The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 83. Kimiko Yamasaki 17



Kami berakhir dengan bertukar kartu nama diakhir pertemuan dan menyimpan kontak  masing-masing, aku menemukan seorang teman yang ramah  sekarang. Lagipula umurnya tak jauh dariku. Berjanji akan bertukar cerita lagi nanti dan akhirnya pertemuan itu selesai.


“Brother Guilio, kalau begitu kita bertemu lagi di Narita besok sore dengan Nathan  juga.”


“Tentu, sampai jumpa besok. Sudah lama kita tak berkumpul.”


“Nona Setsuko, jagalah brotherku.” Dia tersenyum lagi padaku aku  otomatis tersenyum lagi  padanya. Aku lupa harusnya aku hanya tersenyum kecil saja tapi benar kata Franda, senyumnya seperti matahari yang bisa melelehkanmu seketika. Dan aku baru sadar Hisao menatapku karena tersenyum dengannya.


Sekarang aku yang berdebar tak menentu. Kami kembali dan tampaknya dia mendiamkanku.


“Teddy bear, kau punya masalah? Kenapa kau diam sekali.” Aku bicara berbisik  padanya di mobil dalam English agar pengawalnya tak perlu mendengar pembicaraan kami.


“Tidak, aku tak punya masalah apapun.”


“Kenapa kau diam sekali sejak tadi?” Sebenarnya aku tahu dia cemburu, aku senang melihatnya  cemburu. Tapi dia lucu,  kenapa tersenyum  kepada temannya saja bisa menjadi masalah. Memang Guilio tampan, aku hanya sedikit terpesona dengan penampakannya, tidak melakukan apapun. Apa yang membuatnya tersinggung sampai perlu mendiamkanku.


Dia memutuskan tidak menjawabku. Dasar pria! Mereka terpesona kepada wanita  cantik dianggap hal wajar, kenapa kami juga tak boleh terpesona dengan pria tampan, bukankah itu tak  adil! Ya baiklah, dia mendiamkanku aku juga mendiamkannya, perjalanan yang cuma sepuluh menit itu berlalu  cepat dan aku turun begitu pengawalnya membukakan pintu untukku.


Masuk ke dalam dan menuju kamarku. Aku mau mandi, dan tidur, well... jika aku bisa. Dan jika tak ada yang mengganguku.


Aku menutup pintu, duduk di depan meja rias, membersihkan riasan. Dan tak lama dia masuk duduk di bedku, menatapku melalui cermin, masih dengan kemejanya. Aku melihatnya tapi aku membiarkannya sesaat karena sedang konsentrasi. Aku meringis dalam hati, pria tetaplah pria.


“Kenapa kau disini?” Aku datang ke depannya bertanya.


“Aku tak boleh disini?” Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan ketus, aku tersenyum lucu, baiklah dia membuatku menghela napas.


“Jangan seperti anak kecil Teddy bear...” Aku  meringis, aku berbalik ingin pergi ke kamar mandi.


Tapi ternyata dia punya rencana lain, dia menangkap tanganku menarikku dengan cepat ke arahnya dan membantingku ke bedku sendiri. Itu belum apa-apa  ketika dia langsung menciumku. Aku sedikit  memberontak atas  ciumannya yang tiba-tiba  itu.


"Kata siapa kau bisa pergi Honey Bee?" Tangannya bergerak ke dalam blouseku, membuatku napasku berenti ketika dia menyentuhku kemudian. Napasnya berubah, dan aku langsung bisa merasakan dirinya dibawah  sana siap untuk menaklukkanku.


“Gadis nakal,...” Cium*annya ke leherku membuat napasku  memburu, sementara dia membuat aku topless seketika. Sementara ini pengalaman keduaku, aku masih takut rasanya tidak nyaman. Tapi nampaknya dia menjadi  tidak sabar padaku hanya aku tersenyum ke Guilio tadi.


