The Woman Of THREE CROWN PRINCES

The Woman Of THREE CROWN PRINCES
LOVE ME OR KILLME Part 93. Revenge 4



"Kau terlihat seperti binggung? Ada yang menggangumu? Pengacara itu membuat masalah lagi?" Nathan bertanya pada Kate ketika malam dia kembali dan mereka punya kesempatan bicara berdua.


Dia melihat ke Nathan, belakangan walaupun rasanya masih banyak persoalan di belakang mereka, tapi terasa lebih tenang karena mereka bisa saling bertukar pikiran satu sama lain. Rasanya tak ada yang tak bisa mereka hadapi jika mereka bersama.



"Aku hanya binggung, Ayah mau kami pergi ke Italia menemani Ibu di Natal ini. Setelah beberapa saat aku seperti sudah melupakannya. Sekarang tiba-tiba Ayah mau kami menemuinya..."


Nathan berpikir, Ayah Kate dan Bibi Kate mempunyai latar belakang tidak sederhana. Bagaimana latar belakang Ibunya. Apa benar seperti yang Kate bilang dia meninggalkan mereka karena ada laki-laki lain. Mungkin ceritanya tidak seserhana itu, ada yang terjadi tapi Daniel Heatherton alias Andrey Mironov memilih tidak menceritakannya untuk melindungi putrinya.


Dan setelah sekian lama akhirnya masalah bisa terurai.


"Mungkin mereka ingin membuatmu bahagia. Mungkin ada sisi lain dari cerita mereka yang tidak kau ketahui, tapi apapun itu kurasa mereka akan menjelaskannya padamu dengan baik..." Kate menghela napas.


"Aku tak tahu tadinya kukira kami keluarga yang bahagia, walaupun hidup kami bukan keluarga kaya, tapi semuanya baik-baik saja, kadang mereka sedikut bertengkar, tapi kami baik-baik saja. Dan tiba-tiba Ibu pergi, Ayah begitu terpukul, dan semuanya jadi kacau,... Aku membencinya karena pergi demi orang lain."


"Mungkin bukan itu yang terjadi, entahlah...Kurasa kau nanti akan mendapat penjelasannya."


"Bukan itu yang terjadi?" Sekarang Kate jadi berpikir panjang, lalu apa yang terjadi sebenanya selama bertahun-tahun.


"Hmm... tapi apapun yang terjadi tampaknya sudah berakhir baik bukan. Yang perlu kau pertimbangkan Ayah dan Ibumu sudah berumur, mungkin mereka berpisah, mungkin ada keadaan yang mengharuskan mereka berpisah, mungkin ...aku tak tahu kebenarannya, tapi izinkan mereka bahagia, mereka sudah tua mungkin tak banyak waktu tersisa bagi mereka. Italia itu indah, mungkin meraka ingin menghabiskan waktu lebih baik... Kenyataan mereka bisa mengajakmu bersama lagi sekarang itu harusnya berita baik. Jadi jangan keraskan hatimu..."


"Kau bijaksana sekali kadang. Mungkin. Ayah terlihat lebih baik tahun-tahun belakangan. Entahlah... Tapi kuharap dia punya penjelasan yang baik tentang ini." Kate melihat pada Nathan. "Apa kau tahu sesuatu sebelumnya?"


"Bagaimana mungkin aku tahu sesuatu?" Nathan langsung menghindar.



"Benarkah? Kelihatannya kau lebih cocok dengan Ayahku."


"Itu hanya perasaanmu saja." Nathan meringis, yang ini mungkin benar.


"Apa yang kau sembunyikan heh? Dari kemarin aku terus penasaran dengan hubungan kalian. Katakan padaku." Kate mengelitikinya, tapi Nathan hanya menangkapnya dan memeluknya dengan gemas.


"Sayangku apa yang kau inginkan, ciuman. Jangan memprovokasiku, katakan saja apa yang kau inginkan." Kekasihnya ini kadang mengatakan sesuatu secara terselubung. Atau mungkin hanya pikirannya laki-laki yang menanggapinya berbeda.


"Jangan mengalihkan permasalahan. Bagaimana kalian bertemu saja kau tak mau memberitahuku, jadi sebenarnya kenapa semuanya di hidup kalian ini serba rahasia."


"Nanti kau akan tahu semuanya. Kita damai saja sekarang." Nathan mengambil inisiatif mencium pipinya dengan gemas. Anaknya secantik ini, dia punya tebakan, mungkin Ibunya Kate juga adalah orang Rusia.


