The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 94. The Trial



POV Kate Heatherton


Aku masuk ruang sidang, pengadilan itu hari ini melakukan pemanggilan saksi-saksi dari pihak penuntut.


Pengacara Armando melihatku setelah aku masuk ruangan sidang. Ini krusial untuknya, sementara aku hanya melewatinya sambil memberinya senyum kecil, mungkin aku memberinya perasaan tak enak sekarang. Disana ada orang tua Tyson, sementara Tyson yang duduk disamping pengacaranya melihatku datang.


Mungkin dia juga tidak percaya aku mau bekerjasama dengan sukarela. Tapi setelah pengacaranya melakukan taruhan besar dengan menculik Ayahku nampaknya dia percaya dia sudah menang.


Setelah diambil sumpahnya. Aku duduk di kursi saksi di hadapan hakim dan juri untuk persidangan tertutup ini karena menyangkut rahasia negara.


Penuntut umum memulai pertanyaannya dengan menanyakan latar belakang penculikanku dan apa yang terjadi selama aku diculik.


Lalu memutarkan rekaman percakapan Tyson Callaway dengan Arthur Kulkov, menjelaskan hubungan antara Callaway dan Kulkov yang rupanya punya hubungan baik karena Ayahnya juga adalah salah satu pemegang saham EuroChem dan punya beberapa kerjasama sebagai supplier di perusahaan yang sama.


Tentu saja diselingi dengan keberatan pengacara Callaway.


"Keberatan Yang Mulia, penuntut umum terlalu tendensius dan melebih-lebihkan isi telepon itu. Tuan Tyson Callaway mendengar rencana penculikan itu setelah itu terjadi. Mereka teman baik, Tuan Tyson juga terkejut Arthur Kulkov bisa menculik Nona Kate Heatherton." Armando memulai dengan narasinya


"Kalian teman baik? Bagaimana bisa teman baik bereaksi begitu mendengar temannya diculik? Apa benar kalian teman baik?" Aku meringis mendengar kata-kata hakim. Tak salah lagi siapapun yang mendengarnya tak percaya kami teman baik.


"Tentu saja bukan Yang Mulia. Teman saya itu, bahkan lebih senang saya terbunuh. Teman baik? Dia menempatkan saya sebagai orang yang harus memujanya, menahan saya di timnya agar dia dapat mengatur karier saya seperti yang di mau, saya tidak setara dengan keluarganya, dan ketika saya naik menjadi kepala unit, dia tambah membenci saya." Tuan Armando dan keluarga Callaway menatapku dengan tak percaya. Mungkin setelah ini mereka akan membiarkan Ayahku dibunuh dan mayatnya ditenggelamkan entah kemana untuk membalasku.


"Tuan Pengacara, ada lagi yang ingin kau tambahkan soal mereka berteman? Anda tidak berdelusi? Bagaimana seorang teman baik bisa menanyakan hal seperti dalam rekaman tadi?" Hakim yang memimpin persidangan tentu bertanya.


"Saya ingin menanyakan apa Nona Kate yakin tentang perkataannya barusan?" Pengacara Callaway ini sedang mengancanku tentu saja.


"Ohhh tentu saja aku yakin. Aku dibawah sumpah, tak akan mungkin berbohong." Aku tersenyum puas memandang ekspresi wajahnya yang mengatakan yang mungkin mengatakan... 'aku akan membalasmu, kau tak akan bertemu Ayahmu lagi.


Jadi aku langsung saja mengatakan sesuatu untuk mempersingkat pikirannya itu. "Tuan Pengacara, bersabarlah sebentar aku punya kejutan untukmu." Jadi aku sekarang langsung bicara di depan wajahnya supaya dia tahu apa yang aku pikirkan.


"Ohh kejutan apa yang kau bicarakan Nona Heatherton." Sang Hakim langsung tertarik.


"Soal itu biar saya yang menjelaskan kepada Yang Mulia." Penuntut Umum menginterupsi untuk menjelasan lebih dramatis.


"Lanjutkan aku ingin mendengar kejutannya, ini sepertinya cerita yang seru..." Hakim ini nampaknya menganggap ini film thriller.


"Sebenarnya saat ini Tuan Daniel Heatherton sedang diculik...."


"Benar sekali yang Mulia. Untuk menekan Nona Heatherton berkata mereka adalah teman baik, dan memuluskan narasi Tuan Pengacara bahwa mereka tidak punya masalah. Pengacara Tersangka kita menuliskan narasi bahwa Tersangka 'hanya' mendengar Nona Heatherton diculik tanpa terlibat dan cuci tangan atas keterlibatannya, bahkan akan menyangkal dialah yang membocorkan semua data Nona Heatherton ke Arthur Kulkov."


