The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 101. Beautiful Momiji Dream in the Autumn 1



“Nona, Hisao-san bilang dia  sudah membereskan urusan dengan gangster Inagawa itu, kami akan kembali ke Tokyo hari ini.” Pagi-pagi Tuan Takeru sudah mampir ke okiya pamit akan pulang padaku.


“Takeru-san, terima kasih atas bantuannya. Aku minggu depan sepertinya baru akan ke Tokyo lagi.”


“Baik Nona, kalau ada apapun sihlakan telepon saya.” Dia  berhenti sebentar sebelum nampaknya akan bicara lagi padaku. “Nona Setsuko, sebenarnya saya mengenal Ayah Nona. Dulu saya sering bertugas mengawal tamu Tuan Besar juga sebelum bertugas mengawal Tuan Hisao. Ayah Nona pasti tenang melihat Nona yang sekarang,  dia selalu membanggakan Nona saat dia hidup.”


“Benarkah?”


“Tak terasa belasan tahun waktu telah berlalu, sekarang saya bisa  melihat Nona memang anak yang membanggakan orang tua.”


“Tuan Takeru, terima kasih. Saya bisa mendengar ini seperti saya mendengar harapan Ayah terwujud.”


“Ayah Anda pasti bangga Nona. Dia teman saya, saat itu saya kehabisan uang saya meminjam tabungannya untuk kuliah Anda.  Tak disangka saya harus mengembalikannya sebagai uang duka cita. Ayah Anda bekerja keras untuk Anda, mendukung cita-cita Anda, dia bilang Anda ingin kuliah keuangan. Tapi walaupun sekarang berbeda, tapi tetap saja siapapun orang tua Anda pasti bangga atas pencapaian Anda.” Jadi begitu,bukan Ayah tak mengusahakannya tapi uangnya saat itu dipinjam oleh temannya. “Mungkin ini kesempatan saya membalas budi baik Ayah Anda, sampai saya bisa melihat anak saya sekarang bekerja dengan baik tidak seperti saya menggunakan otot. Mungkin Nona akan jadi keluarga Tuan Hisao, saya ikut mendoakan itu akan segera terjadi.”


“Tuan Takeru, budi baik Ayah untuk Ayah. Saya hanya bangga dengan Ayah bahwa temannya masih mengingatnya. Saya hanya gadis biasa yang beruntung menerima banyak kebaikan. Jika Tuan Takeru membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk  bicara. Teman Ayah juga teman  yang harus saya hormati.”


“Nona terlalu baik seperti Ayah Nona.” Tuan Takeru  membuat bungkukan untukku, yang membuatku segan menerimanya.


“Jangan sebutkan itu lagi Takeru-san, saya tidak layak menerima bungkukan Anda.”


“Saya tak tahu kenapa, saya lega bisa mengatakan ini ke Nona. Menyampaikan rasa terima kasih saya dan kenangan saya terhadap Ayah Nona, tapi saya tak bermaksud membebani Nona dengan pengharapan apapun. Saya sungguh tak bermaksud begitu.”


“Saya yang harus berterima kasih kepada Takeru-san sudah mengatakan ini.” Dia tersenyum, permulaan musim semi ini  sungguh membuat hati menjadi gembira. Tak disangka ada seseorang yang bicara padaku tentang Ayah. Seorang teman yang mengenalnya dengan baik.


Entah kapan kami bisa bersama.


Apa orang tuanya akan menyetujui kami, walaupun masalah Kimiko sudah diputuskan, rencana perjodohan dibatalkan, belum berarti  aku akan diterima. Aku sekarang sedang berusaha menggolkan beberapa proyek kerjasama untuk membantu Yukio di Kyoto, bekerja dengan marketing hotel  ternyata menyenangkan juga plus komisinya juga lumayan, Yukio juga mengajariku dengan baik, bagaimana menangani negosiasi, mengenal teknik-teknik penjualannya, aku  cukup beruntung jaringan yang kupunya sangat luas, bertahun-tahun melayani tamu dan berkenalan dengan banyak orang ternyata punya banyak manfaat juga.


Walaupun Hisao bilang kami  hanya menunggu persetujuan saja. Aku masih merasa ragu akan diriku, siapa aku yang bisa bersama dengan pewaris Klan Yamada yang paling diunggulkan untuk memimpin keluarga dimasa depan. Aku berusaha sebaikku menuruti bimbingan Yukio, dan nampaknya hasil yang kuperoleh selama ini memuaskan Yukio. Aku tak tahu tapi dia selalu membesarkan hatiku, dia mendukungku.


“Setsuko-san, kau bahkan bisa mendapatkan papan rangking pertama dalam penilaian tiga bulan ini. Bagaimana aku tak memujimu, aku  bisa menaruhmu di Tokyo jika begini. Perusahaan-perusahaan ini kebanyakan kantor pusatnya di Tokyo.  Hisao-san punya rencana sendiri untukmu sebenarnya, dia ingin kau membuka  rumah minum tehmu sendiri di Tokyo dengan nama okiyamu. Dan kau bisa sekaligus mempromosikan bisnis hotel yang lain.”


“Yukio-san, maksudmu aku meninggalkan pekerjaanku yang sekarang.”


“Hmm...kau akan  menjadi istri kakak, bukankah kau tidak bisa bekerja di Gion lagi.”


“Apakah keluargamu akan menerimaku?” Yukio tersenyum mendengar pertanyaanku.


“Setsuko-san, kau tidak perlu khawatir. Kau sudah melakukan bagianmu dengan baik. Bersabarlah, aku mendukungmu, tapi kurasa tak akan lama lagi. Jika kau  tak diterima, sudah jauh-jauh hari Kakek tidak memperbolehkanmu bertemu dengan Kakak Hisao lagi, tapi sampai sekarang berbulan-bulan setelah permasalahan  perjodohan dengan Kimiko selesai, Kakek tidak mengambil tindakan apapun.  Lagipula dia yang mengenalkanmu ke Kakak Hisao. Kau harus sedikit optimis  Setsuko-san.”