
Dalam beberapa hari setelahnya aku berhasil menghubungi orang pemerintahan, menawarkan dia bertemu dengan adik Hisao-san yang mengurus jaringan besar Hotel di Tokyo, Kyoto dan beberapa kota popular di belahan Jepang lainnya. Aku mendengar luasnya jaringan yang dikelola, walaupun agensi pemerintah ini memerlukan lebih banyak dari jaringan yang dikelola keluarga Yamada, tapi adiknya bilang itu mudah diurus jika dia menghubungi beberapa rekanan dan menawarkan kerjasama, sekaligus menawarkan pemerintah rate yang menarik.
Aku mengambil kesempatan ini untuk membahas masalah Kimiko dengannya. Adik Hisao mengerti maksudku, mungkin Kakaknya sudah menjelaskan padanya.
“Setsuko-san, aku akan berusaha membantu kalian. Bagaimanapun Kakakku sangat menyukaimu, jangan khawatir, bagaimana kalau aku temani kau bicara dengan Kimiko nanti, sebenarnya kami cukup sering bekerjasama. Cuma karena masalah perjodohan ini, aku juga jadi menghindarinya belakangan ini.” Dia bertemu denganku segera setelah aku bisa menghubungi orang pemerintah yang kukenal dan mengatur jadwal pertemuan awal mereka.
“Aku hanya kasihan padanya Yukio-san, mungkin dengan dia mendapatkan kerjasamamu ini keluarganya akan lebih menganggapnya berguna tanpa harus menekannya menikah dengan orang pilihan keluarganya.”
“Hmm, entahlah, kurasa semua orang tahu jika keluarga Yamasaki adalah keluarga yang selalu melihat status orang lain. Mungkin kita tidak bisa terlalu ikut campur seperti itu. Tapi mungkin juga itu bisa sedikit membantu, sebenarnya aku tak perduli padanya jika bukan kau yang meminta. Yang penting adalah kau yang membuat kami mendapatkan proyek ini, memperkenalkanmu ke Ibu dan Ayah akan lebih mudah. Itu tujuan Kakakku. Kita lihat saja, dalam beberapa bulan ini setelah deal ini berhasil, pasti Ayah akan bertanya bagaimana aku mendapatkan deal ini. Nah saat itu aku akan menyebutkan namamu.”
Aku berhasil mengatur pertemuan awal mereka di ochaya. Menjadi penghubung seperti ini bukan pekerjaan asing, beberapa orang kadang bertanya apa aku mengenal seseorang, kadang berakhir dengan aku yang mengatur pertemuan pribadi mereka, soal bisnis mereka aku tak terlibat dan karena itu beberapa sengaja membayar lebih jamku. Ochaya ini telah menjadi club yang punya banyak keuntungan jika kau tahu bagaimana cara memanfaatkannya.
Dan akhirnya aku bisa meninggalkan Kyoto untuk 4 hari mengikuti Hisao -san
“Siapa yang kita akan temui ini Teddy Bear.”
“Se-tipe,...?” Apa maksudnya setipe.
“Terlibat pengendalian organisasi di belakang layar yang serupa Yakuza di Italia dan USA.”
“Ahhh begitu.” Dia memberikan foto mereka bertiga, tiga pria yang terlihat sangat tampan. Astaga.
“Jadi nanti sore kita akan bertemu Philip dan Guilio, sementara Nathan akan bergabung dengan kita besok sore dalam penerbangan ke Hongkong, dia memilih menunggu langsung di bandara. Philip membawa kekasihnya, kau bisa menemaninya bicara nanti. Aku belum terlalu kenal dengannya walaupun aku pernah bertemu dengannya, nanti malam akan kukenalkan kau sebagai assisten saja dan besok kita akan ke Hongkong dengan jet pribadinya.”
“Wow, jet pribadi. Sepertinya menyenangkan.” Aku akan merasakan pertama kalinya menaiki jet pribadi. Dan pertama kali ke Hongkong. Sayangnya aku tak bertemu Paman Tan. Atau mungkin dia ada disana, entahlah aku tak berani bertanya, aku takut Hisao akan cemburu. Lebih baik tidak menanyakannya. Aku cari aman saja...