
Aku akan mengatakan padamu, aku trauma dengan bagasi sekarang. Dia mengikatkanku tak tanggung-tanggung, dia melilit seluruh tubuhku dengan tali tambang , ditambah dengan selotip, yang dia bawa untuk mencegah aku melarikan diri, memberi tanda bahwa seseorang menyekapku dan kami hanya berhenti di drive thru untuk membeli makanan, dan mencoba berbagai macam teknik meloloskan diri yang ku tahu karena aku agen terlatih, tapi dia juga agen terlatih jadi dia tahu memgantisipasi setiap upayaku dengan baik.
Pada dasarnya semua bagasi mobil punya kunci lock yang bersinar dalam gelap yang bisa kau buka dari dalam. Terutama mobil keluaran baru, kau hanya harus sabar mencari letaknya, dipertengahan area pembukanya, tapi tentu tidak berlaku jika kau dipaksa terikat begitu rupa di dalam bagasi, seperti seonggok daging yang digulung dengan benang dan dimasukkan ke panci. Dan nampaknya kali ini nampaknya dia tidak akan berhenti lagi, dia hanya perduli aku tetap hidup.
Sekali lagi aku harus percaya Nathan.
Tempatku disekap kedua ini nampak seperti gudang, lebih banyak barang, ini surga setelah berjam-jam terkurung di bagasi sempit itu. Tapi nampaknya ada yang bisa kutemukan sekarang, ada sebuah pecahan kayu yang keras, agak runcing cuma sekitar 15cm , jika tanganku terbebas aku akan bisa memanfaatkan ini untuk melepaskan menyerangnya menembus area terlemahnya, aku menyimpannya untuk berjaga-jaga. Mungkin aku tak punya kesempatan menggunakannya, aku tak yakin bisa menjatuhkan reflek orang Rusia ini.
“Kemana kau akan membawaku?”Aku bertanya padanya tampaknya ini pertengahan malam dia akan memasukkan lagi aku ke bagasi.
“Tak usah banyak bicara.”
“Bisakah kau melonggarkan ikatannya?”
“Aku bukan petugas dinas sosial yang akan mendengar keluhanmu, saudaraku lebih menderita dari ini di penjara US.” Sama sekali tak ada celah negosiasi untuk ini.
“Salahnya sendiri mengirimiku sniper.” Dia tak menjawabku.
“Kau tak mau jadi double agen, gajinya bagus. Kau bisa membawa keluargamu tinggal disini, mereka akan bahagia disini, kau mungkin bisa merubah nasib keluargamu...”
“Sekali lagi kau bicara aku akan menyumpal mulutmu wanita cerewet.”
“Aku hanya menawarkan deal yang baik. Aku tak mau jadi tawanan penganti keluarga Kulkov itu, kau harus memikirkannya.”
“Diamlah.” Baiklah hanya Nathan sekarang harapanku.
Aku masuk ke bagasi lagi dengan dilempar seperti bawaan sekarung tepung. Penderitaanku dimulai lagi dalam bagasi ini. Gelap pengap, kram, kedinginan walaupun dia kadang berhenti untuk membuka di jalan sepi dan mengecek keadaanku. Rasanya sangat lama sehingga aku tak tahu waktu lagi, kedinginan membuatku kadang tertidur, rasanya perjalanan kali ini sangat lama. Aku berharap hari ini cepat berakhir... Nathan pasti bisa melacakku begitu orang Mexican itu menghidupkan ponselnya.
\=====**************======
“Kita berubah arah? Ambil kanan.” Tiba-tiba pria Russia itu memerintahkan mereka saat mereka sampai ke perbatasan Austin menjelang sore, sebentar lagi mereka akan memasukin San Antonio. Perjalanan hari ke dua ini sangat jauh hampir 12 jam mereka dijalan mengemudi dari jam empat pagi malam hingga tengah malam hingga sore hari, badannya terasa remuk terus berada dijalan. Kasihan gadis itu, untung gadis itu masih hidup begitu batin Jose.
“Apa? Bagaimana kita bisa merubah arah?” Merubah arah, tepat sekali,mata-mata Rusia itu menyiapkan plan B, sebenarnya dia sengaja melakukannya karena instingnya mengatakan ada kebocoran informasi dimana dia berada, dia akhirnya membiarkan pria itu menelepon istrinya untuk mengecoh semua orang. Menggunakannya sebagai pemancing, mereka tidak akan melewati Reynosa, tapi mereka akan lebih ke timur, mereka akan ke Monterrey, kota perbatasan berjarak 6 jam perjalanan dari Austin. Mereka akan masuk perbatasan melalui Laredo.
“Ikuti saja perintahku, kau tak usah membantahku...”
“Kita hampir sampai ke San Antonio Tuan, disana trukku, aku tak bisa merubah arah.”
“Kita tak akan ke San Antonio sekarang, kau hanya jadi sopir... Aku tak butuh trukmu. Nanti kutambah 1.000 dollar untuk biaya kau ke Reynosa, aku akan menyuruh orang lain yang melewatkanku ke perbatasan.” Plan B telah dijalankan oleh mata-mata Rusia bernama Igor itu, semua orang akan mengarahkan mata mereka ke arah yang salah hari ini dan rupanya mereka punya satu lagi pemberhentian di sebuah rumah terpencil di pinggiran sungai Colorado, kota Austin, Texas.
“Baik Sir, saya mengerti...” Sekarang Antonio- sang Mexican itu diam. Perubahan rencana ini akan membawa bencana bagi siapapun, jika dia tidak bisa menyampaikan perubahan ini dia tak akan mendapatkan dua jutanya. Gadis ini akan melewati perbatasan tanpa terdeteksi, dan kemungkinan besar tak bisa ditemukan dengan banyaknya geng disana. Tapi jika dia gegabah dan tertangkap berkhianat, maka dia akan dibunuh taruhannya sangat besar.
Malam ini mereka istirahat, diam-diam dia menyelipkan pulpen kecil, dia akan menuliskan sebuah pesan. Rusia itu selalu mengawasi tindakannya, kesempatannya hanya satu, drive thru berikutnya dimana mereka akan membeli makanan.
Dia berhati-hati menuliskan dan menyusun pesannya di sebuah tissue saat pria Russia itu beristirahat, suara napasnya yang tenang bebarapa saat menandakan pria itu tertidur karena mereka menempuh perjalanan panjang, dia berhati-hati membalikkan badannya ke samping, mengeluarkan pulpen dan kertas tissue tipis yang disiapkannya di kamar mandi di saku baju kaus berkerahnya, yang dia akan berikan kepada siapapun kasir drive thru nanti.
Jantungnya berdebar keras, berhati-hati sambil mendengarkan suara napas orang Rusia itu.
“Hmm...” sebuah gumaman napas yang tak sadar dari orang Rusia membuatnya hampir serangan jantung,....