The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
NON POSSO VIVERE SENZA DI TE Part 65. My Baby. 3



"Aku bersungguh-sungguh tentang apa yang aku katakan. Pappa mengatakan aku lambat. Dia benar... Dan kau tahu aku lebih suka kau melupakan pilnya. Walau aku tahu itu pilihanmu, terima kasih sudah memberiku ini, datang ke sini, menungguku pulang, memasakkanku makan malam dan menjadi kekasihku, kau membuatku sangat bahagia semalam..." Dia tersenyum padaku membuatku merasa aku adalah segalanya. Pipiku memanas... Aku tak sanggup menrima kata-kata pemujaannya.


"Kau ini... " Aku menatapnya dengan muka panas. Kenapa dia berkata seperti ini, karena mimpi bayi itu.


"Aku bersungguh-sungguh, melihatmu duduk di meja makan, dan memasak seperti Pappa selalu duduk dengan Mamma. Itu sederhana, tapi tak ada gadis lain yang bisa membuatku tergerak seperti itu selain kau ... Aku selalu ingin melarikan diri ketika gadis lain mengejarku, kau tahu apa yang kukatakan benar,..."


"Mulutmu memang manis..." Aku tertawa.


"Aku bersungguh-sungguh, menikahlah denganku Monica Minetti. Maukah kau ..."


"Guilio... kau melamarku di tempat tidur."


"Sayang kau sudah memimpikan bayiku tadi, kau tahu bagaimana perasaanku... aku tak rela kau meminta pil itu, apa aku egois, iya... aku mungkin egois..." Aku merinding melihatnya. "Tadi harusnya aku tak memberikanmu pilnya. Aku menginginkannya ada padamu... Aku membayangkan sebuah keajaiban sedang terjadi padamu, dan padaku,..."


Katanya membuat aku berdebar tak menentu. Dia serius soal ini. Balena ini memandangku tanpa senyum sekarang.


"Guilio..."


"Aku akan melakukan apapun untuk melindungimu dan bayi kita, termasuk mengurus semua tanggung jawab perkerjaanmu. Kau memiliki manager-manager berpengalaman dan terlatih yang sudah menganggap kebunmu adalah rumah mereka, kau tak usah khawatir itu. Jika mereka memberikanmu kekhawatiran tidak perlu, mereka tidak pantas jadi manager, aku akan menganti mereka... Aku akan membeli semua saham Bova sehingga kau tak perlu bertanggung jawab ke orang ke tiga." Dia jadi mengatakan semua yang ada dipikirannya, ternyata dia sudah memikirkannya.



"Aku memang serius Cara... Jika sesuatu terjadi, jika kau hamil, aku akan melakukannya, mereka berani membuatmu khawatir dengan pekerjaan,  jika terjadi seperti mimpimu, aku akan pulang mengantung mereka, berani sekali mereka membuat kau terganggu..." Dia memelukku, aku merasa tersanjung terlindungi sekarang. Merasa aku ada di samping pembelaku yang tak akan mungkin membuat mimpi burukku menjadi kenyataan.


"Kenapa kau begitu emosional..." Dia mencium leherku sekarang. Membuatku merasa nyaman di pelukannya.


"Aku membayangkan benihku yang banyak semalam sudah tak sabar bertemu..." Dia memelukku erat tangannya menekan pinggulku membuatku merasakan kebutuhannya sesuatu yang dia pakai untuk mengantarkan benihnya begitu dalam padaku.


"Guilio..." Tangannya bekerja melepas selembar kain  pertahanan kecil yang menghalangi kami, nafasnya tak sabar.


"Cara, balena ini suka menyeruduk seperti katamu..." Aku meremas lengannya kuat ketika dia membuatku beradaku berada dibawahnya. "Aku benar-benar ingin membuatmu ... hamil. Harusnya kau tak meminum pilnya tadi...Bagaimana jika ada yang kesulitan di bawah sana, kasihan dia harus berjuang lebih keras...."


"Guilio..." Dia menguncangkan tubuhku memelukku begitu dalam. Tangannya memelukku menekanku begitu erat ke dalam dirinya.


"Menikahlah denganku sayang , aku akan memberimu rumah yang aman, paus kecil lainnya, membuatmu jadi Mamma dan Madre yang berbahagia..." Godaan tanganya membuatku terengah, ciumannya memaksa dan membuai. Aku diujung pelepasan karana dia begitu menguasaiku, perkataanmya membuat aku merasa aman  menjadi wanitanya, dia menginginkanku menjadi istrinya.