The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 79. Arthur Kulkov 2



"Jika Anda ingin berunding dengan baik, apa Anda perlu mengirimkan orang mengawasi saya?"


"Ohh tenang saja Nona, kemarin sebenarnya saya hanya memastikan siapa Anda, saya menjamin tidak ada yang terjadi karena saya. Saya tidak tahu siapa Anda dibalik pekerjaan Anda ini. Tapi saya tidak berniat memulai perselisihan dengan Anda ataupun orang-orang yang ada di belakang Anda. Saya hanya ingin menyelamatkan sepupu saya. Saya tidak mengawasi Anda lagi..." Dia berbicara dengan gesture santai, berusaha tidak ada nada bermusuhan di suaranya. Dan aksen Rusianya hampir hilang, ...


"Anda tinggal di negara ini?"


"Hmm, hanya punya bisnis disini, tidak di LA, kantorku di NY." Dia menyerahkan kartu namanya. Aku melihatnya EuroChem ternyata petrochemical dan kimia. Mafia Russia ini punya bisnis besar.


"Perusahaan petrochemical, impressive..." Aku memujinya disana, jabatannya adalah Division Managing Director, yang berarti dia adalah CEO untuk wilayah Amerika Utara setidaknya.


"Saya hanya pelaksana yang dipercaya, bossnya tetap para pemegang saham ..." Dia tersenyum.


"Anda menjadikan Tuan Nathan target karena Tuan Nathan adalah teman musuh Anda. Rupanya Anda merasa sangat punya kekuasaan." Aku katakan saja semuanya.


"Dimitroff memang kadang tindakannya tidak bisa ditebak. Saya baru tahu dia melakukan hal bodoh ini untuk mengesankan Ayahnya, anak muda kadang memang sangat bodoh, tidak tahu siapa yang mereka provokasi. Dan kami harus membayar mahal akhirnya kami tahu... Kami tahu harus membayar mahal atas kebodohan anak muda ini."


"Bilang padanya kita akan menghubunginya nanti. Biarkan orang tuanya menunggu hingga putus asa." Nathan memerintahkan apa yang harus kuucapkan padanya.


"Kalau begitu nanti saya akan menghubungi Anda."


"Apakah Dimitroff Boyko masih hidup? Saya ingin memberi kabar ke orang tuanya. Bibi saya sangat kuatir."


"Bilang padanya kau tidak tahu, kau hanya bawahan, kau akan memberi kabar nanti..." Aku bawahan? Aku hanya juru bicara. "Minta dia biaya pengecekan dua juta dollar transfer ke rekeningmu." Aku meringis dalam hati bagaimana dia menjadikanku orang jahat. Tapi mengingat dia mengarahkan sniper padaku aku juga tak akan bermurah hati.


Sean melirik sambil meringis padaku. Dia juga mendengar apa yang Nathan katakan.


"Aku hanya bawahan tingkat rendah Tuan Arthur, tapi mengingat saya ikut diincar dan harus bertaruh nyawa dibawah sniper yang sepupu Anda acungkan sampai saya mimpi buruk, transfer biaya pengecekan dua juta dollar ke rekening saya,..." Aku memberikan memo nomor rekeningku padanya.


"Anda bilang dua juta dollar untuk bawahan tingkat rendah?" Dia menaikkan alisnya sekarang.


"Jika Anda bertanya sekali lagi dan menanggapi saya dengan sarkasme Anda, mungkin saya akan mengatakan empat juta dollar. Itu pengganti kekesalan dan nyawa cadangan saya..." Aku melipat tanganku didepan dada.


"Baik-baik...Saya mengerti, saya sudah bilang saya akan menyetujui syarat apapun untuk berunding." Dia mengangkat tangannya.


"Bagus, dalam dua jam kedepan selesaikan pembayarannya. Anda boleh pergi, jika saya menemukan Anda mengawasi saya Anda akan tahu apa akibatnya."


"Saya kita itu saja Tuan Arthur, Anda akan dihubungi lagi nanti."


"Saya selesaikan transfernya dalam dua jam. Tapi apa saya bisa mendapatkan kepastian setelahnya, jika..." Dia memburuku lagi. Aku mengangkat tanganku.


"Anda tidak dalam posisi bertanya sekarang. Anda hanya bisa menunggu kabar dari saya."


"Anda negosiator yang sulit Nona cantik... Jangan terlalu tegas. Saya hanya butuh proof of life's sebelum saya mengeluarkan uang." Aku paling tak suka dipanggil cantik!


"Sepupu Anda bahkan meminta nyawa saya 3x! dia menembaki saya dengan sniper, mencoba membalikkan mobil saya, terakhir mengejar saya. Bagian mana yang sulit dari menunggu! Anda tak usah membantah saya! Apa kata-kata cantik berguna didepan saya!? Lima juta dollar atau dimana kuburannya pun Anda tak pernah tahu. Anda membuat tekanan darah saya naik!" Aku menunjuk pada mafia Russia sialan ini. Keluarganya pemilik perusahaan chemical bukan. Lima juta dollar hanya uang kecil dibanding nyawa anak mereka.


"Hahahaha..." Nathan tertawa di telingaku, Sean melihat ke arah lain untuk menghentikan dirinya menyembur tertawa.


"Saya sarankan Anda menyelesaikan transfernya Tuan, jika tidak taruhannya akan tambah naik." Sean akhirnya tersenyum lebar juga


Sekarang dia tidak berani bicara lagi. Arthur itu pasti membenciku sekarang...


"Apa itu bisa buat pensiun diniku, tak apa bukan memeras mafia Russia?" Aku bicara pada Nathan setelah tamu kami keluar.


"Gadis licik, kau memang pandai memanfaatkan kesempatan..." Nathan tertawa saja dan tidak protes aku menambahkan satu juta dollar tambahan. Dia baik hati sekali membiarkan aku memeras mafia Russia itu.


"Jangan takut Sean, akan kubagikan juga untukmu." Sean tertawa lebar karena mendapat bagiannya.


Kurasa mereka akan menukar nyawanya dengan tahanan yang lain karena ini sudah masuk ke wilayah CIA. Walaupun dia tak tahu Nathan adalah CIA, tapi Nathan bisa saja berkata kalau dia sudah menyerahkannya ke pemerintah federal.


Sementara aku tiba-tiba kedatangan tamu lain tepat setelah kunjungan Arthur.


"Nona, ada Tyson Callaway ingin bertemu." Tak lama sebelum aku meninggalkan ruangan meeting. Reception meneleponku di ruang meeting lantai satu.


"Kenapa dia ingin bertemu denganku?"


"Biarkan aku melihat dia ingin bicara apa?" Nathan yang masih bisa tersambung ke conference call sekarang. Dan aku masih tersambung dengan headset di telingaku.


Aneh kenapa dia bisa mendatangiku di kantorku sekarang. Mau apa dia terbang dari NY ke LA?