
"Apa yang kalian inginkan." Satu orang lagi yang tadinya ditunjuk sebagai Jordan ngeri melihat orang tersebut membuka kaus kakinya.
Sementara orang tua didepannya tersenyum kecil dengan pandangan mata dingin.
"Kalian tahu apa yang biasa dilakukan oleh mata-mata tertangkap di jamanku dulu?" Dia memulai dengan kalimat pembukaan cukup mengerikan.
"Lebih baik mati, karena siksaannya akan membuatmu merasa mati lebih baik." Semua orang merinding sekarang, mereka menganggap orang tua ini sepertinya sudah mengalami banyak hal, tapi sebenarnya dia dan adiknya mata-mata yang licik, sehingga tidak pernah tertangkap. Jika sudah tertangkap sebagai mata-mata, penjara Russia adalah neraka. "Sebagian dari mata-mata dan prajurit di era perang dingin membawa racun arsenic lalu menelannya supaya bisa mati dulu daripada harus disiksa berbulan-bulan untuk bisa mati."
Diam tak ada yang bicara. Nathan yang berdiri di belakang menyukai bagaimana orang tua ini membuat permainan psikologis.
"Young Man, bisa ambilkan aku palu, atau apapun yang bisa digunakan untuk menancapkan paku."
"Yes Sir..."
"Kalian psycho gila? Apa yang kalian mau dengan palu?!" Satu orang langsung memprotes palu itu dia dan lainnya sudah membayangkan akan dipukul kakinya dengan palu itu.
Sementara itu, Daniel melihat pada orang yang berteriak itu, ... "Nomor dua, kau takut?" Karena dia duduk di tengah maka dia nomor 2 dari kursi.
"Namaku Jordan! Bukan nomor dua. Siapa kau sebenarnya!"
"Kami memanggil tahanan dengam nomor, sekali kau masuk ke tahanan, kau hanyalah sekumpulan hardwere yang harus dikeluarkan informasinya." Senyum orang tua itu sekarang setara dengan malaikat pencabut nyawa.
"Ini Sir..." Liam menyerahkan palu yang didapatkannya.
"Kau mau menghancurkan jari kami dengan palu itu, kau biadap!” Daniel tertawa didepan mereka, menambah kesan bahwa mereka menghadapi psychopath gila yang akan mempermainkan mereka sampai mati.
“Menghancurkan jari kakimu? Itu berantakan, aku tak suka darah dimana-mana...” Dia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, itu adalah dua buah jarum, tapi dengan ukuran agak besar. Semua orang sekarang merasa ngilu melihat jarum itu.
“Yang aku akan lakukan adalah meniru Nazi, mereka adalah seniman sebenarnya di penyiksaan, jika aku tak puas dengan jawabanmu, aku akan memakukan ini ke kukumu, satu persatu,...” Dia diam supaya mereka bisa membayangkan, “...mungkin puluhan kali aku baru bisa mencongkel satu kukumu. Dan rasa sakitnya bisa membuatmu pingsan berkali-kali, terkencing-kencing di celana. Dan berharap kau lebih baik mati...” Semua orang di ruangan itu sekarang tidak ada yang berani bicara, mereka tak membayangkan siksaannya akan begitu keji, menyisipkan jarum dikuku kaki dan memasukkannya menembus kukunya.
“Kau benar-benar orang gila, kami hanya dibayar untuk membawamu bukan membunuhmu!”
“Nah sekarang kau bicara rupanya, nomor 3, rusukmu tadi tidak patah rupanya, mau kupatahkan saja, kau bossnya?” Sekarang dia diam lagi.
“Greg, katakan saja semuanya, yang penting kita lepas dari sini!” Orang yang bernama Jordan itu ketakutan, ancaman jarum memasuki kuku jarinya cukup membuat mentalnya jaruh, mungkin dia akan bertahan jika hanya dipukul, tapi siksaan melepas kukumu secara perlahan-lahan itu terlalu mengerikan untuk dibayangkan.