Sementara Kate melihat kekasihnya ini, mantan targetnya yang memilih jatuh cinta padanya daripada membunuhnya ini. Si tampan ini tak pernah bermain-main dengan siapa yang berada didekatnya dan berani mengambil resiko bersamanya.


"Terima kasih... Kau membuat semua masalahku nampak jauh lebih mudah dari yang sebenarnya, padahal kalau dipikir-pikir semua masalah ini sangat pelik."


"Apapun untukmu carina..." (carina - sayang in Spanish).


"Kau memang bermulut manis..."


"Kau tahu aku hanya manis padamu...." Sebuah ciuman kecil menghampirinya. Dan Kate menganggapnya terlalu manis sekarang. Gangster licik dan tampan ini entah kenapa menjadi terlalu manis sekarang. Kadang dia seperti kucing yang jinak, disaat lain dia berubah menjadi alpha yang siap menyerang siapa saja yang berani mengganggunya.


Tapi Kate menyukainya, memilikinya sebagai kekasih seperti ini sebuah bantuan yang menyenangkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=$$$\=\=\=\=\=\=\=


Semua bersikap tenang, para penculik itu masih ditahan bahkan semua bukti sudah diperiksa oleh penuntut. Dan pengacara Callaway masih menyangka mereka menguasai keadaan, bahkan sempat mengirimkan daftar pertanyaan yang akan ditanyakan didepan hakim.


Sebuah telepon dari pengacaranya di pagi hari sebelum mereka memulai sidang.


"Nona Kate, kau sudah menghafal jawaban yang kuinginkan dari pertanyaanku bukan. Aku ingin jawabanmu seperti yang dideskripsikan disana dan harus seperti itu." Pengacara itu mengingatkannya lagi. Dia membacanya sekilas dengan malas lalu menyerahkannya kepada penuntut yang sudah mendapat terlalu banyak peluru untuk menjebloskan dan mengkatagorikan Tyson Callaway sebagai pengkhianat berbahaya karena menyerahkan data sensitif FBI kepada Rusia dan mengancam kedudukan diplomasi luar negeri US.


"Sudah. Tak usah kau sebutkan lagi, aku sudah tahu tugasku." Kate hanya ingin mempersingkat pembicaraan dan menghadapi orang ini di depan hakim langsung.


"Aku hanya ingin mengingatkan bahwa penampilanmu hari ini mungkin akan berpengaruh besar pada kesediaan Tuan Callaway membantumu mengerakkan seluruh biro dan kepolisian untuk menemukan Ayahmu. Ingat Nona bantuan orang lain sangat diperlukan." Pidato yang sangat panjang dan membosankan bagi Kate. Tapi baiklah dia akan meladeninya.


"Baik-baik, aku juga ingin itu. Kau tak usah mengancamku lagi." Pengacara ini rupanya tidak mengetahui rincian operasi penyelamatannya yang juga melibatkan CIA dan diketahui Direktur CIA. Dia menyangka hanya FBI yang terlibat dan dia hanya mendapat bantuan Tuan Reed sebagai atasannya.


"Saya hanya mengingatkan. Baiklah, kita bertemu di pengadilan jika begitu."


Pemanggilan saksi dari penuntut hari ini. Penuntut umum bicara dengan Kate di ruang khusus bersama saksi-saksi yang akan memberatkan Callaway.


"Tentu saja. Dia mengingatkan skenario jawabannya Sir."


"Dasar kriminal, dia terlalu banyak bergaul dengan kriminal sehingga pola pikirannya pun serupa dengan kriminal-kriminal itu." Kate tertawa.


"Tidak diragukan. Pendapat Anda sepertinya benar."


"Jangan khawatir, hari ini kita akan menghabisinya sebelum dia sempat bicara. Ayahmu akan datang sebentar lagi, penculik-penculik itu sudah masuk penjara polisi dua hari yang lalu, sementara ponselnya dipegang oleh pengawal keamanan Ayahmu."


Tak menunggu lama Ayahnya masuk.


"Dad, kau baik-baik saja?" Kate memeluk Ayahnya. Kelihatannya dia memang baik-baik saja malah seperti menikmati liburannya di pinggiran NY.


"Aku baik, sudah kukatakan padamu. Aku makan dengan baik, olahraga dengan baik dan liburan di tempat yang baik." Kate tersenyum.


"Maaf membahayakan keselamatan Ayah." Ayahnya malah tertawa sekarang.


"Amatir seperti itu tak bisa membahayakan apapun. Tenanglah..." Kate tersenyum.


