The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 34. About Me



"Ohh, luas Nona, kadang pengawal dan Tuan juga berlatih beladiri disini. Saya sudah biasa cuci mata disini." Nanao tertawa kecil. Astaga bisa dibayangkan jika Tuannya saja seperti itu maka pengawal-pengawalnya akan lebih hebat. Pemandangan yang luar biasa.


Terberkatilah Nanao! Aku meringis sendiri dengan doaku.


Apa aku boleh mengintipnya latihan sedikit. Pikiranku sudah berpikir jahil sekarang. Kesopananku hilang sudah, jika aku melihatnya ke belakang sana dia pasti berpikir macam-macam.


Tak boleh! Aku tak boleh kebelakang sana.


Kendalikan dirimu Setsuko. Dia akan punya kesempatan meledekmu. Tidak boleh! Sial aku terus memikirkannya. Selama ini kusadari aku bergaul dengan orang-orang tua yang tidak memiliki sesuatu yang menarik, melihat Tuan Tan saja membuatku memikirkannya terlalu banyak sekarang di tambah Hisao.


Aku benar-benar payah. Tapi mungkin aku bisa memakai alasan melihat rumah! Astaga Setsuko kau benar-benar mes*um! Aku tak habis-habis menyumpahi diri sendiri selama makan karena punya aku ingin melihatnya lagi.


"Nanao, gym dibelakang ke arah mana?" Aku tak bisa bertahan melawan godaannya. Mungkin aku bisa mengintip diam-diam.


"Ohh ke sana, ke arah kanan Nona." Nanao memberitahuku. Hanya lewat saja. Hanya lewat! Melihat rumah! Itu alasan yang masuk akal bukan.


Kurasa aku sudah terlalu berani sekarang. Aku melangkahkan kaki setelah menyelesaikan sarapanku. Jika aku tertangkap alasannya adalah aku sedang melihat-lihat rumah. Aku mencari alasan di kepalaku sekarang.


Aku menuju arah yang ditunjukkan oleh Nanao dengan jantung berdebar-debar. Kenapa aku bisa mengendap-ngendap seperti pencuri disini.


Ruangan dekat taman belakang itu terlihat luas dari jauh, tak ada pembatasnya, tapi aku tak melihat dia. Langkahku terhenti, ini tidak benar kenapa aku harus begini penasaran. Aku mundur berbalik pergi...


"Apa yang kau cari disini?" Jantungku copot. Aku menabraknya dibelakangku. Sejak kapan dia berada di belakangku.


"Waaa..." Dia tersenyum lebar melihatku segera melangkah ke belakang sambil berteriak kaget. Apa dia punya semacam langkah ninja yang tak terdengar.


"Aku dari kamar mandi, kau yang aneh kenapa berjalan pelan-pelan begitu. "Kau mencariku?"


"Tidak, aku hanya melihat-lihat rumah ini." Dia menaikkan alis mendengar jawapanku.


"Disana depan sana cuma ada gym dan taman. Kau mau latihan?" Aku langsung menggeleng.


"Aku cuma harus menyelesaikan latihan push dan pull. Kau mau lihat gym?" Hmm... aku punya alasan kesana sekarang... Dan melihatnya latihan.


"Hmm...boleh." Dia mendahuluiku sekarang.


Gym itu cukup luas. Ada banyak peralatan yang aku tak mengerti kegunaannya yang kutahu hanya treadmill, barbel, sepeda statis saja. Aku duduk di salah satu alat yang kupikir bisa untuk duduk. Dia meninggalkanku dan sekarang melakukan pull-up.


Keren! Bisa melihat segitiga pundaknya. Aku melonggo begitu saja melihatnya, ketika dia memergokiku aku melengos. Jika dipikir-pikir dia mengajakku kesini memang untuk pamer!


Aku yang dengan sukarela mengaguminya, baiklah anggap saja imbal balik karena dia memberiku cuti, tak apa sedikit memberinya pujian bukan.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Badanmu bagus." Kuberikan dia kata yang dia inginkan. Dia tersenyum padaku.


"Terima kasih. Tak biasanya kau sukarela memujiku." Aku baru mau bilang dia mengajakku kesini untuk pamer, tapi nanti akan ada serangan dibalik, kenapa aku berjalan kesini. Aku tidak jadi mengatakannya.