
"Kau sudah puas?" Seorang menghentikanku saat aku akan kembali. Tebak siapa? Enrique...
"Aku hanya menjalankan tugasku Tuan Enrique, apa yang kau mau? Kau menghalangi jalanku, sudah kukatakan jika kau bersih aku tidak akan membuat masalah? Ini hanya pekerjaan bukan personal, jangan terlalu sensitif..."
"Yang kumau? Mungkin alamat tempat tinggalmu... " Bastard ini pikir aku orang yang mudah diintimidasi.
"Menyingkirlah dari jalanku..." Tangannya kembali mencoba meraihku. Tapi sekarang aku yang meraih tangannya dan memuntirnya balik. Ban*gsat kurang ajar ini memang perlu dihajar.
"Singkirkan tangan kotormu bangsa*t." Bertepatan dengan itu Oliver melihatku.
"Nona kau memerlukan bantuanku?" Dia melihat kondisi terbalik ini, aku memuntir jari Enrique dan menyebabkan Enrigue harus membungkuk mengikuti arah puntiran tanganku. Bukan aku yang harus ditolong disini.
"Aku bisa mengatasinya, aku hanya alergi orang yang tak dikenal menyentuhku." Karena Oliver sudah datang aku melepaskannya sambil mengibaskan rambutku. Aku melenggang pergi diikuti dengan Oliver.
"Nona apa yang dilakukannya padamu?"
"Mengancamku dengan mengunakan fisik. Mencoba memegangku..."
"Benarkah? Saya akan melapor ke Tuan Louis? Untuk selanjutnya saya nampaknya harus tetap mengikuti tim Nona."
"Iya untukku sendiri aku bisa mengatasinya, tapi staffku yang lain belum tentu, aku memang perlu kau bersama kami di hari senin nanti." Berjaga-jaga agar tidak ada orang yang menggangu bawahanku.
"Baik Nona, tenang saja saya akan ikut ke tim Nona sampai urusan ini selesai. Apa Nona bisa bela diri?"
"Sedikit, untuk menghajar bangsat seperti Enrique kukira cukup."
Oliver akan melapor ke Louis. Akhir pekan itu akj habiskan dengan meneliti rekaman CCTV dan menemukan bukti itu mengirimkannya ke Tuan Alan yang kemudian memintaku membongkar semuanya sampai tuntas. Plus meminta deal harga data yang bisa kudapatkan.
Tiga hari kemudian aku sudah yakin alur kerja tempat ini. Yang merapikan semua catatan adalah Darcy. Dia yang berkuasa disini. Enrique tak mengganguku lagi. Nampaknya dia yakin sekali tak ada yang bisa aku dapatkan disini. Mungkin juga dia takut aku melapor ke Louis dan membuatnya kehilangan tambang emasnya.
Sekarang waktunya mengintimidasi Darcy yang cantik ini. Aku masuk ke ruangan kantornya dan tersenyum kecil. Ini waktu yang pas karena sekarang Enrique tak ada disini.
"Nona Natalie, apa yang bisa kubantu." Darcy ini cantik dengan rambut coklat panjang lurusnya itu berkilau pasti perawatannya bagus, posturnya yang rampingnya membuat dia enak dilihat.
"Aku hanya ingin bertanya beberapa hal saja Nona, boleh bukan..."
"Tentu saja kau bisa bertanya apapun." Dia terlihat percaya diri dia telah menyusun pembukuannya dengan rapi. Tapi justru bukan itu kuncinya.
"Kau yang memegang semua cash bukan..." Dia tak bisa mengganggu pembayaran non tunai tapi dia memegang cash.
"Iya aku yang memegang cash."
"Aku akan langsung saja denganmu, aku telah melihat alur kerja disini, kau bahkan tak meninggalkan cashier malam tanda terima, kau terlalu mencolok sayang..." Aku tertawa kecil didepannya. "Kau pikir kau bisa menyuap semua orang yang loyal padamu, tapi ada satu cashier yang pintar dan punya otak, tak perlu bukti banyak aku bisa menyeretmu hanya pengakuan satu orang. "
Aku menekan kasir malam dengan pemecatan tentu saja untuk mengeluarkan catatan pribadinya, setiap orang yang berurusan dengan uang pasti mencatat itu tidak mungkin tidak. Trik macam ini mudah untukku.
"Apa maksudmu....aku tidak menggelapkan apapun."