"Ayah ini seperti senior mereka saja, kenapa kau malah mengatakan mereka amatir." Bagian yang ini anaknya tak tahu. Tapi nanti Kate akan tahu keseluruhan ceritanya. Dia perlu minta maaf ke putrinya itu. Kadang dia merasa bersalah memperlakukannya begitu tegas. Benar kata adiknya harusnya dia menganggap Kate putrinya bukan putranya. Dia membuat masa remaja Kate sulit.


"Ayah memang senior."


"Senior dalam hal apa?"


"Culik menculik." Daniel Heatherton tertawa dengan kata-katanya sendiri dan Kate menganggapnya hanya bercanda dengan semua kata-katanya.


"Ohhh aku percaya, baiklah. Bahkan Ayah tahu ada yang mengawasi Ayah langsung dan menelepon Nathan, bukan meneleponku. Tampaknya Ayah lebih percaya dia daripada putrimu sendiri." Sekarang Ayahnya meringis, bagaimanapun dia lebih tahu siapa Nathan dan unitnya itu.


"Katya sayang, Ayah tahu kau sedang dalam pekerjaan, kenapa Ayah harus membuatmu khawatir jika semuanya bisa diurus dengan baik. Pacarmu itu memang bisa diandalkan. Tapi itu berarti Ayah tak bangga padamu. Lihat kau, kepala unit FBI termuda yang sudah pernah merasakan di culik KGB." Ayahnya tertawa lagi, dia berjanji akan bersikap lebih baik sekarang. Dan satu lagi bahwa mungkin dia bisa membuat keluarganya utuh lagi nanti...


Mungkin jika Kate memaafkannya menyimpan begitu banyak rahasia selama bertahun-tahun dan membuatnya tidak bahagia.


"Ayah banyak alasan. Sudahlah kita nikmati sidangnya hari ini... Aku ingin melihat Callaway merasa malu, semalu-malunya hari ini. Mereka pikir semua bisa dinilai dengan uang mereka."


"Kudengar sebelumnya dia teman kencanmu?"


"Darimana Ayah mendengar itu?"


"Well, Nathan yang menceritakannya." Kate jadi benar-benar heran sekarang. Nampakmya Ayahnya dan Nathan ini benar-benar kompak.


"Dia cerita padamu? Kalian ini benar-benar akrab rupanya. Apa lagi yang diceritakannya padamu?"


"Kau selalu menganggapku anak laki-laki, sekarang apa kau menganggapnya bagian dari keluargamu?"


"Katya sayang, bukankah dia akan jadi keluarga juga nanti. Dia juga menyayangimu seperti Ayah juga..." Ayahnya tampak senang sekarang dan merangkul putrinya. Setelah bertahun-tahun baru kali ini Ayahnya itu tampak lebih hangat. Kate bertanya apa karena Ayah akan bertemu Ibu akhirnya, dia tampak lebih bahagia.


"Ayah apa kau sedang bahagia?"


"Maksudmu? Kenapa kau bertanya seperti itu..."


"Apa karena kau ingin bertemu Ibu?" Sekarang Daniel tampak menghela napas. Hal yang ini tidak bisa di bicarakan disini. Perlu banyak waktu untuk menjelaskannya pada putrinya.


"Kita bicarakan itu nanti oke. Yang perlu kau tahu adalah Ayah bahagia melihatmu menemukan dirimu yang sekarang, kau punya pekerjaan bagus, calon suami yang mencintaimu. Ayah bukan oranh tua yang sempurna, terlalu banyak kesalahan yang Ayah perbuat sebagai orang tua... Kuharap kau memaafkan Ayah."


"Apa yang Ayah katakan, Ayah tetap disampingku, aku tak menyalahkan Ayah. Tidak seperti Ibu yang meninggalkan kita. Tapi baiklah mungkin aku tak tahu ada apa sebenarnya cerita kalian. Aku mengharapkan Ayah bahagia, aku senang melihat Ayah yang punya semangat lagi dan berbahagia seperti sekarang..."


Mata Daniel memanas sekarang. Dia tahu dia diberkahi seorang putri luar biasa. Kadang kata pepatah itu memang benar.


One good daughter is worth seven sons.**


(**Satu orang putri yang baik seharga dengan tujuh orang putra. ) Dia tidak akan menyangkal kebenaran kata-kata itu sekarang. Karena Putri tercintanya ini telah membuktikan dan membuatnya marasakan itu sekarang.


"Yang perlu kau tahu adalah Ayah dan Ibu menyayangimu... Itu saja. Ayah akan cerita semua yang terjadi, setelah kita mengirim Callaway ini tempat yang seharusnya..."


"Setuju... Ayo kita lakukan."