
Dokter mengatakan dia masih belum bisa pulang besok. Masa observasinya masih ditambah. Aku agak down dengan kenyataan ini.
"Papa, bagaimana perasaanmu." Aku mencoba tersenyum padanya saat masuk ke ruang perawatannya. Ini Natal, restoran kami diujung tanduk, Valentina menghilang, Ayah sakit, aku bercerai.
Rasanya Natal kali ini rasanya sangat suram.
"Baik seperti yang kau lihat, apa Ayah belum boleh pulang?"
"Dokter masih butuh Ayah disini, dalam dua hari lagi. Ohh ya ini Fabricio Bova temanku saat kuliah, aku memakai pengacaranya untuk membantu kita melakukan negosiasi ke Gianni."
Ayah melihat ke belakangku.
"Signore Canalis, mungkin Anda masih ingat dengan saya." Fabricio Bova menyalami Ayah dan tersenyum padanya.
"Ohh Tuan Bova, ya saya ingat pernah bertemu Anda. Kita beberapa kali mengobrol. Negosiasi dengan Gianni? Apakah dia menerima negosiasi?" Ayah tahu bagaimana bermuka duanya Gianni saat dia menawarkan pinjaman dan bedanya saat dia menggunakan pengaruh keluarganya untuk menjual bisnis dan asset kami.
"Signore Canalis, orang seperti Gianni hanya akan bernegosiasi jika sudah terpaksa. Dia akan menemukan lawan yang bisa memaksanya."
"Aku berterima kasih Tuan Bova mau membantu kami tapi apa kau tahu siapa dia?"
"Tentu saja saya tahu Signor, maka dari itu melawannya juga perlu perhitungan. Pemerintah sebenarnya sudah merilis undang-undang anti loan sharking, dan kita bisa menggunakan itu. Di belakang saya berdiri banyak korban Gianni, maka dari itu kita akan menang."
"Dia bisa mengancam keselamatan putri-putriku."
"Saya jamin, putri Anda aman. Karena mungkin kasusnya akan menjadi pemberitaan." Valentina sudah menjadi korban, jika dia tahu ini dia akan tambah tak tenang.
"Kau orang yang dekat dengan politik ternyata?"
"Saya punya teman-teman yang dekat kesana. Tapi kebanyakan saya lebih suka bekerja di belakang layar."
Dan berikutnya dia berusaha meyakinkan Ayah bahwa kami berkesempatan untuk menang. Kelihatannya Ayah percaya.
"Signor Anda harus menyerahkan ke putri Anda, setelah ini Anda harus muncul di pengadilan untuk membela putri Anda, memberikan kesaksian bersama para saksi lainnya, biarkan urusan restoran putri Anda yang mengurus, Anda tak akan kehilangan apapun. Pulihkan diri Anda, ..."
"Lalu bagaimana denganmu."
"Kasus ini akan menjadi berita nasional Sir, pengaruhnya bukan hanya ke Adriano Giani tapi juga Stefano Gianni. Saya menjamin keselamatan Eliza. Dan Catania tidak bisa disentuh Gianni, dia tidak berkuasa disana, saya akan meminta teman mengirimkan." Bova yang menjelaskannya.
"Aku akan menanganinya disini Papa, Papa akan membantuku jika Papa beristirahat dengan tenang dan cepat sembuh. Aku berjanji kita tak akan kehilangan rumah dan restoran kita."
"Kau memang putri yang baik." Aku tersenyum.
Kami mengobrol beberapa saat, Bova yang bisa bersikap simpatik dan entah bagaimana bisa menjadi humoris tampaknya bisa membuat Ayah tertawa.
"Terima kasih..." Aku hanya bisa mengatakan ini untuk membalasnya yang dilakukannya.
"Aku harus kembali ke restoran, Dad perlu sesuatu?"
"Tidak, ada perawat yang bisa diminta bantuan disini. Ayah akan baik-baik saja. Pergilah. Tuan Bova, terimakasih sudah menolong Eliza."
"Anda harus bersemangat. Eliza akan mengusahakan yang terbaik..." Ayah tersenyum lebih optimis kelihatannya.
Dan aku keluar dengan beban sedikit berkurang.
"Terima kasih." Aku tak punya apapun untuk membayarnya, hanya terima kasih.
"Kembalilah ke restoran. Cobalah untuk tak terlalu memikirkannya. Kerjakan bagianmu. Jika kau ingin memasukkan Valentina ke US sebagai permanent resident, kau mungkin perlu dana lebih."
"Iya, aku tahu."
"Aku akan kembali sekarang. Terima kasih sekali lagi."
"Tentu. Bersemangatlah." Aku pergi melambai meninggalkan Bova.