The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 83. Black Out!



Aku kembali ke kantorku di Federal Plaza, NY. Walaupun kantor resmiku disini bisa dibilang aku jarang ke kantor karena beberapa tahun belakangan ini aku sering bertugas di lapangan. Hanya di awal karierku aku berada disini.



Tapi setelah bekerja begitu lama di lapangan sekarang aku adalah kepala unit. Tidak ada penugasan lapangan lagi, tapi aku akan mengawasi mereka yang bertugas di lapangan.


"ID barumu dan surat pengangkatanmu, selamat bertugas." Mr. Reed memberikan selamat padaku, sekaligus memberiku file tugas pertamaku. "Aku sebelumnya memberitahu Tyson kau langsung berada dibawahku, dia belum tahu kau kepala unit sekarang. Aku menjaga rahasiamu..." Mr. Reed tersenyum kecil menyambutku kembali.


"Tentu saja, yang pertama akan kulakukan adalah mengucapkan selamat berpisah padanya. Terima kasih Sir,..."


Dan aku melenggang ke kantor baruku dengan membawa badge nama untuk pintu kantorku dan ID baru siap memimpin rapat unit baruku, sekarang sebagai kepala unit termuda berusia 32 tahun mengalahkan Callaway.


Tak menunggu lama aku diberikan keberuntungan untuk kembali bertemu dengan teman tapi musuhku itu.


"Well...well...well, gadis cantik kesayangan daddy akhirnya kembali ke pangkuan Daddy, kau membawa badge ruangan, naik menjadi sekertaris Kepala Divisi mungkin?" Beberapa orang mencuri lihat pembicaraan kami yang terlalu terang-terangan itu. Sejak aku menolaknya nampaknya egonya sangat terluka dia tak ragu menghinaku sebisanya saat dia bertemu denganku.



"Aku anak Daddy? Bukankah kau yang memanfaatkan nama Ayahmu untuk naik ke pimpinan unit? Aku bekerja di lapangan 4 tahun, memecahkan beberapa kasus sampai pengadilan sendiri tanpa back up dan kau hanya melakukan pekerjaan analisa dengan komputer dan memerintah orang disini." Aku tak takut lagi menjawabnya sekarang. Dia pikir aku takut dengan nama Callawaynya yang sudah kalah itu.


"Jangan terlalu sombong untuk posisi hanya assiten Kate." Aku tertawa keras dan menarik perhatian semua orang yang ada di cluster ruangan Tuan Reed.


"Assisten? Kau mau tahu posisiku sekarang, sekarang kau lihat baik-baik ini..." Aku pamer ID dan Badge pintu-ku. Dia melihatku dengan tatapan tak percaya. "Kau tak melihatnya dengan jelas? Kubacakan untukmu...KEPALA UNIT! Kata siapa kau punya jabatan lebih tinggi dariku, kau pikir aku berjibaku kerja lapangan sampai hampir terbunuh oleh mafia Rusia untuk mendapatkan penghinaanmu?! Jaga mulutmu Callaway!" Aku menunjuknya di wajahnya didepan semua orang.


"Kate, kau keren! Aku mendukungmu Kate!" Kim assisten Mr. Reed yang punya meja didepan cluster ruangannya bertepuk tangan, dia jelas membenci Tyson karena setelah pengangkatannya menjadi kepala unit beberapa bulan yang lalu dia merendahkan Mr. Reed dengan mengambil kasusku.


Beberapa orang yang berada di cluster ruangan itu, beberapa diantaranya memang mengenal kami ikut memberiku tepuk tangan. Aku akhirnya bisa membuat Tyson terdiam dan malu sekarang.


"Karena kita setara sekarang, kita akan lihat siapa kepala unit yang bisa menyelesaikan kasus lebih baik. Kau sudah selesai merendahkanku?! Fu*ck you..."


......-------......


Aku mulai mengatur tim-ku sebagai kepala unit yang baru, ada satu dua orang yang sudah cukup berpengalaman, tapi sisanya aku diberi anggota baru.


Tak apa, aku sudah terbiasa memimpin tim baru, membentuk tim baru. Bukan masalah bagiku, tergantung aku mengarahkan dan memotivasi mereka untuk bekerja dan melakukan yang terbaik. Dan contohnya adalah aku sendiri, diakui sebagai kepala tim termuda di divisi ini apalagi wanita cukup membuktikan bahwa aku layak diikuti.


Aku membawa mereka makan malam bersama untuk pertama kalinya akhir pekan ini. Suasana di tim ini sangat akrab, aku yakin semua dari kami akan berhasil menyelesaikan kasus-kasus yang dilemparkan pada kami dengan cepat dengan kekompakan tim dan suasana bersahabat seperti ini.


"Baiklah, sampai jumpa semuanya." Kami berpisah di sebuah pusat perbelanjaan yang juga tempat restoran yang kami reserve untuk makan malam.


Aku menuju ke tempat parkir dan segera pulang ke rumah, ini akhir pekan, dan Nathan memintaku untuk bersamanya di akhir pekan. Aku tak sabar bertemu dengannya lagi, karena di hari kerja kami sama-sama sibuk dan jarang bertemu.


"Nona Kate?" Seseorang tersenyum menyapaku di tempat parkir, pria dengan kemeja resmi kantor dan kacamata. Dia menyapaku Kate? Dia tahu aku dari tempat kerjaku? Bukan dari kasusku? Aku mencari di otakku tapi aku tak bisa menemukan dimana kami pernah bertemu.


"Siapa?" Aku langsung awas sekelilingku.


Tempat parkir cukup sepi, dan tidak terlalu terang di ujung sini. Apa dia disini mencegatku... Aku langsung waspada. Walaupun pria itu tampak tidak berbahaya tanpa senjata hanya sebuah tas kerja di tangannya. Aku menjauh dan menjangkau pegangan gagang pintu mobil.


"Ahhh benar itu Anda, kita pernah bertemu di pelatihan, mungkin Anda tak ingat..." Dia melangkah mendekat.


"Tetap di tempat Anda!" Aku memperingatkannya sambil membuka pintu mobil membuat barikade dengan memanfaatkan pintu mobil. Senjataku ada di dalam, orang ini jika dia jahat besar tinggi, aku tak tahu apa aku bisa melawannya.


Tapi ternyata dia sudah memperhitungkan itu. Dia berdiri didepanku hanya sebagai penarik perhatian. Seorang yang lain memukul tengkukku dari belakang. Rasa sakit menyengat menyerangku dan mataku langsung gelap.


Aku tertangkap!