“Greg, kau yang menerima uang mukanya, lepaskan saja, lebih baik dipenjara daripada disini.” Satu orang lagi temannya mendesaknya. Nathan dibelakang sana hanya senyum-senyum, senior memang cuma perlu mengancam untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
“Ohh rupanya kau memang bossnya?” Daniel menunjuk ke nomor tiga. “Kau sudah pernah dipenjara nomor 1?”
“Sudah Sir.”
“Kasus apa?”
“Pencurian mobil dan perampokan bersenjata Sir.” Dia menjawab jujur tanpa menawar karena ngilu membayangkan jarum itu menembus kukunya. Jadi lebih baik dia bersikap baik. Dan bagi Daniel ini seperti mengenang masa lalu saat dia masih bekerja di sebagai mata-mata.
“Kau nomor dua? Sudah pernah masuk penjara?”
“Belum Sir.”
“Pernah masuk militer?”
“Tidak Sir, saya hanya bekerja di sebagai keamanan di sebuah klub, hanya Greg dari kami yang pernah masuk Army. Dan dia yang mengajak kami mengerjakan ini. Aku hanya dibayar 2.000 Sir, tugasku hanya membantu menangkapnya hari ini.” Dia menunjuk ke bossnya si nomor 3, yang bernama Greg.
“Nomor 1 kau dibayar berapa?”
“Aku dijanjikan dibayar 5.000, tapi dia baru memberiku 2.000.”
“Jadi kalian berdua yang berhari-hari memata-mataiku.”
“Iya.” Pria itu menjawab pendek.
“Ohh benarkah? No. 3 ternyata kau di Army?” Dia sekarang memindahkan kursinya sepenuhnya ke nomor 3.
“Jadi, berapa kau dibayar?” Dia lanjut ke pertanyaannya ke pada nomor 3 yang bernama Greg.
“30.000.” Greg menjawabnya.
“Untuk apa...”
“Ohh, bagaimana kau melapor jika sudah mendapatkanku?”
“Aku melapor di email khusus. Tak ada kontak apapun. Aku menerima pembayaran dimuka 10.000 dan menunggu perintah jika sudah menangkapmu?” Dia bicara dengan lancar.
“Jadi aku harus ditahan di suatu tempat selama beberapa saat.”
“Iya, aku hanya harus memastikanmu ditahan paling lama sebulan, jika penahanan lebih dari 10 hari, aku dapat penambahan 10.000 dollar untuk penahanan 10hari berikutnya.”
“Siapa yang menyuruhmu?”
“Dia hanya bilang dia orang Rusia namanya Igor di chat emailnya. Dia memberikan foto dan alamatmu. Dan kami tinggal mengusahakan menangkapmu dan menahanmu disatu tempat.” Sekarang Nathan tertawa.
“Kau tak percaya padanya.” Daniel juga sebenarnya tak percaya, orang Rusia sekelas Kulkov memakai amatiran seperti ini.
“Amatir seperti ini tak akan mungkin dipakai Rusia, dia terlalu menganggap tinggi dirinya. Hans coba lacak jika kau bisa menemukan sesuatu di accountnya.” Terakhir mereka mengirimkannya sekelompok pembunuh bersenjata laras panjang. Bagaimana mungkin sekarang turun kelas ke amatiran yang mungkin menembakpun tak tepat pada sasaran. Dua orang mengarahkan orang yang ini ke ruang di sebelah lagi. Tampaknya ancaman cukup untuk mengorek para amatir ini sampai ke dasar, sementara yang lain tetap dibiarkan disana. Karena leadernya dalam interogasi sekarang.
“Tampaknya kita menghadapi kongsi yang pecah sekarang. Lagipula sisi Rusia sudah ditangani oleh yang lain. Mereka tak mungkin sembarangan mengambil tindakan ketika bisa mendapatkan deal dengan orang yang tepat.“
“Tebakanku juga begitu Sir.” Nathan setuju dengan logika Sir Daniel.
“Bagaimana kau ingin mengadapinya.”
“Kurasa aku akan memancing mereka kedalam jebakan mereka sendiri.”
“Maksudmu, kau ingin mereka melaporkan aku berhasil mereka culik dan melihat apa reaksi mereka.”
“Benar Sir.”
“Tampaknya Callaway ini orang bebal yang tak pernah belajar dari kesalahan.”
