
Kami menuju tempat duduk kami, dan beberapa saat kemudian sampai ke tempat kami. Pelayan memberikan buku menu kepada kami.
"Kau! Sekarang kau tak bisa lari lagi!" Seorang tiba-tiba bersuara, aku mengangkat wajahku dari buku menu seketika.
"Nyonya Oguri..." Nathan melihatku, aku melihatnya. Nyonya itu melihatku seperti melihat musuh besarnya.
Bangsat ini membawaku kesini untuk menjebakku! Sial!
Tapi aku tak bisa mengatakan dia menjebakku, aku harus tetap tenang. Adalah normal aku melarikan diri tadi karena tak mau berurusan dengannya. Dan sialnya lagi baru empat meja terisi disini. Tempat ini sepi, ....
"Nyonya Oguri, saya tidak punya urusan dengan Anda kenapa Anda mengejar saya sampai kesini." Aku akan mempertahankan diriku. Nathan tak akan membuatku jatuh kali ini, aku tak akan
"Siapa wanita ini?" Nathan tentu saja ingin tahu, dia yang mengaturku bertemu dengan wanita ini, nampaknya Howard atau John gantian mengikuti wanita itu. Dan kemudian melapor ke Nathan.
"Dia Nyonya Oguri, aku pernah bekerja dengan anaknya, kemudian aku bersaksi memberatkannya di pengadilan sesuai dengan apa yang ķutahu, anaknya melakukan skema penggelapan uang investor, dan melakukan pencucian uang dari bisnis Yakuza. Aku juga diancam penjara oleh penuntut, aku hanya bawahan. Kau pikir aku mau dipenjara karena melakukan pekerjaan. Aku hanya digaji! Kau kau bertengkar dan mengancamku disini, akan kulayani kau."
"Kau pegawai tak tahu terima kasih. Anakku mengajimu besar!" Dia menudingku habis-habisan.
"Apa dia bisa mengajiku belasan tahun di penjara?! Kau bermimpi Nyonya! Aku tak mau masuk penjara karena menanggung kesalahan orang lain." Aku melawannya, sementara Nyonya dan Tuan itu melihatku sebagai musuh abadinya.
"Omong kosong, jika kau tak buka mulut tak ada kebocoran data apapun. Kau yang menyebabkan dia dipenjara 20 tahun, dasar pengkhianat! Kau akan membayarnya malam ini."
"Nyonya ini bukan rumahmu. Kau pikir aku akan mengikutimu. Anakmu melakukan kejahatan dasar tak tahu malu. Hak apa kau bisa membawaku, kau pikir aku budakmu!" Dia pikir aku akan mengalah padanya jangan mimpi.
"Aku memang tak punya hak, tapi aku punya kemampuan untuk membawamu bersama kami." Sekarang Tuan Oguri yang bicara, dia ini termasuk salah satu businessman berpengaruh di Jepang. Dan karena kasus anaknya ini sahamnya turun drastis dan bisnisnya mengalami masa sulit. Itu sebabnya mareka mendendam padaku.
"Ini bukan kerajaanmu Tuan Oguri, aku akan menelepon polisi sekarang." Aku mengeluarkan ponselku, ini tempat public, dia pikir dia bisa bertindak semaunya.
Tapi ponselku ditepiskan sehingga jatuh oleh Nyonya Oguri.
"Bawa dia." Ternyata ada tiga laki-laki dibelakangnya, pengawal kebangsaan Jepangnya yang mengejarku tadi siang. Mereka langsung merangsek maju ke depan.
"Kalian mundur! Telepon polisi Natalie!" Nathan tahu membelaku ternyata.
"Bawa gadis itu!" Tuan Oguri memerintahkan pengawalnya. Aku mundur, Nathan yang merangsek maju. Tanpa diminta dia melawan tiga orang itu. Nathan cepat tapi tiga pengawal itu bukan orang yang mudah dihadapi. Jotos pukul dan tendang membuat semua tamu kabur dan pelayan ketakutan. Satu orang lagi mengejarku, Nathan tak bisa menangani tiga orang.
"Telepon polisi! Ada penjahat disini..." Teriakanku membuat pelayan itu berlari kebawah. Ada yang menelepon polisi syukurlah.
Tapi jika aku tertangkap aku akan babak belur dihajar setidaknya. Aku berpura-pura lemah dan melangkah mundur, saat dia meraihku aku gantian yang langsung memuntir tangannya dan membantingnya, dia tak menyangka gerakanku itu.
"Bit*ch!" Dia melawan tentu saja dan berusaha membebaskan diri. Kebetulan ada botol anggur di dekatku kuraih itu dengan cepat dan kupakai saja jurus perkelahian ala Hong Kong. Kupecahkan botol di kepalanya! Urusan dia gegar otak itu tanggung jawab bossnya!
Satu selesai.
Sementara tampaknya yang dua itu lebih tangguh dari pengawal yang menangkapku. Satu jatuh di tendang Nathan. Tapi disaat yang sama bangkit lagi. Satu mengarahkan bogemnya ke wajah Nathan dan dia berhasil menghindar disaat yang sama dia membalas dengan uppercut-nya masuk dan membuat orang itu terjungkal.
Tapi semua berhasil bangkit lagi. Kecuali yang kupecahkan botol anggur di kepalanya. Nathan melihat lawanku dengan botol anggur berserakan dan sukses pingsan itu. Sebuah senyum kecil muncul di bibirnya. Bangsat ini nampaknya menikmati kejadian ini. Aku merasa ingin menghajarnya sekarang.
"Jika kalian tertangkap kalian akan mendekam di penjara pikirkan lagi tindakan kalian." Orang-orang itu melihat satu sama lain karena perkataanku.
"Tangkap wanita itu!" Mereka tak mundur, mereka akan mengikuti bossnya tanpa pertanyaan.
Karena aku percaya Nathan yang menyebabkan semua ini terjadi, aku membiarkan dia yang berada di depanku. Lagipula pengawal-pengawal itu menyeramkan. Aku percaya dia tidak akan kalah.
"Sir!" John ternyata menangkap keributan dan tiba diatas. Tadi Nathan bilang John ikut.
"Bantu aku membereskan pengacau-pengacau ini." Mereka berhadapan dua lawan dua sekarang, aku akan melihat pertandingan sebenarnya sekarang.