
Harus kukatakan rumah besar tiga tingkat di Bianca di Savoia, Lombardy itu punya kelasnya. Ruang tamunya yang besar dan elegant dengan sofa elegant dan karya seni yang ditata begitu rupa itu memperlihatkan kelas pemiliknya. Aku tak tahu siapa Fabricio Bova, tapi nampaknya jika dia berani menentang Gianni, dia punya latar belakang tak sederhana.
"Nona Tuan Bova akan menemuimu di ruang kerjanya. Mari saya antar Anda." Aku dikejutkan oleh seorang pelayan wanita yang datang ke ruang tamu.
Dia mengetuk pintu ruangan, sebelum sebuah sahutan persetujuan membuat wanita itu membuka pintu untukku.
"Sihlakan Nona." Dia mengantarku ke ruangan yang ternyata cukup besar itu, ada section perpustakaan di depannya dan di dalamnya ada ruang kerja dengan meja meeting yang cukup menampung 10 orang.
"Eliza, duduklah..." Fabrizio Bova melihatku datang. Dia bekerja dengan sweater wol abu-abu, sebuah kacamata tersampir membuat auranya terlihat lebih serius. Pria ini dengan penampilan apapun terlihat terlalu mempesona.
"Anda ingin teh atau kopi Nona?" Pelayannya bertanya dan mengalihkan perhatianku dari memandang Tuannya begitu lekat.
"Teh saja."
"Baik Nona."
"Sebentar aku akan menyelesaikan ini." Dia terlihat masih mengerjakan beberapa lembar dokumen di mejanya. Aku menunggu saja sampai dia selesai, jika dia tahu cara membantuku aku akan sangat berterima kasih. Tapi nampaknya bukan dengan memberiku pinjaman...
"Kau menemukan sesuatu kemarin? Sesuatu yang dia lakukan dengan adikmu?"
"Psychopath itu tak layak hidup." Aku mengatakan sebenarnya, jika dia ada didepanku sekarang aku ganti mencambuknya sampai luka.
"Hmm aku hanya mendengar seseorang pernah mengatakannya. Well, ternyata itu benar kemudian." Dia nampaknya menyelesaikan pekerjaannya dan sekarang melihat ke arahku.
"Bagaimana kau bisa membantuku? Apa yang harus kulakukan ..."
"Kau harus membantu dirimu sendiri tepatnya, aku akan berusaha memfasilitasi ini. Kau tidak sadar parlemen sudah mengeluarkan undang-undang baru berberapa tahun lalu soal pinjaman mencekik leher ini. Pinjaman seperti yang dilakukan oleh Andriano Gianni sebenarnya tak diperbolehkan."
"Aku tak tahu..." Bagaimana aku tahu, politik dan hukum bukan bidangku lagipula selama beberapa tahun ini aku berada di Spanyol. "Apa kau seorang pengacara?"
"Bukan, tapi sedikit banyak aku tahu soal politik dah hukum." Perkata
"Aku akan menjelaskan siapa keluarga Gianni padamu, seperti yang kau tahu mereka adalah keluarga kuat, banyak pendukung, banyak sumber dana. Kepala keluarganya, Stefano Gianni punya pengaruh besar di Italia. Bahkan banyak orang memperkirakan jika mungkin dia bisa diangkat menjadi salah satu menteri di kabinet tadinya. Banyak orang yang ingin menjatuhkannya karena dengan begitu banyak hubungan penting, uang yang melimpat mereka nampaknya sangat arogan. Bahkan bisa dibilang mereka punya bisnis gurita di Eropa." Dia berhenti sebentar supaya aku paham.
"...Dan Adriano Gianni adalah anak Rudolfo Giani, adik ke 2 Stefano, dia yang menguasai bisnis pinjam meminjam ini. Ada usahanya yang legal sesuai dengan hukum tapi yang tidak resmi inilah yang banyak memakan korban."