“Mereka berusaha mendapatkan hukuman minimum untuk anaknya dengan menekan Kate mengatakan hal yang tidak memberatkan mereka di persidangan. Orang kaya dan biasa mendapatkan apa yang mereka inginkan melalui uang mereka. Sebenarnya Kate dulunya punya hubungan baik dengan Tyson Callaway, mereka teman baik... maksudku... ehm mereka punya hubungan khusus yang lebih dari teman, saat baru sama-sama masuk akademi FBI, kemudian belakangan setelah Ayahnya menjadi calon walikota NY, dia mendepak Kate dari temannya ke level orang yang harusnya memujanya.”
“Ohhh jadi Callaway ini benar-benar brengsek. Dan tak bisa diberi hati”
“Mareka menyewa pengacara kriminal terbaik untuk menyelamatkan anak mereka. Tadinya mereka menawarkan deal uang tapi Kate tak mau karena sudah terlanjur sakit hati padanya karena dia bahkan yang membantu Rusia itu menculiknya dan meman.”
“Kalau begitu ayo kita dapatkan bukti hubungan mereka dengan penculik-penculik amatir ini.Bagaimana dengan dua cecungguk bodoh yang tidak tahu apa-apa itu?”
“Kurasa membiarkan anak-anak menghajar mereka dan melepaskannya adalah yang terbaik, mereka tak berguna jika ditahanpun.” Tak ada gunanya menampung mereka.
“Hmm aku setuju, jadi kita menahan nomor 1 dan 3 saja.”
“Benar Sir. Kita ancam saja mereka kurasa mereka tak akan berani lagi. Kita tunggu perkembangan penyelidikan selanjutnya.”
Mereka kembali ke dalam. Dua orang itu sudah berada diruang tahanan lagi.
“Kalian berdua, jika aku melihat kalian lagi, akan kubiarkan kalian merasakan bagaimana kupaku jari kalian ke jarum. Kuhabisi kalian.” Daniel mengancam dua cecungguk itu.
“Sir, kami tidak akan menganggu lagi, tidak akan lagi. Kami berjanji kau tak akan melihat kami lagi. Jangan khawatir.”
“Kalian kali ini beruntung, jika kalian bertemu denganku kujamin lain kali kalian sial. Bekerjalah yang benar, jika kalian bergaul dengan pria-pria seperti ini kujamin satu saat kalian akan sial dan masuk penjara.”
“Mengerti Sir.” Kedua orang itu mengangguk-angguk. “Karena kalian sudah disini, lewati dua orang ini dulu.” Mereka berpandangan satu sama lain, sementara Liam dan Hans yang berada disana menyeringai. Mereka mendapat samsak gratis.
“Sir maksudmu, kami harus melewati pengawalmu. Menerima pukulan mereka?"
“Kau tak bisa keluar begitu saja dari sarang macan, kau pikir kau bisa keluar begitu saja dari sini.” Mereka berdua berpandangan, ternyata ada harga yang harus dibayar.
"Kalian terlibat penculikan orang tua lemah. Kalian harus dihajar. Dalam dua menit pertahankan diri kalian sendiri."
Dua menit itu, dua orang pasukan khusus itu membuat mereka menerima pukulan mereka. Sekarang mereka tahu siapa yang mereka hadapi. Yang mareka lakukan adalah mempertahankan diri.
"Bangun dasar laki-laki lemah kalian! Terlibat kejahatan tapi mempertahankan diri saja tak mampu kalian memalukan."
Dua orang itu bangun dengan susah payah, dijamin tak akan berani untuk mencoba lagi melawan orang tua gangster ini lagi.
"Kami minta maaf sudah menggangumu Tuan tak akan kami ulangi lagi."
"Bagus, sana pergilah."
"Ini 300 dollar cari taxi."
"Terima kasih sir."
Dua cecungguk itu pergi sekarang. Sementara mereka akhirnya bisa mendapatkan IP address pengirim pesan yang diotaki kantor pengacara kriminal.
"Baiklah, bilang ke mereka kalian sudah menahanku di tempat kalian. Kita akan lihat apa langkah mereka selanjutnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=