The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 72. Kimiko Yamasaki 6



"Aku sudah mencari informasi soal Kimiko Yamasaki dari adikku. Nampaknya dia dan keluarganya tidak boleh diremehkan. Keluarga kami di Tokyo belakangan dekat. Walaupun baru satu tahun ini. Dan nampaknya dia memang ingin keluarga kami terikat perjodohan, yang jadi target sebelumnya adalah adik ketigaku yang umurnya sama dengannya. Tapi adikku menolak karena dia sudah punya kekasih dan sekarang targetnya adalah aku."


Hisao menelepon beberapa hari kemudian memberitahu apa yang dia tahu.


"Kau selama ini tidak tahu?"


"Aku beberapa tahu belakangan tak sering berada di Kyoto, jikapun ada yang kutemui kebanyakan adalah Kakek dan Paman Kedua, pada dasarnya aku sekarang in-charge di perusahaan utama Kakek yang sebelumnya dipegang oleh Paman. Tapi Paman tidak punya penerus, anaknya adalah perempuan dan yang laki-laki terkecil tidak berminat melanjutkan suksesi. Dia orang seni, penyanyi dan aktor seperti Ibunya dan lebih suka karier di bidang entertainment."


"Ahh rupanya begitu... Lalu apa yang akan kau lakukan." Bukankah aku benar, Kimiko bukanlah orang yang mudah disingkirkan.


"Aku akan minta dukungan ke Kakekku dulu tentang hubungan kita. Akhir pekan ini aku akan membatalkan acaraku dan berkunjung ke Kyoto. Aku akan bicara secara pribadi dengannya dulu. Mungkin aku akan mengajakmu berkunjung, kita sangat perlu bantuannya."


"Hisao-san, apakah kau pikir Kakekmu akan setuju."


"Kau sepertinya lupa Setsuko-san, Kakekku pernah punya kekasih di Gion. Kurasa dia bangga padamu dan menyukaimu. Aku akan mencari cara bicara dengannya. Tenang saja Ayah dan Ibuku pun belum pernah mengatakan terang-terangan mereka akan menjodohkan kami."


Sebenarnya aku takut. Aku tadinya berpikir hubungan kami akan hanya adalah kekasih. Tapi Hisao memutuskan hal lain dari pertama. Jadi ini adalah hal yang aku harus hadapi bersama Hisao.


Aku tetap bekerja seperti biasa. Yamasaki, apakah aku pernah punya tamu Yamasaki. Aku mengingat sekarang. Keluarga Yamasaki punya rumah di Kyoto juga.


"Yamasaki, tunggu sebentar. Kau pernah punya janji dengan Yamasaki sekali, entah itu yang kau maksud atau bukan tapi sudah lama sekitar tiga tahun lalu."


"Ohh benarkah."


"Ehh tunggu dulu... Aku rasa aku punya jadwal baru. Himeda Yamasaki, dia memesan jadwalmu satu jam di ochaya Jumat ini."


"Ohhh? Memesan jadwalku? Itu orang yang sama?"


"Ehm.... iya, namanyanya sama." Tuan Himeda Yamasaki ini apakah orang yang sama dengan Ayah Kimiko Yamasaki. Jika benar apa yang dia mau.


Aku sekarang merasa tidak nyaman. Politik keluarga tingkat tinggi ini benar-benar membuatku khawatir, yang aku lakukan ke klien adalah bersikap ramah, aku tidak punya pengalaman bagaimana membuat masalah atau mengalahkan dominasi orang lain. Ini mengkhawatirkan...


"Himeda Yamasaki ingin menemuimu, dia memang Ayah Kimiko hmm... jadi ini benar serius." Dan aku segera menelepon Hisao-san. Aku lebih baik mengatakan semua kepadanya. Dia lebih tahu apa yang harus dilakukan.


"Kurasa dia akan membujukmu menyerah secara halus. Biarkan saja dia bicara, Setsuko kau perlu ingat kau adalah wanita terhormat, jangan merasa terintimidasi atas kata-kata siapapun. Walaupun mereka keluarga berada, kau juga adalah wanita terkenal di Kyoto. Tak seorang pun berhak merendahkanmu."


"Hisao-san, aku tak tahu. Apa benar aku seperti katamu."