"Jika kau ingin menyelamatkan adikmu darinya sepertinya kau tak punya pilihan lain selain membawa dia keluar Italia secara diam-diam. Mungkin ke US,untuk sementara atau mungkin permanent jika dia mau tinggal disana. Sementara kau harus bertarung dengannya di pengadilan dengan undang-undang anti lintah darat yang baru. Ada orang dibelakang layar sedang mengumpulkan orang-orang yang diperas oleh Gianni. Tapi aku bisa melindungimu dari intimidasinya. Dan pengacara kami akan membuat dia dipenjara, tapi kau harus jadi 'whistleblower'nya dan berdiri di barisan depannya."
"Dengan kata lain, aku harus menjadi pion yang maju paling depan dan mengecamnya?"
"Benar." Bova mengangguk.
"Kenapa aku?"
"Kau sangat presentable..."
"Kau cantik, kau bisa menarik perhatian. Kau adalah cerita perjuangan kelompok bawah yang membangun bisnis kemudian dihancurkan oleh lintah darat pemeras, dia membuat Ayahmu jatuh sakit itu bisa dipakai untuk memancing rasa emosional juri dan skandalnya dengan adikmu akan menghancurkannya. Menurut pengacaraku mungkin dia bisa menarik Adriano Gianni diatas 20 tahun penjara. Sementara Ayahnya yang masih komisaris utama dan satu keluarga inti juga bisa belasan tahun penjara."
"Ohh ya besok adikmu harus divisum. Aku baru ingat kita harus dapat bukti peganiayaan."
"Aku sudah memfotonya dengan jelas."
"Itu bagus, tapi tetap harus ada surat visum resmi agar dia tidak bisa mengelak di pengadilan."
Tak ada makan siang gratis. Jadi inilah alasan Fabricio Bova mau menolongku dan adikku. Dia akan memasangku sebagai taruhan kemenangannya.
Aku tak masalah, daripada melihat adikku di pukul oleh psychopath itu.
"Aku setuju..."
"Baik, biaya pengacara akan ditanggung, tapi kau adalah wajah yang harus menghadapinya di pengadilan. Biaya yang kau keluarkan adalah biaya menyelundupkan adikmu ke Mexico atau US, kami akan membantumu diam-diam, yang terlihat hanya kau dan pengacaranya."
"Kau akan menerima peliputan, wawancara dan segala macam yang terjadi nanti... Karena kami sengaja akan memblow up ini di media untuk mendeskreditkan keluarga Gianni. Dan kasusmu khusus karena melibatkan kekerasan se*ksual terhadap adikmu. Adikmu juga harus muncul di pengadilan nanti. Tapi itu akan jadi penutup."
Fabricio Bova menjelaskan segalanya padaku.
Ternyata memang tidak ada makan siang gratis. Dia juga memanfaatkanku untuk menguntungkan kelompoknya. Itu makanya dia bilang dia tak ingin uangku, ternyata yang diinginkannya lebih besar dari uang.
"Strategi pertarungannya akan dipikirkan oleh pengacara. Kau tak perlu takut kau akan menghadapi ini sendiri, kami akan mendukungmu dari belakang, kau hanya harus menuding Adriano Gianni sebagai penjahat besar penghancur keluargamu."
"Apa keuntungannya untukmu?"
"Aku akan di lihat sebagai salah satu yang berjasa di kelompokku, karena kelompokku bisa dibilang oposisi Gianni dan orang-orang yang ada didekatnya. Aku yakin kita bisa menang, dan bisa menyeretnya cukup jauh, menjatuhkan nama keluarga Gianni adalah tujuannya."
Aku dan Valentina hanya berdua disini, demi apapun aku tak rela dia dianiaya begitu.
"Akan kulakukan yang kau bilang. Hanya aku perlu mengeluarkannya dari apartment itu secepatnya."
"Aku akan menghubungi pengacaraku sekarang , dan besok bawa dia ke rumah sakit yang ditunjuk oleh pengacaraku. Dia akan menemani kalian."
"Jika kami kalah? Apa yang terjadi?"
"Kau tidak akan kalah, aku berani menjamin itu. Tapi seandainya pun kau kalah, Valentina aman dan kupastian dia pasti tak bisa menekanmu lagi."
"Baiklah." Setidaknya untuk bagian itu dia benar. Jika aku kalahpun Valentina aman.
"Ayahmu baik-baik saja?" Dia tiba-tiba bertanya.
"Masih dalam masa pemulihan."