“Hisao, jangan terburu-buru. Aku takut sakit...” Aku menghentikan tindakan terburu-burunya. Dia melihatku, mungkin sadar apa yang kukatakan padanya kemudian. “Maafkan aku, jangan cemburu, aku hanya membalas tersenyum padanya. Kenapa  kau harus cemburu Teddy bear... kau manis sekali. Aku senang kau cemburui.” Aku tersenyum sementara dia melihatku membuka kancing kemejanya perlahan, menyusupkan tanganku ke kulitnya, dan sekarang mengambil kesempatan menciumnya dengan lembut.


“Siapa suruh kau tersenyum begitu manis padanya.” Akhirnya dia bicara juga setelah dibujuk dan dirayu.


“Franda juga begitu, dia juga terpesona. Itu hanya seperti kau melihat wanita cantik. Kau  jangan berlebihan.” Dia menciumku paksa, membuatku kacau dan tersenggal. Aku  juga menginginkannya tapi tidak dengan kecemburuannya hanya dengan perhatiannya dan godaannya yang membuatku menginginkannya lebih banyak lagi. “Teddy bear, jangan menghukumku. Aku hanya mencintaimu.” Aku merengek dan meminta maaf padanya.


“Hisao, kumohon...” Dia menggodaku dibawah tapi tak  melakukannya secara penuh, aku sudah terlalu menginginkannya, dia  mempermainkanku begitu rupa.


“Kau memohon untuk apa Honey Bee?” Dia tersenyum padaku tapi tidak melakukannya, aku sudah terlalu ingin mengakhirinya.


“Hisao-san, my bear...please.” Dia mengabulkannya saat aku memanggil kembali namanya, aku memeluknya erat menyerah atas dominasinya padaku. Membuat tato sang harimau melekat dikulitku, dan bergerak mengamuk kemudian. Aku hanya bisa mendes*ah menikmati apa yang dia berikan. Ketika gelombang itu datang dan membuatku menyebut namanya lagi akhirnya semua kerinduan kami tertumpah bersama.


Aku menciumnya dan membuatnya memandangku lagi. Sebelum ciumannya membuatku menahan dagunya.


“Apa?”


“Lepaskan aku aku ingin mandi.” Dia meringis  mendengar permohonanku.


“Ayo kumandikan kau.” Aku tergelak malu ketika dia benar-benar melakukannya. Dia menarikku ke kamar mandi dan memandikanku seperti bayi.



Nampaknya malam itu belum akan berakhir. Karena godaan ini terlalu besar untuk ditanggung. Sang harimau dibawah sana nampaknya belum kehabisan  tenaganya, dan aku  harus menanggung resiko terlalu lama tak meninggalkannya dan tak melihatnya. Aku terlalu bahagia bersamanya di malam liburanku ini. Menikmati waktu bersama teddy bearku yang pecemburu dan peci*nta ulung.


"Aku mencintaimu Honey Bee..." Sebuah bisikan mengantar tidurku.


Setelah sang harimau tampaknya kelelahan setelah melepaskan energinya yang terkumpul lama. Aku mendengarnya dia tertidur begitu saja disampingku kemudian, kelelahan dan bahagia. Tapi aku terlalu bahagia sehingga tak tertidur, aku tersenyum kecil hanya dengan melihatnya memejamkan  mata dan bisa menyentuh kulitnya perlahan, tato harimau itu memang terlihat keren...


Nampaknya besok aku harus berhati-hati agar tak tersenyum pada dua temannya itu lagi. Jika tidak aku tak sanggup menanggung resiko sang harimau dibawah sana bergerak mengamuk lagi  diatasku.


Atau  sebenernya  aku menyukainya. Tak apa bermain dengan peliharaanmu sendiri bukan. Dia sudah jinak sekarang...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Yeeee akhirnya sampai ke bagian yang dinanti-nantikan. Wkwkwkwk....


Udah gak penasaran lagi  kan?


Nakal ya kamu ,  Mak juga sama nakalnya kok wkwkwkwk


Ga beresssss emang bauahaha


Jangan lupa  komen, jempol di klik ,vote dan hadiahnya