The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 30. Aoki 1



"Aku dari tadi berpikir, darimana aku pernah melihatmu? Kenapa aku merasa aku pernah melihat temanmu ini Hisao-san." Temannya yang bernama Sato penasaran setelah dia berkenalan denganku.


"Sebenarnya aku juga mau bilang hal yang sama..." Satu lagi orang yang mengatakan hal sama. Kali ini bernama Hikaru.


"Hisao, kau menemukan gadis baru di Roppongi. Kenapa aku tak pernah mengingat pernah melihatnya di klub manapun?" Satu orang lagi bernama Kenji mengasosiasikannya ke Roppongi. Pria ini memang tampaknya sangat terkenal di sana.


"Aku tidak pernah menginjakkan kaki di klub manapun di Roppongi." Aku langsung tertawa pada mereka.


"Benarkah?" Sekarang pacar Hikaru yang bertanya.


"100% benar?" Hisao membenarkan pernyataanku.


"Dimana aku pernah melihatmu? Astaga aku penasaran sekali..." Masih membongkar ingatannya.


"Ahhh...kau.... Kau yang muncul di papan iklan pariwisata!" Tiba-tiba wanita itu menunjukku dan aku tertawa. "Kau juga yang sering muncul di beberapa iklan produk, kau Geisha bukan, makanya aku juga merasa kau familiar...." Dan sekarang pacar Hikaru tiba-tiba ingat.


"Astaga kau Geisha?!" Aku tertawa semua orang kaget dan penasaran padaku.


"Geisha? Bagaimana kau bisa bertemu wanita terhormat seperti ini? Kau ke ochaya? Kau benci menonton tarian lambat itu. Bagaimana bisa. Kau bangsat Roppongi terdampar di ochaya? Tidak mungkin? Kau Oiran atau Geisha..." Sekarang aku tidak tersenyum lagi.


"Aku Geisha, bukan Oiran, aku bekerja di Gion bukan Tokyo." Mungkin teman-temannya tak percaya dia punya teman Geisha. Dia mungkin menyangka aku salah satu wanita penghi*bur yang lain di Roppongi yang menyaru Geisha.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


* Oiran (花魁) dulunya adalah sebutan untuk pekerja sek*s berperingkat tertinggi di Yoshiwara yuukaku (吉原遊廓) Tokyo.


*Yuukaku (rumah bordil versi jepang) merupakan kompleks untuk para pekerja se*ks besar yang diakui oleh pemerintah dulu sebelum 1958 sebelum dibubarkan karena undang-undang melarang pros*titu*si kemudian, tapi festival Oiran masih ada sampai sekarang untuk pariwisata .



Di antara semua pekerja se*ks di sana, oiran adalah sebutan untuk pekerja **** dengan peringkat tertinggi*. *Inilah yang sering disalah artikan sebagai Geisha oleh orang asing. Tapi mereka bukan Geisha. Kostum dan semua accessories mereka lebih ramai dari Geisha, di jaman Edo (1600 - 1867) mereka adalah semacam superstar di Tokyo. Bertemu mereka satu malam bisa berarti satu tahun gaji bagi orang biasa.



Festifal Oiran dilaksanakan di April diantara sakura yang berkembang dan menjadi bagian dari Sakura Matsuri Festival.


\=\=\=\=\=\=🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁\=\=\=\=\=\=\=\=


"Ohhh maafkan aku terlalu penasaran. Dia bertemu Geisha tampaknya sangat tidak mungkin." Sato yang mengatakan ini.


"Dia dikenalkan Kakekku...Bukan seperti yang kau pikir." Akhirnya Hisao yang bicara.


"Ohhh...pantas saja."


"Bagus untukmu. Ada penyegaran." Semua orang tertawa mendengar Hikaru bicara.


"Aku dan Setsuko-san hanya berteman, jangan berpikir aneh-aneh." Hisao sekarang mengatakan kebenaran tentang hubungan kami.


"Teman?Kau jarang punya istilah itu." Temannya yang bernama Yuki menimpali.


"Teman tidur?!" Satu kelompok itu meledak lagi karena Hikaru. Aku cuma tersenyum, nampak empat orang ini mereka benar-benar dekat.


"Kami benar cuma teman, aku tak mungkin tidur dengannya, kami tak saling menyukai.." Semua orang bolak-balik melihatku dan Hisao. Hisao menatapku dan tersenyum kecil.