
Sementara itu Kate yang sudah kembali dari Washington keesokan harinya akhirnya diberitahu bahwa Callaway berniat menculik Ayahnya.
"Mereka menculik Ayahku kamarin?!"
"Iya, berpura-puralah kau tak tahu sekarang?" Ayahmu ada di rumahku di pinggiran NY dari kemarin tidak kembali, berjaga-jaga jika ada orang yang mengawasinya di tokonya di Brooklyn. "Kita akan menunggu mereka, sementara kita akan membiarkan mereka merasa bisa membuat sedikit kekacauan."
"Beraninya Callaway itu.Dia menyangka semua orang bisa dikendalikan oleh mereka tanpa pandang bulu." Kate mengumpat kesal sekarang. Tak habis-habis nama Callaway ini membuat masalah dalam hidupnya.
"Ini belum 24 jam Ayahmu diculik, kurasa mereka akan menyuruh penculiknya meneleponmu segera mengirimkan pesan Ayahmu diculik. Nanti kita akan melapor langsung ke penuntut di pengadilan. Bossmu sudah tahu, Josh yang melaporkannya sebagai pacarmu. Kita akan menggunakannya sebagai kartu as di pengadilan." Dengan ini mereka akan menerima senjata pamungkas berubah menjadi boomerang.
"Bagaimana kau bisa tahu mereka akan menculik Ayahku dan bisa membuat persiapan." Nathan harus berpikir sebentar sebelum menjawabnya. Dia mengingat lagi bagaimana dia harus bercerita kepada Kate dan sudah disepakati dengan Ayahnya.
"Ayahmu melihat sebuah van yang tidak biasa dan mengambil kesimpulan ada yang aneh soal itu, sebelum meneleponku dan akhirnya kami menjebak para penculik itu." Itu tak akan membocorkan rahasia apapun dan penjelasan itu bisa diterima oleh akal sehat.
"Ohhh begitukah... Ayah tidak terluka bukan."
"Tentu saja tidak sayang, semua sudah dipersiapkan secara matang. Mana mungkim kita membiarkan Ayahmu terluka."
"Aku akan melihat keadaannya. Apa tempatnya nyaman?"
"Itu lingkungan yang nyaman tentu saja, itu rumah di daerah yang baik, tiga orang yang lain juga menemaninya. Mereka mengawasi komunikasi dua orang yang adalah gerombolan utamanya, mencegah mereka berkomunikasi, tim amatiran ini terdiri dari satu mantan army dan satu lagi residivis." Nathan menjelaskan dengan jelas semua kejadian kemarin.
Sebuah pesan dari Liam yang mengabarkan bahwa penculik mendapatkan pesan bahwa mereka harus memberikan pesan ke Kate bahwa Ayahnya diculik.
Nathan menelepon mereka Liam kembali langsung.
"Apa mereka tidak mengatakan bagaimana membalasnya jika Kate menelepon kembali."
"Tidak Sir, mereka hanya diharuskan mengirim pesan sekali 'Ayah Anda ditangan kami.', lalu tidak melakukan apa-apa lagi. Tidak membalas, tidak menjawab atau apapun." Liam menyebutkan perintah untuk para penculik itu.
"Baik jika begitu, bilang saja sepuluh menit lagi kalian sudah mengirimkannya. Laporkan lagi jika ada perkembangan." Nathan tertarik melihat apa yang akan terjadi setelah ini. Apa Callaway akan mengancam secara terang-terangan atau hanya ancaman tersirat tapi tak mengakui apapun.
"Apa yang akan diperintahkan dilakukan oleh para penculik itu."
"Tidak hanya memberi tahu Ayahmu diculik. Lalu tidak melakukan apapun langsung teleponnya dibuang."
"Ohh begitu."
"Kita akan melihat apa yang Callaway lakukan ditengah kepanikan ini. Kau harus ingat kau panik dan berasumsi ini karena mereka. Tapi awalnya nanti kau harus membiarkan mereka bicara dulu, kita lihat bagaimana mereka memainkan ini."
"Tidak, malam ini kau hanya akan pergi ke kantor polisi dan melaporkan mendapat ancaman Ayahmu hilang, menelepon kerumah ternyata Ayahmu sudah 24 jam belum pulang. Begitu saja,... Setelah itu kita lihat besok apa yang terjadi."
Jadi malam itu mereka pergi ke kantor polisi dan melaporkan semuanya. Tapi dari atas penyidik yang menangani kasusnya ini akan mendapat briefing dari polisi bahwa ini sudah ditangani oleh FBI dan tak boleh kebocoran informasi soal ini.
Dan keesokan harinya ternyata pengacara dari Callaway ternyata minta bertemu.
"Nona Kate, mungkin saya bisa bicara dengan Anda pagi ini."
"Tuan Armando, apa kau terlibat semua ini..." Kate berbicara di depan Nathan yang sekarang ikut mendengar pembicaraan mereka.
"Maksudmu apa Nona, aku hanya ingin berbicara denganmu? Aku terlibat apa maksudmu, aku tidak mengerti..."
"Kau menculik Ayahku bukan?"
"Menculik Ayahmu? Kau bercanda..." Jika dia bisa bertindak bebas sekarang, dan orang ini ada dia akan memberinya bogem mentah karena menggunakan cara-cara kotor untuk memenangkan kliennya, tapi sekalian saja dia akan menghajarnya didepan hakim dan juri? pengadilan nanti jadi dia tak punya celah berkelit lagi.
"Kuberitahu kau... Jika terjadi sesuatu pada Ayahku aku akan memastikan kau menyesal." Di seberang sana sang pengacara bernama Armando itu tertawa.
"Nona Kate, kau menuduhku menculik Ayahmu, tapi yang kutahu kau sendiri mempunyai banyak musuh di sekelilingmu, mana kutahu siapa yang menculik Ayahmu, tapi aku hanya ingin mengatakan padamu, aku mengajakmu bertemu karena ingin memberikan penawaran kedua dari harga bantuanmu kepada Callaway, mungkin saja nanti Tuan Callaway bisa membantumu dengan urusan yang lain... Aku turut prihatin sebelum nya karena Ayahmu hilang."
Kate mengumpati pengacara licin ini dalam hatinya, tentu saja dia tak terlalu bodoh mengakui dia yang melakukan ini.
"Dasar licik..."
"Aku hanya memberikan bantuan Nona Kate. Jika kau mau bekerja sama dan bermurah hati tentu saja Tuan Callaway akan berusaha keras membantumu."
'Bilang saja kau akan mendengarkan tawarannya, kita akan rekam pembicaraan ini.'
"Kau dengar bangsat licik! Jika Ayahku sampai terluka, aku sendiri yang akan mencarimu dan menukar nyawamu."
"Calm down Nona Kate, seperti yang kubilang kami tidak tahu apa-apa soal Ayahmu, tapi jika kau membantu kami mungkin kami akan membantumu sekuat tenaga kami." Pengacara itu meyakinkan Kate lagi.
"Ayo bertemu!" Kate langsung menutup teleponnya. Sementara Nathan mengacungkan jempol untuk aktingnya.
Sekarang mereka membiarkan mereka mendapat perasaan menang terlebih dahulu sebelum membanting mereka dengan keras!