
Menjelang kepulanganku aku mendengar Franda diculik sekelompok penjahat, untungnya tak memakan waktu lama kekasihnya menemukannya. Aku merinding mendengarkan ceritanya, untunglah dia bisa ditemukan tepat waktu.
Hisao nampaknya berpikir setelah kejadian penculikan Franda.
"Aku akan menempatkan orang tersembunyi disekelilingmu, kau tak boleh berpergian sendiri sekarang, aku takut hal buruk terjadi. Yamasaki tampaknya bisa memainkan banyak trik."
"Apa perlu sampai seperti itu?"
"Aku menjaga segala kemungkinan. Aku jauh di Tokyo."
Tuan Yamasaki tidak mencariku lagi seperti yang dia bilang. Dalam satu bulan kemudian kesepakatan awal dengan proyek pemerintah nampaknya berhasil didapatkan oleh adik Hisao.
Sementara Ibunya Hisao telah mulai menyebutkan Kimiko di depan Hisao. Yang berarti usaha mendorong Kimiko ke depan keluarga Hisao tampaknya berhasil.
Walaupun Hisao sudah menegaskan bahwa dia tidak ingin pernikahan diputuskan oleh keluarganya tapi dia tetap tidak bisa melawan terang-terangan sekarang sebelum semua kesepakatan selesai dan aku mendapatkan nama baik karena membuka proyek yang cukup besar untuk keluarga Hisao.
"Yukio nampaknya sudah selesai dengan kesepakatan awal. Dia sekarang mencari partner dan rekanan, mungkin jika kau ingin menjalankan rencanamu bicara dengan Kimiko kau bisa melakukannya. Jika kesepakatan ini sudah ditandatangani namamu akan muncul dalam pertemuan keluarga. Aku akan bisa memperkenalkanmu. Bagaimana jika saat ke Tokyo minggu ini, aku bisa mengundangnya ke rumah. Dia pasti akan datang. Entahlah sampai sekarang kupikir rencanamu itu naif. Keluarganya tak akan berhenti menekannya untuk menikah dengan pilihan keluarganya. Lagipula benar katamu dia punya kekasih tetap, seorang pacar tampan dan juga berprofesi sebagai model yang cukup terkenal."
"Aku hanya ingin mencoba..."
Jadi sekarang aku telah duduk bersamanya di ruang depan rumah Hisao. Dia tampak terkejut melihatku.
"Kenapa malah kau yang menemuiku." Tanpa basa-basi dia langsung mempersingkat pembicaraan kami.
"Aku ingin menawarkan kerjasama untukmu."
"Kerjasama? Kerjasama macam apa yang kau inginkan?"
"Lalu?"
"Sekarang proyek ini dibawah Yukio, kupikir kau juga pasti sama-sama ingin kau tidak ditekan lagi oleh keluargamu. Adik Hisao bisa mengajakmu masuk ke sini dan kau bisa bilang ke keluargamu, kau berhasil menjadi partner tanpa harus memaksa masuk ke keluarga Hisao." Alisnya berkerut melihatku dan sekarang dia tertawa. Apa ide ini terlalu berlebihan.
"Kau membuatku tertawa, itu hanya satu proyek. Jika aku menikahi salah satu keluarga aku pasti bisa mendapatkan semua kerjasama dan menjadi kekuatan baru."
"Aku pastikan kau tidak akan pernah menikah denganku. Aku tak mau hidup seperti dalam pikiranmu. Aku bisa pastikan itu..." Hisao muncul sekarang dan duduk didepannya.
"Kau harus ingat yang mewarisi bisnis jaringan hotel adalah Yukio, kau sama sekali tak punya kesempatan memaksakan perjodohan ini denganku. Aku bukan harus menuruti Ibuku, ada otoritas yang lebih tinggi lagi. Jadi katakan ini pada keluargamu, kau akan mendapatkan ini melalui kesepakatan bersama Yukio, atau kau tak mendapatkan apapun. Mungkin Yukio nanti bersedia bekerja denganmu di kesempatan lain setelah proyek ini tapi tidak dengan pernikahan. Itu tergantung usahamu sendiri. Pilihannya adalah menjalin hubungan baik dengan Yukio atau kau tak mendapatkan apapun. Kau jelas..." Untuk urusan nego bisnis, nada bicara Hisao lebih tepat dariku.
"Seperti dia punya nilai lebih saja dibanding denganku." Kimiko langsung menudingku.
"Kau harus tahu Setsuko-san juga diatur sebagai pasanganku. Bukan aku bertemu dengannya sendiri. Dan bilang pada Ayahmu yang hanya membayarnya 4 juta untuk mundur. Astaga, itu memalukan sekali, itu bahkan tidak sebanding dengan bayaran yang diberikan Kepala Keluarga kami 'hanya' untuk membeli attirenya. Kalian benar-benar menggelikan...."
Sekarang nampaknya Hisao berhasil memberikan pesan yang cukup jelas. Dia tahu dia melawan Kepala Keluarga sekarang.
"Mungkin ini juga bisa membantumu bersama orang yang benar-benar kau sukai Kimiko-san. Jika kau dapat meyakinkan kau bisa menang tanpa harus memaksakan pernikahan... Kau mungkin juga bisa punya kesempatanmu sendiri untuk ... bersama kekasihmu." Aku mencoba menariknya ke sisiku, bukan melalui paksaan seperti yang Hisao lakukan.
Dia diam lama. Tapi nampaknya belum memberikan keputusan. Nampaknya dengan mempertimbangkan dia bisa bersama dengan
"Aku tak tahu. Nanti kupertimbangkan..."
Dia sekarang membungkuk dan pergi begitu saja dari hadapan kami. Mungkin kami bisa mempengaruhinya?