
“Howard dia benar-benar orang Rusia, maksudmu agen KGB?”
“Sepertinya begitu,...” Sepertinya begitu, dia tak akan mau cerita terlalu banyak, mau-tak mau aku harus bertanya ke Nathan. Karena mereka belum mengenalku, sementara aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi bagaimana mafia Rusia dan agen KGB terlibat semua ini. Howard dipanggil masuk kemudian.
Aku menunggu didepan ruangan, nampaknya masih lama, apa interogasi ini akan melibatkan penyiksaan, karena ada tiga orang laki-laki menghadapi satu orang pria, nampaknya ini akan berdarah-darah dan memakan waktu lama. Lihat saja dia mulai mencengkaram kerah baju, aku menutup mata kemudian karena bogem mulai keluar. Tak mau melihat penyiksaan tak manusiawi ini. Terserah mereka melakukan apa untuk mendapatkan informasi.
“Nona, jika kau ingin istirahat ada ruangan untuk tamu disini. Kamarnya bersih, kamar mandi di ujung ruangan sana. Howard menunjukkan arah untukku melihat aku tak terbiasa dengan pemandangan macam ini. Ada total lima pengawal yang ada disini, aku sempat melihatnya, apa ada lagi aku tak bisa memastikan.
“Baiklah, ...” Aku meneliti rumah itu. Rumah ini cukup besar, mungkin sekitar 300m2, ruangan-ruangannya kecil dan solid. Dan minim jendela sekali lagi. Banyak kamera pasti, ini seperti prinsip safe house. Harusnya ada ruang kontrol disini, dimana semua kamera keamanan bisa terlihat.
Aku menunggu di ruang yang nampaknya ruang duduk, ada sofa yang cukup nyaman dan televisi, sementara suara teriakan samar terdengar dari ruangan interogasi, aku tak ingin membayangkan apa yang sedang mereka lakukan, yang kulakukan hanya menunggu saja.
Sejam kemudian tampaknya penyiksaan itu berakhir. Aku melihat Nathan keluar sekarang bersama dengan yang lain. Nampaknya orang itu masih didalam, entah bagaimana nasibnya. Kurasa dibuat pingsan.
"Jadi? Kenapa dia menyerang kita?"
“Hmm dia tidak mengakui apapun, kurasa perlu banyak usaha memaksanya.”
“Apa yang akan kau lakukan padanya. Kenapa KGB sampai mengejarmu?”
“Karena aku menyembunyikan uang panas mereka.” Ini dia rahasianya. Menyembunyikan uang panas mereka.
“Menyembunyikan uang mereka?”
“Bagaimana cara menyembunyikan uang pemerintah Rusia?”
“Bukan uang pemerintah Rusia, hanya sejumlah besar uang panas, koruptor, mafia, pengusaha, aku tahu rahasia mereka. Harusnya aku tak bertemu Oleg kemarin, dia membawa masalah saja. Rupanya dia diikuti...” Dia menghela nafas panjang sekarang. Kurasa ini ada hubungannya dengan operasi pembentukan perusaahaan cangkang di luar negeri. Operasi pencucian uang, kurasa Nathan ini adalah lembaga investasi, pemutaran uang dan sekaligus pencucian uang dengan jumlah luar biasa. Dan digunakan untuk tujuan ilegal.
“Aku akan menghilang untuk sementara dari LA itu saja, mereka cuma agen asing, kesialan mereka bisa sampai tertangkap, mereka tak bisa berbuat apa-apa...”
“Menghilang?”
“Ikut kemana?”
“Pindah.”
“Pindah? Aku punya pekerjaan disini...”
“Kuberi kau liburan satu minggu.”
Belum sempat aku menjawab. Howard tiba di ruangan itu.
“Mereka menyusul Boss.” Apa maksudnya mereka menyusul?
“Berapa orang?” Nathan langsung berdiri siaga, berarti entah bagaimana orang-orang yang tadi itu berhasil melacak temannya disini. Mungkin mereka punya alat yang ditanamkan di badan mereka, padahal mereka sudah dibersihkan. Mereka agen KGB, tak ada rumus mereka akan kalah dengan mafia Spanyol.
“Yang terlihat empat.”
“Kau bisa menembak bukan?” Aku dengan cepat mengangguk, sekarang aku benar-benar butuh cadangan nyawa. Kenapa aku sial sekali ditugaskan disini. Jantungku perlu latihan olahraga jantung sekarang, jangan bilang aku tak takut. Aku hanya pernah menembak di latihan dan paling akhir menembak orang di belakang pintu. Itupun sudah membuatku tak bisa tidur dan mimpi buruk karena merasa membunuh orang lain.
“Apa yang harus ku lakukan.” Dia menarik tanganku dan membawaku ke ruangan tempat agen Rusia itu ditahan. Aku melihat agen itu melihat kami masuk wajahnya memar karena dihajar. Mulutnya diplester sehigga dia tidak bisa berteriak dan mengeluarkan suara apapun sementara tangannya diborgol ke belakang. Dia melihat kami yang masuk, nampaknya dia tahu temannya akan menyusulnya.
“Tugasmu adalah menembak siapapun yang masuk lewat pintu itu, kau mengerti. Tembak langsung atau dia yang akan menembakmu kau mengerti!” Aku mengangguk dengan gugup. “Tarik napas, tenangkan dirimu, jangan panik, kemungkinan mereka berhasil masuk kesini sangat kecil. Kau hanya perlu berjaga dengan waspada.”
“Kenapa kita tak memanggil polisi kesini.” Apa kami harus menghadapi gerombolan pembunuh ini sendiri tanpa bantuan siapapun?
“Polisi hanya akan menambah masalah, bukan menyelesaikannya.” Jadi kami hanya harus membunuh mereka begitu, lagipula mereka intel Rusia? Apa ini cara mereka bunuh dan habisi.
“Kau berjaga disini.” Dia melihat sekeliling ruangan.
“Iya.” Sekarang tanganku mulai gemetar.