The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 27. New Piece of Puzzle 4



"Oke."


"Ohh ya ada tamuku dari Sicily dan Kyoto nanti Alan." Nathan yang sekarang berbicara. Dadaku langsung berdebar, siapa ini. Setiap mendengar nama orang baru aku selalu mengingatnya dengan cepat.


"Ohh Tuan Guilio dan Tuan Yamada."


"Iya..."


"Kita akan melakukan investasi untuk mereka di freight shipping mereka." Ini dia aku tak pernah mendengar kami melakukan investasi di shipping company. "Diego akan bertemu mereka nanti." Bingo, Garcia Int. tidak pernah menyentuh bidang ini dan Diego ini kurasa ini yang kucari.


Siapa Diego, ini pasti orang ketiga yang digunakan namanya. Aku harus mengawasi dua tamunya ini, mungkin mereka adalah jalanku membongkar perusahaan kedua ini. Guilio Yamada, dan Diego adalah kuncinya.


Aku pura-pura tak tertarik dengan pembicaraan ini. Tapi ini adalah kemajuan. Aku langsung meminta bantuan tim pendukung dengan mengetikkan pesan di ponselku. Aku pura-pura bergi ke balkon didepan laut itu dan menikmati pemandangan yang mempesona di depanku.


"Kirim pesanan ke rumah 3 item." Itu adalah permintaan pengintaian, aku mengirimkan alamat restoranku tempat gathering kami.


Pesan yang merupakan sandi terselubung itu dibalas dengan 'Ok Mam.' dan segera kuhapus historynya di ponselku.


Kemajuan pertama yang kudapat sejauh ini.


"Natalie sayang, ..." Suara Louis mendekat dibelakangku membuatku sedikit kaget. Untungnya aku sudah menurunkan ponsel dari tanganku, tak mungkin dia membacanya, set huruf di ponselku di set ke yang terkecil.



"Bisakah kau tidak berbisik di belakangku. Kau membuatku kaget, apa yang kau inginkan..." Jantungku hampir copot.


"Natalie, bagaimana jika kau menjadi pacar sewaanku saja malam ini."


"Gosh! Natalie, kau berusaha memerasku..." Aku meringis lebar dan tertawa.


"Rupanya sekarang kau mendapatkan tandinganmu Louis." Nathan ikut tertawa melihat kami berdua.


"Itu untuk tambahan pensiun diniku. Kau jangan pelit-pelit padaku..." Aku merapikan jasnya, merapikan dasinya, berubah menjadi pacar yang perhatian, Louis tahu aku bercanda lagipula. Aku sedang gembira karena aku mendapatkan nama baru.


"Mendapatkan suami saja belum sudah memikirkan pensiun dini. Nilai gadis jaman sekarang nampaknya sangat berubah." Tuan Alan menambahkan pendapatnya sambil mengelengkan kepalanya.


"Tuan Alan, gadis sekarang merasa mengamankan isi dompetnya adalah sesuatu yang lebih berharga daripada pria tampan." Aku tertawa dengan perkataanku sendiri.


"Itu bagus, pemikiran yang bagus." Dia menyetujuinya walaupun dia bilang aku aneh.


"Kau tahu aku mencintaimu Natalie, 50K pun akan kuberikan padamu..."


"Ewww...5K kau mengatakan aku memerasmu, 50K kau akan mengatakan aku mengambil seluruh uangmu, dasar pria tidak konsisten..." Louis tertawa tak bisa melawan perkataanku lagi. Aku mendekatinya sekarang... dan melingkarkan tanganku ke sampingnya.


"Louis sayang, apapun untukmu malam ini... Kau puas. Jadi sekarang kau ingin kugandeng, aku akan jadi kencanmu malam ini, ingat per jam 5K, kita perhitungkan tiap menitnya pro rata?" Sekarang dia yang tersenyum lebar mendengar istilah pro rata dan sekarang aku menyeret lengannya untuk kugandeng. "Ayo kita berangkat."


"Malam ini kekayaanku berkurang banyak... Kau bahkan menghitung menitnya." Dia mengelengkan kepalanya tapi menurut saja ketika kuseret ke Lambo berwarna biru gelap didepan sana.


"Kau memang miskin rupanya... Kau memalukan untuk lambo ini..." Aku tertawa renyah disampingnya.


Kita punya misi lebih penting malam ini. Diego, Yamada dan Guilio, siapa ketiga orang yang tiba-tiba muncul ini. Aku akan tahu ketika bertemu mereka.


Lambo itu melaju membelah jalanan Palisades, aku berdebar, semoga aku mendapatkan sesuatu malam ini setelah berbulan-bulan menunggu.