The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
THE GEISHA AND MOMIJI DREAM Part 58. Just Hold My Hand 2



Dia bangkit dan menggeser pintu, meninggalkanku berlutut di tatami begitu saja, aku menyusulnya merasa tak enak dia pergi begitu saja.


"Hisao-san..." Dia melihatku kebelakang.


"Apa?"


"Aku tak apa menemanimu."


"Tak apa. Pulanglah."


Dia melanjutkan langkahnya.


"Kau akan kesini lagi? Atau kita akan bertemu lagi nanti?"


"Tidak, kau akan ke Tokyo akhir minggu bukan. Telepon saja jika kau ingin mencariku. Aku pergi dulu." Dan sekarang dia benar-benar pergi dan meninggalkanku dibelakang.


Pertemuan lima menit itu membuatku merasa heran.


Apa sebenarnya yang dia inginkan.


Apa yang dia lakukan disini sebenarnya. Mengajakku bertengkar dan pergi.


\=\=\=\=\=\=\=🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Benarkah?! Dia menemuimu lima menit dan menyuruhmu pulang." Mio tertawa mendengar ceritaku.


"Setsuko-chan, itu mudah. Dia mungkin hanya merindukanmu sebenarnya. Dia tak biasa merayu wanita, kau tahu dia tipe-tipe senang dirayu, terbiasa dirayu maksudku, jadi dia hanya datang sebentar dan mengajakmu bertengkar, dia merindukanmu, ingin melihatmu untuk menghilangkan rindunya, akhirnya dia menyuruhmu pulang karena kasihan kau lelah. Ohhhh manis sekali..." Mio membuat eskpresi gemas dan aku hanya melongo mendengar apa yang dikatakannya.


"Kau bercanda Mio. Dia merindukanku?" Mio tertawa mendengar aku tak mempercayainya.


"Aku bercanda? Tidak, itu sangat benar adalah yang terjadi, kau itu memang kebanyakan bergaul dengan kakek-kakek. Tanda begitu saja kau tak tahu. Hisao-san itu benar menyukaimu. Jika tidak kenapa dia bisa muncul begitu, tengah malam! Melihatku lima menit dan menyuruhmu pulang dengan baik-baik. .. Sebenarnya dia itu tidak buruk juga. Jika kau bisa merayunya bukan hanya bersikap ramah, dia benar-benar akan jadi loyal padamu."


Aku diam memikirkan perkataan Mio, benarkah yang terjadi seperti itu.


"Pikirkan ini Setsuko-san, dia tahu kau tak pernah menyukainya, kau malah menyukai yang jauh dari umurmu, salah satunya malah ingin menjadi dannamu. Dia tidak tahu cara mendekatimu karena selama ini dia cuma tahu wanita terpesona padanya. Dan jelas-jelas kau membuatnya patah hati berkali-kali, dia putus asa sebenarnya, jadi yang dia bisa lakukan saat merindukanmu adalah hanyalah datang dan melihatmu. Astaga Setsuko-san, kau tak bisa melihat itu?! Dia manis sekali... kau pasti membuatnya kesal luar biasa. Aku bisa bayangkan kenapa dia tak keberatan mengancam Ryohei-san." Mio tertawa sekarang.


Perkataan panjang lebar Mio membuatku berpikir keras. Apa itu yang terjadi, benarkah Hisao menyukaiku? Bukan kemarin dia marah karena aku menyukai rivalnya. Sampai merindukanku, tapi tak bisa berbuat apapun. Benarkah?!


Kenapa rasanya itu terlalu tak bisa dipercaya. Dia si playboy itu merindukanku?


"Mio, kau benar-benar yakin itu yang terjadi?"


"Hmm, aku yakin. Dan kau memang gadis bodoh tak pernah pacaran. Kau terlalu banyak bergaul dengan orang tua, tak tahu bagaimana jika pria tertarik padamu, pria-pria itu tak tertarik denganmu yang punya label terlalu mahal dan ekslusif, yang bisa melakukan sesuatu hanya yang muda Setsuko, yang kau lakukan hanya bersikap sopan dan ramah sepanjang waktu. Aku tak menyalahkanmu. Kau memang kurang bergaul." Mio menertawakanku seakan itu kebenaran yang aku harus terima.


"Kau tahu Ibu melarangku."


"Hmm...aku tahu. Kau memang pemegang penghasilan tertinggi di Gion, tapi pria muda yang melihatmu tak berani menjangkaumu karena labelmu sangat mahal, sementara yang tua tidak punya tenaga lagi. Baru Ryohei-san yang pertama untukmu...aku tahu perasaanmu, pertama kali merasa diperhatikan dan seseorang mengatakan dia menyukaimu. Kau langsung berbunga-bunga..."