Aku tidak sanggup menanggung konsekuensi seperti itu. Aku harus menjaga diriku dan perilakuku sendiri.


"Hisao, ini pertemuan apa? Aku harus bertemu siapa?" Aku bertanya setelah kami dimobil.


"Pertemuan kali ini adalah dengan Paman, gathering ini seperti pertemuan khusus tapi aku membawamu agar aku tak diganggu saja. Tapi ini adalah pertemuan organisasi. Kau hanya ikut denganku sebagai pendamping tapi aku tak akan memperkenalkanmu dan kau bisa bicara bersama wanita lain nanti diruangan lain, saat tiba ditempat itu. Kau dilarang membicarakan statusmu dengan yang lain untuk yang ini." Ternyata ini mungkin pertemuan khusus.


"Mengerti." Aku sekarang sadar mungkin ini pertemuan dengan Oyabun. Yang dirumorkan bahwa Tuan Yamada punya hubungan dengan Yakuza.


"Wanita-wanita disana mungkin ada yang sedikit ekspresif. Biasakan dirimu, biarkan saja mereka."


"Ekspresif?" Aku melihatnya. Aku berpikir sebelum bertanya lagi. "Maksudmu seperti Aoki..."


"Hmm. Bilang saja kau assisten pribadiku, mereka tak akan usil bertanya..."


Pergilah kami dengan aku mengikutinya dengan setelan resmi hitam. Kali ini tidak mengandengnya tapi berjalan dibelakangnya.


"Baik."


Dan tibalah kami disebuah satu gedung restoran dengan pub dan karaoke mewah tujuh lantai di Shinjuku. Kami masuk lewat jalan belakang yang dijaga oleh beberapa pengawal berjas hitam. Nampaknya ini juga adalah gedung yang dipunyai salah satu anggotanya. Meja-meja sudah dipenuhi tamu, mungkin ada 20 orang laki-laki di sana.


Wanita-wanita cantik beberapa ikut menemani mereka makan dan minum. Restoran ini juga menjalankan hoste*ss club juga. Kurasà aku dibawa Hisao karena dengan adanya aku dibelakang Hisao, wanita-wanita ekspresif itu tak akan berani terlalu ekspresif padanya dan aku membedakan level rank Hisao dengan membawa wanitanya sendiri.


Ekspresif, mereka adalah h*ost, itu kata-kata yang tepat, seperti Aoki. Mereka menghibur tamu-tamu yang makan dan minum ini. Aku sengaja memperhatikan beberapa laki-laki itu, diantara mereka ada yang beberapa kelingkingnya terpotong dan memakai kelingking tiruan. Ini adalah tanda mereka pernah melakukam semacam permintaan maaf jika ada yang melakukan kesalahan besar.