"Anda membuat tuduhan serius, Tuan Pengacara, kau punya bukti atas ucapanmu itu, setelah ini aku akan membuat tuntutan padamu langsung!" Tuan Armando langsung menunjuk ke penuntut.


"Bukti?! Tentu saja, aku membawa 2 penculiknya, Tuan Heatherton sendiri dan email yang kau kirimkan dari alamat IP kantormu sebagai komunikasi dengam penculik itu dan sudah tenty saja sudah di verifikasi penyidik FBI, bahwa alamat IP itu adalah berhubungan dengan kantormu!"


Tuan Armando sekarang membeku di tempatnya setelah penuntut menudingnya di mukanya.


"Lanjutkan..." Sang Hakim pun tercengang mendengar detail luar biasa ini.


"Saya akan jelaskan kepada yang Mulia, seminggu yang lalu, saat proses persidangan ini sudah dimulai, Tuan Daniel Heatherton, Ayah dari Kate Heatherton mendapatkan dirinya diawasi dan dibuntuti oleh seseorang di tempat usahanya di Brooklyn. Singkat kata, penculik itu mengawasinya selama lima hari dan saat itu satu-satunya cara menculik Tuan Heatherton adalah dengan mencegatnya di sebuah taman, tapi ternyata Tuan Heatherton malah yang menangkap mereka dengan bantuan teman-temannya. Dalam komunikasinya, mereka dibayar 30.000 dollar untuk menculik Tuan Heatherton menahannya seminggu,atau selama yang diperlukan. Pihak Nona Heatherton melapor padaku, dan aku memastikan sendiri bahwa yang mengirimkan mereka adalah Tuan Armando. Dan dua hari lalu, kau mengancam Nona Heatherton secara tersirat agar mendukung narasinya, bahkan mengirimkan rincian apa yang harus dijawab di sidang ini. Yang Mulia, ini semua bukti IP, percakapan pemberi perintah penculikan, daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh Nona Heatherton, bahkan rekaman percakapan Tuan Pengacara memaksa Nona Heatherton ada. Saat ini Tuan Pengacara mengira dia masih menahan Tuan Heatherton, padahal mereka semua ada di ruang saksi dan dia dengan percaya diri mengatakan narasinya bahwa Nona Heatherton dan Tersangka adalah teman baik. Itulah yang terjadi yang Mulia." Penuntut menyelesaikan perkataannya dan menunjuk pengacara Callaway didepan mukanya.


Semua bukti diberikan kepada Hakim dan juga kepada Juri. Dia menuju ke Armando.


"Tuan Pengacara, bukti kejahatanmu." Dan dengan tersenyum penuntut umum memberikan satu map copy bukti yang sama dengan yang diberikannya kepada orang lain. "Ohhh penculikmu ada diruangan saksi sekarang. Sebentar lagi kau bisa memberi salam kepada mereka." Penuntut bahkan menepuk bahu Tuan Armando dan tersenyum.


"Tuan Pengacara, Anda nampaknya benar-benar dalam masalah besar sekarang. Menculik anggota keluarga saksi untuk menekannya?" Hakim meneliti semua bukti itu sambil melihat ke Pengacara Callaway, yang sekarang nampaknya kelu lidahnya. Semua orang yang diizinkan hadir sekarang bicara satu sama lain membahas kasus ini.


Aku sekarang melihat semua bagian dari keluarga Callaway pucat pasi, Tyson melihatku dengan tak percaya.


"Kau penjahat licik! Kau menerima uangku dan menipuku mentah-mentah!" Tuan Callaway yang menghadiri sidang itu menunjukku dengan marah.


"Ohhh uang apa?" Hakim langsung bertanya.


"Untuk memuluskan niatnya membebaskan anaknya Tuan Callaway memberikan satu juta dollar sebagai suap ke saksi Yang Mulia." Penuntut menjawabnya.


"Benarkah Nona Heatherton..." Hakim bertanya padaku.


"Benar Yang Mulia, menurut yang Mulia perlukah kukembalikan? Dia menyerahkanku ke Rusia dan menculik Ayahku." Aku langsung bertanya kembali pada hakim yang tersenyum kecil padaku.


"Terserah kau saja, menurutku dia yang bodoh dan kau pintar. Mereka bertemu orang yang akhirnya bisa membungkam mereka. Orang kaya ini merasa uangnya bisa mengatur banyak hal. Sekarang mereka kena batunya." Sang Hakim menggelengkan kepalanya dan menghela napas. "Baiklah ini pengadilan saya ingin mendengar keterangan saksi ahli FBI yang menganalisa IP address ini dulu. Setelah itu Tuan Heatherton dan penculiknya."


Sisa hari itu berakhir memalukan untuk kubu Callaway, sementara pengacaranya menghadapi tuntutan baru untuk penculikan. Dipastikan tak ada celah bagi mereka untuk lolos kali ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=